Kamis, 21 Oktober 2021

8 Hal yang Saya Pelajari dari Dorama Beach Boys

 Anak pantai, hidup damai!

Pernah dengar lagu jadul itu? Ketahuan usianya wkwkw. Anak pantai emang rata-rata selow, asyik gitu. Pas nonton (ulang) Beach Boys jadi ingat lagu anak pantai karena sesuai dengan judulnya.



Beberapa hari ini nonton Beach Boys, niatnya sih ngabisin kuota midnight sekaligus buat me time tengah malam. Ini nonton untuk ketiga kalinya, dulu kan dorama ini pernah ditayangin di TV swasta, tahun 1999 apa 2000. Lalu nonton lagi di Yotube tahun 2016 tetapi sayang gak ada english subtitle-nya, dan baru bulan ini nemu yang ber-subtitle.

Nah, kita lihat dulu siapa saja pemain di J dorama ini:

Pemain: Takashi Sorimachi (Hiromi Sakurai)

Yutaka Takenouchi (Kaito Suzuki)

Ryoko Hirosue (Makoto Izumi)

Mike Maki (Masaru Izumi)

Tahun: 1997

Sutradara: Reiko Ishizaka, Kensaku Sawada

Episode: 13

Genre: Komedi

Sinopsis Singkat Beach Boys

Seperti judulnya, cerita drama ini bersetting di pantai. Dari episode awal sudah diperlihatkan kecantikan pantai di Jepang (katanya sih syuting di Perfektur Chiba). Hiromi Sakurai sedang galau karena diusir pacarnya, lalu dia memutuskan untuk berlibur ke pantai, karena summer=beach.



Sampai di sana ia yang sedang bokek malah jadi pegawai di sebuah minshuku (penginapan). Di minshuku itu manajernya seorang kakek gaul yang gondrong (Masaru San) dan dibantu oleh cucunya, Makoto.

Hiromi kerja bareng Kaito, cowok cool yang tidak sengaja ditemui di perjalanan menuju pantai. Waktu itu mobil Hiromi mogok karena bensinnya habis, lalu dia dan Kaito mendorong mobil di tengah terik mentari yang sangat panas. Lalu lucunya, mobil itu mereka naiki (karena jalanan menurun) dan byuur! Kecebur ke pantai. BTW adegan ini juga ada di episode 13.



Aslinya Kaito datang sebagai tamu, tetapi gara-gara kecebur, dompetnya hilang, dan ia jadi pegawai karena terpaksa. Namun akhirnya dompet itu ketemu, dan ia jadi tamu beneran. Pas di awal-awal episode tuh Kaito agak nyebelin, bolak-balik bilang “I am a customer!” Padahal Hiromi sedang rempong dan berharap dibantu.



Kaito liburan kilat dan balik ke kantornya, tetapi ia akhirnya back to the beach gara-gara Makoto dan Hiromi datang ke sana. Dia bukannya pria tanpa pendirian, hanya saja kata hatinya lebih memilih pantai daripada kantor. Beneran lho, ada adegan di episode-episode selanjutnya ketika sang boss berlibur ke minshuku dan merayu Kaito, tetapi ia menolak dengan halus.

Hiromi dan Kaito bersahabat dan bekerja keras di minshuku, walau bayaran mereka gak gede. Sebenarnya apa daya tarik dari minshuku? Padahal kakek Masaru kelihatan galak, tetapi lama-lama dia kebapakan, seperti menganggap duo cowok keren itu keponakannya sendiri.



Bekerja di minshuku berarti kerja keras, tetapi mereka menikmatinya, karena bisa bertemu dengan banyak orang. Makoto (yang sering dipanggil Mako-chan oleh Hiromi) juga dianggap sebagai adik sendiri. Mereka bertiga kompak membantu kakek Masaru mengelola minshuku.

Ada pula Haruka, cewek yang punya mini-bar, dan sering main ke minshuku. Dia dan Makoto bersahabat, dan ada adegan paling mengharukan. Saat Haruka ternyata adalah seorang widow-single mother tetapi sang anak tidak tahu bahwa ia ibunya. Karena waktu bayi ia langsung diambil oleh kakeknya, sediih deh.



Wow, sinopsisnya panjang juga. Maaf. Berikut ini pelajaran yang saya petik dari dorama Beach boys:

1. Berlibur adalah Obat dari Keruwetan

Kalau kamu sumpek, liburan aja! Kaito yang awalnya stress karena melakukan kesalahan di kantor, feeling better setelah berlibur beberapa hari ke pantai.

2. Persahabatan bisa Awet Walau Beda Sifat

Hiromi dan Kaito beda jauh, Hiromi super cerewet, tapi ramah dan jelas seorang ekstrovert. Sementara Kaito cenderung cool, pendiam, dan introvert. Perbedaan ini yang membuat mereka sering sahut-sahutan seperti orang bertengkar, padahal awalnya mengobrol biasa. Akan tetapi bukan jadi halangan untuk tetap bersahabat, karena bisa saling mengisi.



3. Saudara Tak Selalu Sedarah

Makoto dianggap adik oleh Hiromi dan Kaito, dan mereka sangat akrab walau bukan kandung. Haruka juga dianggap bagai saudara oleh Makoto. Hal ini membuktikan kalau saudara tak selalu sedarah, karena kamu bisa bersahabat dengan siapa saja dan menjalin hubungan persaudaraan.



4. Ikuti Kata Hatimu

Kaito ngotot kerja di minshuku dan menolak tawaran bossnya untuk back to the office. Dia mengikuti kata hatinya. Mungkin kalau di kantor terlalu banyak pressure ya? Etos kerja di Jepun emang jauh lebih tinggi daripada di sini.

5. Orang bisa Berubah dalam Waktu Singkat

Di episode 13 diperlihatkan adegan ketika Makoto kecewa. Ia (dan Haruka) yang datang jauh-jauh ke Kepulauan Selatan, demi menemui Hiromi dan Kaito, malah kecewa berat, karena merasa mereka berubah.



Hiromi jadi lebih formal (karena ia jadi manajer hotel dan selalu pakai setelan jas mahal). Sementara Kaito jadi pegawai di tempat penangkapan dan pemeliharaan Dolphin, dan terlihat lebih serius (walau penampilannya lebih macho).

Makoto memang masih remaja, anak SMA, dan mungkin ia belum paham bahwa orang bisa berubah dalam waktu singkat. Adaptasi itu perlu, dan jangan kaget melihat perubahan orang lain (dan semoga perubahan itu bukan ke hal negatif).

6. Kenyamanan Kerja lebih Utama daripada Gaji

Mengapa Kaito memilih kerja di pantai daripada di kantor? Mungkin ia suka dengan suasana kekeluargaan yang diciptakan oleh kakek Masaru, atau sudah kadung cocok dengan lingkungannya (Makoto, Haruka, dll). Memang kita butuh uang tetapi kalau kerjaannya tidak cocok, bahkan ditekan terus ama boss, ya lama-lama makan hati.



7. Kerja Keras Lagi dan Lagi

Di dorama ini saya kagum banget ama tokoh Hiromi, yang meski sempat dicap gagal (karena gagal berangkat ke olimpiade karena terluka), menunjukkan etos kerjanya. Ia mau mendorong mobil, mengangkat dus-dus yang berat, mencuci baju, bahkan memasak.

8. Tekad Kuat bisa Mengalahkan Segalanya



Di episode-episode terakhir mewek karena diperlihatkan akhir nasib dari kakek Masaru. Namun penonton dihibur dengan adegan-adegan yang memperlihatkan kekuatan kakek tua itu. Ia, yang dulu surfer pertama di Jepang, ingin surfing lagi. Untuk melatih fisik lalu rajin jogging dan olahraga narik ban (tentu ditemani oleh duo cowok kece).

Kakek Masaru menunjukkan bahwa tekad kuat bisa mengalahkan segalanya, dan ia berhasil surfing lagi. Adegan ini menyentil karena kadang saya masih moody, huhuu. Harus berusaha lagi dan lagi tanpa tergantung mood.

Seruu deh nonton Beach Boys karena genrenya komedi, dan romance hanya 5-10% (waktu adegan Kaito dan Sakura). Mereka naksir-naksiran tetapi belum berani move on lebih jauh. Ini aman banget ditonton bareng remaja 13+ karena tidak ada adegan k155, hanya saja ada banyak adegan merokoknya.



Yang disayangkan episodenya dikit banget, cuma 13. Bandingkan ama drakor yang bisa sampai 55 episode, dan bisa ada season 2-nya. Tapi tadi pas browsing sih mau dibikin proyek dorama Beach Boys 2, entah dengan pemain yang sama atau beda. BTW, Kamu suka nonton drama Jepang juga?

Rabu, 20 Oktober 2021

Asyiknya Main Game di Plays.org untuk Hilangkan Bosan Saat Stay At Home

 Hai sobat Bunda Saladin apakabar? Selama pandemi, kita disarankan untuk stay at home, agar lebih aman dan tetap sehat. Namun ada sisi negatif dari di rumah saja yakni: bosan.

Padahal kebosanan itu mengerikan karena bisa membuat hidup terasa flat, dan rasanya hidup jadi begitu-begitu saja. Jadinya juga kurang produktif karena mood untuk menulis, menggambar, dan berkarya di bidang lain jadi ambyar.

Untuk mengatasi kebosanan sebenarnya cukup mudah. Pertama, bisa jalan-jalan sejenak di pagi hari. Kalau tidak sempat, biasanya saya cukup mengambil rute jalan yang berbeda dari rumah ke tukang sayur, lalu pulang lagi lewat jalan lain. Cara kedua adalah:main game online

Mengapa harus game online?

Main game itu membuat otak rileks. Jadi bagi ibu-ibu yang jarang keluar rumah (kecuali ke tukang sayur ama antar anak-anak ke sekolah), coba deh main game. Hey, game bukan cumam buat anak kecil. Justru kita yang dewasa butuh kegiatan positif yang bisa membuat perasaan senang, tanpa harus keluar rumah dan keluar banyak orang (tetap dong IRT wajib hemat, wkkwkw).

Namun HP-ku penuh nih! Maklum HP kentang cuma RAM 2GB. Tenang saja, kamu bisa main game asyik tanpa harus download di Plays.org.

Ada banyak banget game di sana, tinggal pilih sesuai selera. Baru buka situsnya sudah jatuh cinta karena tampilannya warna-warni dan bikin hati senang.



Karena saya suka masak, jadi search dengan keyword: cook. Ketemulah beberapa game dan akhirnya main ini nih:

Alan’s Pizzeria

Di game Alan’s Pizzeria, kita bisa asyik bikin pizza. Mamma mia, delicioso! Tampilan game-nya cute dengan gambar yang apik. Eits, ada customer datang, bikin pizza dulu yuk!



Game ini cukup mudah karena ada instruksinya (dalam bahasa Inggris). Namun hey! Bahasa inggrisnya tingkat dasar kok, jadi mudah dimengerti. Kalau kamu main game bersama anak, maka ia juga sekalian belajar bahasa Inggris.



Dengan main game Alan’s Pizzeria maka kita bisa tahu bagaimana cara yang benar membuat pizza. Mulai dari membulatkan adonan (dough), memberi saus, toping, taburi keju, baru panggang di oven. Belajar bikin pizza dari game dulu, baru belajar beneran.

Game Edukasi Juga Ada

Siapa bilang main game itu hanya buang waktu? Di Plays.org ada banyak banget game edukasi yang bisa kamu mainin bersama anak-anak. Mulai dari matematika, alfabet, hingga geografi. Yuk kita coba satu-satu.

Math Stack

Belajar matematika tak lagi menakutkan dengan main game Math Stack. Di sini belajar dari tingkat dasar, penambahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian. Gamenya seru karena tinggal klik jawabannya dan kotak berisi angka jawaban meluncur dengan cepat. Jadi kudu sigap.



Alphabet Bubble Letter Match

Belajar bahasa Inggris dimulai dari mengenali huruf, baru kata dan kalimat. Kalau kamu pengen belajar tanpa harus pusing karena baca kamus melulu, ayo main game Alphabet Bubble Letter Match.



Game ini untuk level beginner alias gampang banget, jadi cocok dimainin bersama anak-anak. Mereka bisa kesenengen karena mengeklik bubble berisi huruf lalu terjun dan dipasangkan dengan kata yang tepat.

USA Map Puzzle: Kids Geography Game

Saladin bercita-cita pengen kuliah di Amerika, jadi sekarang menghafal geografisnya dulu. Kita bisa milih level easy or hard, dan saya pilih yang easy.



Dengan main game USA Map Puzzle, maka kita bisa tahu kalau negara bagian California ada di sebelah barat. Sedangkan Hawaai letaknya di pulau lain, tetapi masih bagian dari USA.

Main game-game di Plays.org sangat fun dan membuat kebosanan jadi terhapuskan. Selain itu, banyak juga game edukasi sehingga bisa dimainin bersama anak-anak tersayang.

Yang paling saya suka tuh ada ratusan game di sini, dan pilih saja karena banyak kategorinya. Loadingnya juga cepat dan langsung klik-klik untuk main. Gak ada iklan pop-up yang biasanya mengganggu. Ayo main game di Plays.org dan rasakan sensasinya!

 

 

Rabu, 22 September 2021

Review Cruella, Film tentang Villain yang Modis

Hai hai, gimana kabarnya? Kali ini Bunda Saladin mau ajak kalian baca review Cruella, film yang rilis tahun 2021. Masih anget nih! Ada yang pernah nonton film 101 Dalmatians? Nah Cruella adalah villain alias tokoh jahat di film itu. Kalau di sini, diceritakan dari masa kecilnya hingga dewasanya.



Review Cruella: Akting Emma Stone yang Totalitas

Ini data aktor dan lain-lain:

Sutradara: Craig Gillespie

Pemain:

Emma Stone (Cruella/Estella)

Emma Thompson (Baroness)

Joel Fry (Jasper)

Horace (Paul Hauser)

Durasi: 2 jam 14 menit

Premiere: 18 mei 2021

Estella ingin jadi fashion designer ternama, dan ia dididik oleh ibunya yang bisa menjahit. Gadis kecil ini unik karena punya sense of fashion yang quirky, apalagi ditunjang dengan rambutnya yang separuh hitam dan separuh putih.



Namun berkat rambutnya, ia malah jadi korban bully. Teman-temannya (geng laki-laki) menyebutnya ‘sigung’, bahkan Estella dicemplungkan ke tempat sampah. Satu-satunya yang baik di sekolah hanya Anita. Lantas, Estella melawan geng itu dan mengakibatkan ia dikeluarkan dari sekolah.

Pindah ke London

Ibunya marah lalu merasa bahwa kehidupan di kota kecil (tidak disebutkan) tak cocok bagi calon desainer seperti Estella. Akhirnya mereka pindah ke London, lalu mampir sebentar ke kastil milik temannya.

Ternyata di kastil ada pesta besar, dan Estella melanggar perintah ibunya. Ia diam-diam keluar dari mobil lalu menyelinap. Tragisnya, ia melihat sang ibu didorong ke jurang oleh beberapa ekor anjing dalmatian (tak heran kalau akhirnya ia benci anjing jenis itu). Estella juga heran mengapa sang nyonya bangsawan diam saja saat melihat anjingnya menyerang manusia dengan ganas.

Sialnya, kalung berbandul merah pemberian ibunya juga terlepas dan ketinggalan saat Estella kabur. Estella hanya ditemani sang anjing lalu masuk ke sebuah mobil yang mengangkut sampah. Sampai di pusat kota London. Di sini sepintas diperlihatkan keindahan London tahun 60-an. Bagaimana? Yuk lanjut baca review Estella di bawah ini.

Jadi Anak Mandiri

Paginya ia bertemu dengan 2 anak seusianya, Jasper dan Horace. Dua anak lelaki itu mengajarinya jadi pencopet ulung. Lantas mereka tinggal bersama di sebuah rumah bobrok.



Jasper hanya kasihan melihat Estella sebatang kara, lalu percaya bahwa ibunya sudah meninggal. Di bawah pengaruh mereka, ia tumbuh jadi gadis mandiri.  Estella pun mengubah warna rambutnya jadi merah.

Nyopet Lagi

Ketika ada Estella, dengan bakat menjahitnya, bisa membuat berbagai gaun indah. Ia (yang digambarkan sudah dewasa) menyamar ke lingkungan kelas atas lalu mencuri perhiasan dan barang mahal lain.

Namun Jasper merasa Estella tidak cocok jadi copet. Akhirnya diam-diam ia membuatkan surat lamaran kerja ke sebuah Department Store. Karena paham bahwa fashion adalah dunianya Estella.

Jadi Pembantu

Sayangnya di Department Store Estella tidak diperkenankan memegang mesin jahit. Ia dijadikan pembantu alias cleaning service. Bossnya juga galak bener.



Estella mencoba untuk bertahan saat bekerja di bawah tekanan. Ia juga ingat pesan ibunya untuk selalu jadi Estella yang manis, bukan Cruella yang kejam. Namun suatu hari ia tak tahan dimarahi terus-menerus, lalu merombak pakaian yang ada di display.

Pindah Kerja

Tak disangka seorang baroness (nyonya bangsawan) tertarik saat melihat display itu. Ia memberikan kartu nama dan Estella melamar kerja di sana.

Estella senang karena bisa bekerja jadi desainer beneran dan membantu baroness untuk selalu eksis di dunia fashion. Di bagian ini kamu senang karena melihat banyak gaun indah yang ditampilkan. Nah, masih kuat kan baca review Cruella sampai habis?



Estella akhirnya menjadi kesayangan baroness dan direkrut jadi semacam asisten pribadinya. Di sini saya jadi ingat sosok yang diperankan oleh Meryl Streep di film The Devil Wears Prada. Sosoknya hampir mirip dengan baroness yang judes dan perfeksionis.

Balas Dendam

Suatu hari Estella melihat kalung baroness yang persis sama dengan kepunyaannya yang hilang. Jadi baroness adalah pembunuh ibunya dan menyuruh anjing untuk menyerang?



Estella akhirnya menyusun rencana untuk balas dendam. Namun di tengah pembalasannya, muncul fakta yang mengejutkan. Apakah itu? Apa rencana ini berhasil?

Tonton yuk, bisa didapatkan secara legal di Disney Hotstar.



Dari film ini aku paham bahwa seorang villain tidak lahir begitu saja, tetapi terbentuk oleh lingkungan. Estella jadi Cruella yang sedikit gila dan psycho karena sejak kecil kena bully dan kecemplung ke lingkungan pencopet. Jadi ingat film Joker yang sejak kecil juga punya pengalaman buruk.



Walau film ini tentang villain tetapi tidak menampilkan kekejian yang ekstrim. Malah kamu bisa terhibur melihat betapa modisnya warga London (padahal baru tahun 70-an). Sungguh film yang memperkaya akan pengetahuan mode (lagi-lagi keingat juga film The Devil Wears Prada).

Nah, ini dia review Cruella. Bagaimana, kamu tertarik untuk nonton juga?

Senin, 20 September 2021

10 Tahun Bersamamu, Sayang! (Happy Anniversary)

Kulirik kalender, rupanya tanggal 16 september 2021. Hari ini tepat 10 tahun memadu kasih dalam naungan pernikahan. Saat kau pertama kali membuka mata, kubisikkan ‘selamat ultah pernikahan’. Rupanya kau juga kaget karena sudah 10 tahun bersamaku.

Tak terasa 10 tahun menikah. Rasanya baru 1-2 tahun saja. ada yang bilang kalau pacaran setelah menikah ya seperti ini, lebih asyik dan tahu-tahu usia pernikahannya panjang dan lama.



Kami memang taaruf hanya beberapa bulan. Langsung menikah karena sudah klik satu sama lain.

Maaf

Maafkan aku jika sesekali masih egois. Namun kau, suamiku, sering sekali mengalah. Membeli 2 gelas es doger untukku dan Saladin, sementara tidak ada jatah untukmu sendiri. Saat diberi nasi kotak atau mie ayam, malah kau berikan padaku semuanya tanpa meminta sesendok pun.



Maafkan aku yang kadang belum mengerti dirimu. Karakter yang berbeda (introvert vs ekstrovert) kadang membuat miskomunikasi. Namun dengan penjelasan dan kecupan di pipi, semua bisa terjawab.

Terima Kasih

Terima kasih atas semuanya. Atas kerja kerasmu (yang pernah tidak tidur 2 hari karena lembur kerja di percetakan). Terima kasih atas ajaranmu sehingga aku paham bagaimana cara berbisnis yang benar.

Terima kasih atas semua kasih dan sayangmu.

Semoga kami langgeng, sehidup sesurga.

Sabtu, 18 September 2021

Review Buku Boy: Tales of Childhood, Kisah Masa Kecil Roald Dahl

 Judul: Boy: Tales of Childhood

Penulis: Roald Dahl

Penerjemah: Poppy Damayanti

Penerbit: Gramedia

Tahun: 2002

Tebal: 226 halaman

Siapa tak kenal Roald Dahl? Ia populer berkat buku-bukunya: Charlie and the Chocolate Factory, Matilda, dll. Nah kali ini Mr.Dahl menulis sendiri biografinya. Ralat, semi auto biografi, karena yang dikisahkan hanya saat beliau lahir sampai berusia 20 tahunan.

Roald Dahl adalah keturunan Norwegia yang tinggal di Inggris, karena sang ayah berbisnis di sana. Sang ayah hanya bertangan 1, karena malpraktek saat operasi pasca kecelakaan. Ayah adalah hero baginya, karena memberi kecukupan harta dan mencontohkan untuk menikmati keindahan alam dan seni rupa.



 Sayangnya ketika Roald Dahl masih kecil, sang ayah meninggal dunia. Sang ibu lalu memutuskan untuk pindah ke rumah yang lebih kecil, agar lebih hemat. Tidak disebutkan ibunya bekerja sebagai apa, karena keluarga mereka masih sanggup menggaji nanny.

 Roald Dahl adalah anak yang serba penasaran. Saat SD, ia punya geng, terdiri dari Roald Dahl, Twhaites, dan 2 teman lain. Twhaites adalah anak seorang dokter, jadi ia sering sok tahu dan memamerkan pengetahuan yang didapatkan dari ayahnya. Padahal itu bohong.

 Misalnya tentang permen. Ayah Twhaites bercerita bahwa bahan-bahan permen adalah tikus yang direbus lalu dilunakkan. Namun Roald Dahl dan konco-konconya tetap saja hobi membeli permen, setelah mendengar cerita itu.

 


Gengnya Roald Dahl selalu membeli permen di toko milik Mrs. Pratchett. Tokonya cukup lengkap, berisi berbagai permen mulai dari yang serbuk, permen gulung, hingga yang keras. (Sepertinya ide cerita beberapa bab buku Charlie and The Chocolate Factory didapatkan dari sini).

 Sayangnya Mrs. Pratchett sangat jorok. Kukunya hitam, celemeknya kotor. Ia mengambil permen di stoples dengan tangan, tanpa bantuan sendok atau melapisi jemarinya dengan sarung tangan.

 Roald Dahl punya ide saat menemukan tikus mati. Tikus itu akan dimasukkan ke dalam stoples milik Mrs. Pratchett. Berhasil! Namun esok harinya, stoples itu pecah dan toko permen ditutup.

 


Mrs. Pratchett tidak terima lalu datang ke sekolahnya Roald Dahl. Setelah ia menemukan 4 anggota geng pembuat onar, kepala sekolah (Mr. Coombes) marah, lalu memukul mereka dengan tongkat. Tanpa ampun.

 Mrs. Dahl tidak terima saat tahu anak kesayangannya dihukum dengan kekerasan. Ia lalu memindahkan Roald kecil ke sekolah berasrama. Sayangnya di sana Roald Dahl tidak betah lalu pura-pura sakit, dan diberi izin oleh dokter. Sang dokter tahu ia berbohong lalu si boy (panggilan Roald Dahl) berjanji untuk tidak mengulanginya.

Saat di sekolah berasrama ini, lagi-lagi Roald Dahl berhadapan dengan kepala sekolah yang kejam. Ditambah lagi dengan Matron yang super galak. Saat ada teman Roald Dahl yang ngorok, mulutnya malah dimasuki potongan sabun! BTW, Matron adalah wanita yang mengurusi kesehatan murid dan rumah tangga sekolah.

 


Saat sekolah di SD-SMP-SMA, Dahl selalu mendapat perlakuan keras dari guru, kepala sekolah, matron, dll. Tak heran kalau di dalam buku-bukunya, selalu digambarkan bahwa orang dewasa itu kejam. Didikan zaman dulu memang seperti itu ya? Sangat kaku.

 Walau menerima kekerasan dari guru dan kakak kelasnya, Roald Dahl tetap semangat. Hiburannya adalah berlibur bersama keluarga besarnya ke Norwegia, dan bertemu kakek dan neneknya. Mereka menikmati ikan rebus dan es krim super lezat, lalu naik perahu mengelilingi pulau-pulau kecil.

 


Momen manis selanjutnya adalah saat ada cokelat gratis yang dibagikan oleh pabrik Cadbury. Murid-murid diminta untuk memberi masukan pada produk terbaru itu. Roald Dahl jadi berkhayal, bagaimana rasanya punya pabrik cokelat sendiri? Jadilah buku Charlie and the Chocolate Factory yang fenomenal.

 Buku ini cukup bagus untuk bacaan ringan. Saya jadi paham mengapa ada orang dewasa yang keras, kaku, dll. Ternyata bisa jadi dari didikan keluarganya yang seperti itu. Kalau ada anak yang menyukai keindahan dan fotografi (seperti Roald Dahl), itu karena dikenalkan  oleh sang ayah tentang kesenian. Bahkan sejak ia masih dalam kandungan.

 Sayangnya di sini hanya ada cerita sampai Roald Dahl lulus sekolah setingkat SMA, lalu melamar kerja di pabrik bahan bakar. Padahal saya berharap ada cerita saat ia menulis buku-bukunya. Yah, daripada kecewa, lebih baik nonton ulang film Matilda saja.

Selasa, 07 September 2021

Siapa yang Sudah Ikut Ikoy-ikoyan?

Hi guys, pernah dengar istilah ikoy-ikoyan? Bagi kalian yang sering nongkrong di IG pasti sudah

 familiar dengannya. Program yang dibikin oleh selebgram sekaligus pengusaha Arief Muhammad ini

 bikin ngiler, siapa yang gak mau dapat uang jutaan rupiah GRATIS?



Tak heran followers di IG @ikoy2an langsung mencapai 1,1 juta orang, begitu IG resminya dibuat. BTW awalnya program ini ada di IG @ariefmuhammad, baru ada akun @ikoy2an, dan keduanya sering bikin giveaway berhadiah cash keras. Bahkan pernah kasih 100 juta rupiah ke sebuah yayasan sosial.

Pernah Dapat Ikoy-Ikoyan?

Kadang saya ikut ikoy-ikoyan, dan belum dapat dong, wkwkwk. Sudahlah, namanya juga belum rezeki. BTW Ikoy itu nama panggilan karyawannya Bang Arief dan dijadikan nama resmi program ini.



Namun pesertanya emang banyak banget, bisa ratusan ribu orang yang komentar dan jadinya persaingan ketat banget. Biasanya mereka ditanya “lagi butuh apa?” Langsung berderet yang menceritakan kesulitannya.

Berbagai Drama Kehidupan yang Terpampang di Ikoy-Ikoyan

Ketika ada ikoy-ikoyan maka saya juga iseng (magabut banget sih!) bacain komentar-komentarnya. Bagaikan membaca kisah drama saat mengamatinya, bedanya yang ini real, bukan fiksi semata. Ada yang butuh uang buat beliin sepeda anak, buat seragam sekolah anak karena pada kekecilan semua, dll.





Ada pula yang membuat saya menitikkan air mata, misalnya kisah bu guru yang bingung saat ingin mengajar online tetapi gadget-nya kurang bersahabat, akhirnya beliau dtranstfer sejumlah uang untuk beli HP baru. Ada yang butuh uang untuk biaya pengobatan orang tuanya, biaya terapi, kemo, dll.

Setelah baca komen-komen tersebut jadi langsung mingkem, jleb! Serius! Banyak orang yang harus struggle dalam kehidupan ini, dan mereka menjalaninya dengan ikhlas. Saya jadi termotivasi dan berusaha tegar juga alias tidak boleh cengeng.

Diikuti Oleh Sultan Lain

Program ikoy-ikoyan akhirnya diikuti juga oleh ‘sultan’ alias crazy rich lain. Ada yang istilahnya ikenz-ikenzan, iroi-iroian, mincu-mincuan, dll. Bagus juga kan karena mereka mengajari banyak orang untuk saling berbagi ke sesama. Sudahkah kamu bersedekah hari ini?

Mengemis? Enggak Deh!

Namun ada pula yang sinis dengan ikoy-ikoyan.  Yang katanya ini gambling lah, yang ngajarin followers ngemis lah. Aargh, padahal maksud dari program ini baik kan?



Buya Yahya, seorang kiai muda (pastikan kamu udah subscribe akun Youtube-nya) menjelaskan tentang tren ikoy-ikoyan. Alhamdulillah beliau merespon dengan positif, karena memang gak ada salahnya berbagi kebahagiaan, kan? Lantas ini juga bukan gambling, karena tidak ada persyaratan harus bayar dulu. Legaaa!

Dari ikoy-ikoyan saya dapat banyak pelajaran hidup, terutama semangat untuk berbagi. Ya walau saat ini belum bisa mencapai level crazy rich tetapi ga ada salahnya untuk bersedekah.

Selain itu, saya juga amatin lifestyle mereka yang sering berbagi, mengapa bisa sampai sekaya itu? Ternyata kekayaan diraih dengan kerja ekstra keras, tidak menyerah, dan tentu penuh dengan strategi bisnis. Jangan lupa juga ibadahnya dan sedekahnya.

Jadi, kamu tertarik ikut ikoy-ikoyan?

Rabu, 30 Juni 2021

Tips Daur Ulang Masakan ala Bunda Saladin

 “Mas, sisa lauk aku kasih kucing aja ya?”

“Jangan, Dek! Nih Mas aja yang masak!”

Dengan sigap bapaksuami langsung mengambil ayam sisa dari kulkas lalu dibalur tepung bumbu dan digoreng hingga kering. Ayam itu yang jadi lauk makan siang kami. Alhamdulillah nikmat.

Ya, setelah beberapa hari makan opor dan gak habis-habis (karena dapat kiriman banyak sekali saat lebaran) ayamnya masih sisa dan beliau mencontohkan bahwa makanan yang masih layak makan tidak boleh dibuang, tetapi dimodifikasi.

Setelah kejadian itu akhirnya saya juga belajar daur ulang masakan, seperti contoh di bawah ini:

1. Nasi Kuning

Ada nasi sisa tetapi bosan dijadikan nasi goreng? Jadikan nasi kuning aja. Masukkan nasi di dalam wajan/panci serbaguna lalu beri santan secukupnya, garam secubit aja, kunyit bubuk kira-kira setengah sendok teh, kalau ada kasih 1 batang serai, lalu aduk rata. Masak dengan api kecil. Kalau ada telur ya masukkan saja biar sekalian jadi poached egg ala ala.



2. Kalio Campur Baur

Mengapa campur baur? Karena bahannya tergantung dari stok sisa lauk, wkkwkwk. Kalau ada tempe dan tahu goreng sisa kemarin, potong dadu lalu goreng sebentar.

Belilah 1-2 ati ampela goreng (biasanya di lapak yang jual lauk matang) lalu potong sesuai selera. Masak di panci dengan santan (instan aja biar praktis, misalnya merek Kara dan diberi air secukupnya) dan bumbu rendang BMM (andalan para mama). Masak dengan api kecil.

3. Bakwan Sayur

Ada sisa sop atau capcay? Jangan dibuang ya, kalau misal pas diicip masih enak. Buang kuahnya lalu beri tepung bakwan secukupnya, beri sedikit air, lalu goreng. Jadi bakwan sayur yang enak buat sarapan.



4. Tumis Sayur-Telur

Alternatif lain dari olahan sisa sayur. Kalau sop atau capcay masih enak, buang kuahnya lalu panaskan di wajan. Pecahkan 1 butir telur lalu aduk rata, kalau mau tambah enak bisa ditambah sosis. Enak dimakan bersama saus tomat/sambal.

5. Martabak Daging

Di rumah ada sisa soto daging atau ayam yang sudah dipanaskan berkali-kali? Biar gak bosan, caranya begini: buang kuahnya lalu ambil daging, potong kecil-kecil. Masukkan ke dalam kulit lumpia atau pangsit, beri sedikit kocokan telur. Setelah digoreng, jadi martabak asin yang sedap.



6. Semur Ayam

Kalau ada sisa ayam goreng dan dipanaskan terus dengan cara digoreng kan teksturnya jadi keras. Biar empuk, caranya dijadikan semur saja. Bumbu super simple, hanya bawang merah, bawang putih, garam, merica, dan kecap. Beri air secukupnya.

Nah, gak jadi buang makanan kan? Kita bisa kreatif mengolah sisa makanan yang masih layak konsumsi jadi lauk lain yang sedap. Yuk dicoba.

Postingan ini untuk memeriahkan OWOP grup Blogger Kodew Malang.

 


Minggu, 27 Juni 2021

4 Kue Kering Lebaran Favoritnya Bunda Saladin

 Baru baca judulnya aja udah pengen bikin nastar, wkwkkw. Lebaran emang identik dengan kue-kue kering yang tersaji di meja. Kue mungil nan cantik manis itu bisa jadi rebutan para tamu, oleh karena itu biasanya ada jatah preman eh. Maksudnya jatah sendiri buat orang rumah.

Ngomongin soal kue lebaran, ini beberapa yang jadi favorit di rumah:

1. Nastar

Siapa tak suka kue ini? Nastar adalah kue istimewa yang berisi selai nanas. Masih lekat di ingatan saat makan nastar di rumah Mbah uti, berhias cengkeh dan cengkehnya ikut dimakan juga, wkkww. Eh sebenarnya itu cuma hiasan apa gimana ya? Kayaknya sekarang udah jarng yang jual nastar bercengkeh, tetapi nastarnya glowing atau dibentuk kayak nanas, stroberi, dll.



Dulu pernah sekali bikin nastar, waktu Saladin masih balita. Biar praktis, selainya beli aja. Kalau kata teman-teman yang jualan sih proses bikin selainya lumayan capek ya, bersihin nanas dulu, diblender, dimasak di wajan besar, kasih gula, dll.



Setelah itu bikin adonannya dan tiap kue harus sama besar dan beratnya, makanya sampai ditimbang dulu. Ribet? Iya, makanya kalau beli mahal. Tapi saya belum kapok sih, pengen bikin nastar lagi. Kalau mau bikin, search aja di Google: nastar NCC.

2. Putri Salju

Mengapa kue kering ini dinamai putri salju? Mungkin karena ia berbedak putih seperti salju. Apalagi kalau lapisan gulanya itu yang dingin (mungkin dikasih mint?) Jadi nyess waktu digigit. Saya belum pernah bikin sih, tetapi ada banyak variasi resep. Mulai dari yang biasa sampai ditambah dengan kacang  (dikit) atau kacang mede.



3. Kastengel

Beda dari nastar dan putri salju, kastengel rasanya asin. Jelas asin karena adonan dan toppingnya  pakai keju. Harga kastengel juga beragam, tergantung bahan-bahannya. Kalau pakai keju edam ya jelas mahal.



Eh tapi emang bener lho kalau beli kastengel atau kue kering lain, prinsipnya ada harga ada rupa. Kalau ada kue yang terlalu murah malah patut dipertanyakan, apakah pakai margarin kiloan yang curah? Dll.

4. Kue Kacang

Kurangtahu nih siapa yang bikin kue kacang, tetapi kue ini jelas enak banget! Kalau gak diingatkan, bisa-bisa habis setengah stoples. Kue kacang mungkin kurang populer seperti nastar dan kastengel, tetapi rasanya khas. Gurih kacang berpadu dengan margarin, yummy!



Bagaimana teman-teman, mana kue kering favoritmu? Apakah lebih suka makan kastengel atau malah lebih doyan makan choco chip cookies? Kasih tahu di kolom komentar ya.

Postingan ini untuk memeriahkan OWOP grup Blogger Kodew Malang.