Senin, 27 Juni 2022

Tom’s Pavillion, Cafe di Malang yang Asyik untuk Merenung Sambil Makan Enak

 

Siapa suka nongkrong di cafe? Memang paling asyik makan di luar apalagi kalau suasananya mendukung. Bagi kamu yang cari cafe di Malang, pengen makan sambil cari pemandangan bagus, nih ada cafe bagus di malang bernama Tom’s Pavillion Cafe. Lokasinya di JL Anggrek Vanda nomor 22, Kota Malang.

Toms Pavillion


Cafe yang Artistik dan Unik

Begitu masuk ke cafe mungil ini, bagaikan masuk ke pintu mesin waktu, karena barang-barang yang dipajang jadul alias vintage. Di dinding ada pajangan gitar akustik klasik, sementara di rak pajangan ada mesin ketik, pemutar kaset (entah kaset audio atau video). 

cafe di Malang


Di rak lain (bagian dalam) ada Nintendo (tolong benerin kalau salah ya soalnya daku kurang yakin mereknya).

cafe unik di malang


Belok kanan ke bagian lain cafe, ada tempat duduk-duduk dari kayu dan mejanya terbuat dari peti bekas, sementara di bagian lain juga artistik banget. Selain ditata dengan citarasa seni yang tinggi, cafenya juga sejuk karena ada tanaman-tanaman seperti sulur-suluran dan lain-lain (maaf gak hafal namanya). Yang paling bikin asyik, ada kolam ikan dengan gemericik air.

cafe sejuk di malang


Gemericik air membuat suasana cafe makin syahdu dan rasanya bakal betah berlama-lama di sini, ngopi sambil merenung atau menulis. Tom’s Pavillion Cafe cocok buat kamu yang pengen makan, minum, sambil menyepi, karena waktu daku datang belum terlalu ramai. Saran saja, kalau pengen ngelamun datang aja jam 11 siang, pas barusan buka, masih sepi pengunjung dan enggak berisik.

cafe artistik di malang


Makanannya Enak

Biasanya nih ada cafe yang kopinya enak tapi makanannya biasa aja. Namun di Tom’s Pavillion Cafe, enak semua. Begitu lihat di menu, daku langsung pesan signature dish cafe di Malang ini yaitu nasi goreng Hongkong, sementara minumannya es lemon tea.

nasi goreng hongkong


Nasi goreng Hongkong tersaji dengan cukup cepat dan porsinya pas, enggak terlalu dikit dan enggak terlalu banyak. Nasinya dicetak rapi dan disajikan lengkap dengan bawang goreng, kerupuk, cabe rawit, dan acar nanas. Plattingnya juga cukup rapi.

Bagaimana rasa signature dish cafe di Malang ini? Enak banget! Dengan harga 20.000 aja kamu dapat nasi goreng yang rasanya enggak terlalu asin, tapi isiannya berlimpah. Ada kacang polong, potongan ayam dan udang, orak-arik telur, dan ada sosisnya juga.

fettucini


Kalau ini fettucini saus bolognaise pesenan teman daku, harganya juga 20.000. Kata teman yang makan ini sih: enak dan topping kejunya banyak. Pas lihat sekilas terlihat ada taburan oregano, jadi ini beneran saus bolognaise ya.

lemon tea


Minumannya gimana? Es lemon tea-nya standar lah. Tapi yang daku suka tuh esnya berbentuk silinder yang bolong di tengah, jadi pasti es yang bagus bukan es balok murahan. Mungkin lain kali kalau ke sana lagi (atau pesan via GoFood) mau coba signature drink di Tom’s Pavillion Cafe yaituuu: date smoothies. Seperti apa ya smoothies campur kurma?

menu di toms pavillion


Yang jelas daku senang banget makan di sini karena suasananya syahdu. Kalau pikiran ruwet bisa merenung di sana, keluar dari cafe  di Malang ini sudah kenyang dan plong pikirannya. Sebelum ke cafe ini kan baca review dulu di Google dan skornya 4,8 dari 5, dan memang gak salah karena Tom’s Pavillion Cafe tempatnya seasyik itu. BTW mereka juga melayani pesanan nasi box lho. Nongkrong yuuk!

Buka jam: 11 siang

Harga snack mulai 10.000

Harga minuman mulai 10.000

Free Wifi, ada beberapa colokan buat nge-charge gadget

IG: @Toms.Pavillion

 

Sabtu, 25 Juni 2022

Makin Sukses Digital Marketing dengan Tribelio

 

Teman-teman apa punya usaha online? Atau menjual jasa di media sosial seperti translating, writing, dll? Saat ini, jualan online dan digital marketing Indonesia makin menjamur, dan promosinya lewat media sosial. Namun ketika followers sudah puluhan ribu, masih heran mengapa penjualannya belum mencapai puluhan ribu juga? Oleh karena itu teman-teman masih butuh landing page.

Mengenal Landing Page

Landing page adalah tempat di mana calon customer bisa melihat apa saja skill atau jualan dari seorang marketing online. Jadi sekali klik ke sana bisa tahu. Misalnya nih saya blogger tetapi juga bisa nulis buku, menerjemahkan teks bahasa inggris. Jadi di dalam landing page disebutkan apa saja skill-nya dan link-link blog serta portofolionya.

Bikin Lading Page dengan Mudah

Teman-teman yang ingin bikin landing page bisa bikin dengan cepat dan mudah dengan Tribelio. Pernah dengar aplikasi ini? Tribelio adalah platform yang membantu untuk bikin landing page secara instan. Jadi buat teman-teman bisa langsung cuss ke situsnya dan bikin sendiri.

Tribelio didirikan tahun 2019 oleh Denny Santoso.  Beliau adalah pengusaha  digital marketing Indonesia yang berasal dari Kota Malang. Harapan beliau adalah pengusaha UMKM atau digital marketer mendapatkan pendapatan 10 kali lipat lebih besar dari biasanya berkat Tribelio page.

Denny Santoso


Sumber foto: Channel Youtube Denny Santoso

Denny Santoso membuat Tribelio sebagai kendaraan digital marketing, dan targetnya membuat universe. Oleh karena itu beliau juga membuat buku-buku berseri. Di antaranya: Content Creator Black Book, List Building Black Book.

Berikut ini step by step yang diajarkan oleh Denny Santoso, bagaimana seorang calon customer menjadi customer. Pertama yang dilihat media sosialnya, lalu landing page, list building, dan community. Dengan tips ini maka saya jadi paham bahwa jadi digital marketing Indonesia tidak hanya wajib menaikkan engagement di sosial media, tetapi juga ada langkah selanjutnya.

Tribelio


Sumber gambar: Channel Youtube Rumah Teh Iin

Praktik Bikin Tribelio Page

Saya sudah bikin nih landing page-nya bisa pilih template, diisi dengan link blog, akun sosial media, dll. Syukurlah saat ini akses Tribelio page bisa via web dan lebih mudah membuat landing page via laptop. Tribelio page adalah cara cepat agar calon klien yakin bahwa skill blogger, freelancer, atau penjualnya terpercaya. Berikut ini tampilan Tribelio page punya saya.

Tribelio page


Tribelio page adalah tempat yang praktis karena bisa langsung bikin landing page dengan cara instan. Nanti linknya bisa langsung disematkan di profil media sosial, jadi calon klien tinggal klik aja. Mereka bisa membaca contoh-contoh tulisan di blog, prestasi yang telah diraih oleh freelancer, dll. Membuatnya juga mudah sekali karena ada tutorialnya.

Dengan Tribelio page maka akan terbentuk branding bahwa saya tuh enggak hanya nulis di blog. Akan tetapi bisa jadi penulis buku, artikel, ghost writer, penerjemah, dll. Makin banyak skill yang ditampilkan maka juga akan menaikkan kepercayaan calon klien.

Nah, teman-teman sudah bikin akun Tribelio kan? Tribelio adalah gerbang menuju kesuksesan karena dengan memiliki akun di sana, akan baik untuk branding. Kemudian, calon klien akan melihat akun dan langsung mengeklik untuk membaca blog, melihat akun media sosial, dan akhirnya memberikan job.

Berkat arahan dari Denny Santoso akhirnya saya mendapat pencerahan bahwa dunia digital marketing Indonesia amat luas potensinya, dan cara-cara menambah klien juga diajarkan. Dengan Tribelio maka makin memperbesar peluang mendapatkan job. Yuk raih cuan dari internet dengan Tribelio.

Senin, 20 Juni 2022

Belajar Teknik Shibori Bersama Hamparanrintik

Hai kawan-kawan, pernah gak sih lihat baju shibori alias tie dye? Beberapa tahun ini shibori mulai viral lagi dan rata-rata yang dijual adalah piyama dan baju-baju santai seperti daster. Kalian pasti punya, kan?

Beberapa hari lalu daku berkesempatan untuk belajar teknik shibori bersama Kak Fiko, owner Hamparanrintik. Mini class diselenggarakan di Tom’s Pavillion Cafe, di Jl. Anggrek Vanda nomor 22, Kota Malang. Disebut mini class karena pesertanya baru 3 orang, daku, Mbak Laily Fitri (blogger sekaligus dosen di sebuah PTN) dan Mbak Laily Octavia (blogger juga). Walau mereka namanya sama tapi bukan kembar.

Belajar Teknik Shibori Ternyata Cukup Mudah

Awalnya daku grogi berat karena enggak pernah bikin-bikin keterampilan macam shibori, tetapi alhamdulillah Kak Fiko mengarahkan dengan cukup sabar. Sebelum kelas dimulai sudah diingatkan untuk bawa kaos, seprai, tas, atau kain untuk dicelup dan dijadikan shibori. Yang penting kainnya katun jadi mudah menyerap.

Daku cuma bawa 1 kaos warna putih, kaos jadul hasil menang giveaway blog beberapa tahun lalu wkwwkwkwk. Kak Fiko memberi contoh bagaimana sih mendaur ulang kaos dengan tenik shibori sehingga terlihat bagus dan keren, seperti baru. Bahkan beliau juga pakai setelan dengan motif shibori, menjiwai sekali.



Kaos putih bisa dilipit-lipit seperti kipas lalu diikat dengan karet gelang. Ngikatnya harus kencang supaya hasilnya bagus. Nanti motifnya bisa bergaris-garis. Sedangkan jika ingin motif bulat-bulat, maka tinggal ambil sejumput kaos lalu diikat juga dengan karet. Biar lebih kencang ikatannya maka karet bisa diputus, dan diikat lagi agar lebih mantap.

Sesi Pencelupan

Setelah pengikatan maka saatnya sesi pencelupan. Dicelup ke apa? Saatnya mengenal berbagai bahan kimia. Pertama, kaos dikasih cairan warna kuning dari botol yang lalu dituang ke baskom kotak. Isinya adalah campuran Naptol AS + soda as + soda kostik+ air panas (perbandingan 5gr : 2gr : 2gr : 1L). Sengaja dicampur di rumah lalu dibawa di botol, biar praktis saat kelas berlangsung.



Pas awal dikasih tahu ada mini class katanya yang disediain pewarna ungu tapi kok cairannya kuning? Tenang saudara-saudara karena prosesnya belum selesai. Setelah dikasih cairan campuran Naptol maka diberi lagi cairan, campuran antara garam diazo biru +air dingin (perbandingan 15gr : 1 Liter).



Ketika jadi maka baru kelihatan kaosnya berubah jadi ungu! Wah, keren banget! Tinggal dijemur hingga kering, dan Kak Fiko ngasih pesan kalau dicucinya harus terpisah dari baju lain. Baju shibori yang baru jadi akan kena air lalu pewarnanya bisa menyerap ke baju lain, jadi mending dipisah aja.



Dengan teknik shibori maka kaosku yang lama jadi baru lagi. Memang ini keuntungannya, karena hemaat, guys! Sekaligus belajar recycle dan peduli lingkungan.

Apa sih Shibori Itu?

Shibori itu bahasa Jepang yang artinya pewarnaan tekstil dengan mengikat kain. Kalau dalam bahasa Inggris disebut dengan teknik tie dye. Sedangkan bahasa Indonesianya adalah jumputan.



Dengan teknik shibori maka hasilnya berbeda-beda tiap baju. Misalnya nih kalau daku pengen beli selusin kaos putih lalu dicelup, maka hasilnya beda satu sama lain. Meski mirip-mirip tetapi gak 100% sama karena posisi motif kain juga enggak sama. Justru di sinilah uniknya karena motifnya beda, jadi enggak pasaran.

Kelebihan dari pewarnaan dengan Naptol dan campuran garam (yang daku sebut di atas) adalah warnanya bisa bertahan 5 hingga 10 tahun. Kalau wenter mah cuma sebentar sudah luntur. Mewarnainya memang pakai pewarna sintetis karena kalau pewarna alami lebih ribet, kalau prosesnya salah (misalnya kurang kering) malah bisa jamuran!



Kak Fiko bilang kalau lebih mudah untuk mewarnai kain daripada baju yang sudah jadi, karena kaos atau baju jadi memiliki jahitan sehingga bisa agak susah dilipit atau dibentuk bulatan-bulatan. Malah waktu kelas kemarin diajari cara menghitung harga kain, jadi bisa banget dibisnisin. Coba kalau daku bisa jahit sendiri ya?

Kelas Bersama Hamparanrintik  

Teman-teman mau ikut kelas bersama Hamparanrintik? Menghias baju dengan teknik shibori seru banget lho. Misalnya mau arisan RT, arisan blogger, reuni, bisa banget diisi dengan belajar bikin shibori sendiri. Lebih bermanfaat dan menambah skill kita. Selain itu ikut kelas juga bisa untuk refreshing.

Selain kelas shibori ada juga kelas eco print dan kelas-kelas lainnya. Lihat aja di IG: @Hamparanrintik lalu tanya via DM. Aku udah ikut kelasnya, kamu kapan?

 

 

 

 

 

Minggu, 05 Juni 2022

Review Kirana si Nona Brownis, Buku Anak yang Manis

 

Judul: Kirana si Nona Brownis

Penulis: Tanti Arisha

Penerbit: BIP (hanya diterbitkan dalam bentuk ebook)

 


Awalnya saat membaca buku ini daku kecele karena ternyata buku anak-anak, kirain teenlit! Namun gak rugi juga bacanya karena ceritanya cukup bagus. Tanti Arisha berhasil menuliskn cerita anak dengan manis.

Novel anak Kirana si Nona Brownis berkisah tentang Kirana yang membantu ibunya berjualan di kantin sekolah (tentu saat istirahat siang). Sang ibu jualan nasi kuning dan kue brownis istimewa. Biasanya selalu laku diserbu pembeli karena memang enak.



Namun beberapa hari ini jualan ibu Kirana kok sepi ya? Kirana bingung, dia berusaha menyelidiki sebabnya. Ternyata ada penjual donat di depan sekolah yang harganya murah banget dan donatnya diberi topping menarik sehingga menarik minat para murid.

Inovasi Brownis by Kirana

Kirana berusaha agar jualan ibunya laris lagi lalu ia berimprovisasi dengan membuat brownis ubi ungu. Bahannya juga mudah didapat karena keluarganya hobi berkebun dan sedang panen ubi ungu.

Setelah brownisnya jadi, Kirana berpromosi dengan membagi-bagikan sampel secara gratis. Ternyata banyak yang suka. Kirana pun makin semangat untuk membuat brownis, apalagi akan ada lomba memasak kue berhadiah uang cash!

Keteteran

Namun Kirana mulai keteteran karena sibuk berinovasi untuk membuat kue baru. Tugas-tugas sekolahnya terlambat dikumpulkan. Ia juga akhirnya telat masuk sekolah. Ibunya pun menegur dengan halus.

Saat akan mendaftar lomba ternyata sudah ada peserta lain yang membuat brownis ubi ungu! Wah, siapa ya? Akankah Kirana menang? Baca sendiri yuuk.

A Lot of Good Quotes

Tanti Arisha menulis novel anak yang sarat inspirasi tetapi tidakmenggurui. Ada beberapa quote yang daku suka. Pertama: ‘waktu adalah pedang’. Wiih, kalau biasanya time is money, kali ini time is sword. Benar-benar deh kita enggak boleh menyepelekan sang waktu agar tidak merugi lalu dibabat oleh sang waktu sendiri.

Pesan yang daku ingat dalam buku ini juga adalah: jangan menyerah dalam mencapai cita-cita. Apapun cita-citamu, berapapun umurmu, masih bisa dicapai kok. Asalkan mau kerja keras dan tentu saja rajin beribadah.

Buku ini recommended untuk ibu-ibu yang mencarikan bacaan bagi anak usia 6-12 tahun.


Review ini ditulis dalam rangka reading challenge JaneXLiaRC tema bulan Juni: coklat

Selasa, 24 Mei 2022

Berbagai Peluang Ngeblog Bersama IIDN, Nulis Jadi Makin Asyik!

 

Hati yang sempat kuncup mekar kembali. Seperti itulah perasaanku ketika akhirnya menemukan motivasi untuk kembali menulis di blog alias ngeblog. Sejak platform yang menyediakan tempat menulis (sekaligus jualan online) tutup, memang sempat down karena di sana sudah nyaman rasanya. Namun akhirnya aku menemukan cara untuk menulis dan terus menulis, mengisi blog dengan berbagai cerita, tips, dan lain-lain.

Lantas di mana aku menemukan motivasi? Pertama kali aku bangkit dan tahu bahwa ada komunitas penulis kece di Facebook, rasanya bagai mendapat durian runtuh. Pucuk dicinta, ulampun tiba. Grup FB IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) merupakan wadah yang pas untuk ngeblog sekaligus menaikkan semangat untuk menulis di blog pribadiku.

Deg-degan Waktu Join Grup FB IIDN

Ketika masuk grup FB IIDN rasanya deg-degan karena jujur aku belum kenal siapa-siapa. Yang kutahu, IIDN adalah komunitas perempuan penulis yang didirikan oleh Teteh Indari Mastuti. Teh Indari selain jadi penulis juga pebisnis ulung dan namanya amat terkenal di dunia maya.


                                                      Sumber foto: Grup FB IIDN

Pertama-tama aku baru jadi anggota grup FB yang pasif, hanya memberi like kepada link yang ada di sana. Namun lama-lama tertarik untuk membaca blog-blog milik anggotanya dan rasanya bersyukur karena kegiatan blogwalking ini menambah khazanah. Hidup tak jadi membosankan karena cerita-cerita di blog itu jadi hiburan.

Kebiasaan blogwalking di grup IIDN akhirnya memicuku untuk menulis lagi. Peristiwa sekecil apapun bisa jadi bahan tulisan, dan aku jadi belajar bahwa tidak ada yang namanya tulisan jelek (karena masih bisa diedit lagi). Jika sudah menulis maka itu adalah sebuah kebanggaan karena menaklukkan rasa malas, malu, dan sebagainya.

Menulis di blog bisa jadi stress released karena kita bisa curhat dalam bentuk tulisan. Beda jika dipendam saja maka akan lebih mudah emosi. Oleh karena itu aku berusaha untuk menulis di blog dengan teratur. Tulisan-tulisan blogger lain di grup IIDN memicuku untuk menulis dengan lebih baik lagi. Apalagi ketika tahu bahwa kebanyakan blogger menulis sponsored post, wah ternyata ngeblog juga bisa menghasilkan cuan!

Peluang Ngeblog Bersama IIDN

Beberapa bulan ini aku baru join grup WA IIDN dan di sana lebih dinamis serta kekeluargaan. Sama seperti awal masuk grup FB, di grup WA IIDN baru sedikit yang kukenal. Misalnya Ms. Alfa Kurnia, karena kami kenal di salah satu grup lain. Juga Mbak Widyanti Yuliandari, Ketua Umum  IIDN yang kukenal karena pernah ikut giveaway ­di blog beliau.

                                                                  Sumber foto: Pexels

Dalam grup WA IIDN semangat ngeblognya cukup militan. Kegiatan blogwalking juga amat dinamis. Hatiku juga bersorak ketika ada job-job yang diberikan dan hadiahnya adalah sesi belajar!

Hadiah berupa sesi belajar online yang diberikan oleh IIDN membuka peluang untuk menambah wawasan. Bukankah ilmu tidak akan habis? Pengetahuan yang diajarkan akan terus bisa digunakan untuk meningkatkan skill menulis di blog.

Peluang juga muncul ketika ada lomba yang diselenggarakan oleh IIDN. Memang aku belum pernah menang dalam lomba-lomba itu. Namun dari kekalahan itu aku justru belajar bahwa jika ingin menang, maka tak hanya harus menulis sebaik-baiknya. Blogger juga memberikan visual berupa foto, infografis, dll sehingga blognya terlihat menarik di mata para juri.

Yang perlu kusyukuri dari blogwalking di grup WA IIDN adalah peluang untuk mendapatkan jejaring yang lebih luas dan juga teman-teman baru. Rasanya senang ketika bisa kenal dengan blogger Indonesia yang tinggal di luar negeri. Atau, membaca pengalaman rekan blogger yang traveling ke Jepang dengan budget minim, memicuku untuk menabung dan belajar membuat itinerary sendiri.

Terima kasih IIDN karena memicuku untuk bangkit dan menulis lagi di blog. Selain memberi peluang ngeblog agr lebih baik lagi, pertemanan di IIDN juga amat berharga. Semoga muncul peluang-peluang berikutnya agar ngeblog makin asyik.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog: Bangkit Berkarya Bersama Ibu-Ibu Doyan Nulis.

                                                               Sumber foto: Grup FB IIDN

Senin, 23 Mei 2022

Hi Beautiful! These Are 6 Ways to Look Slimmer

Have you ever looked at your wardrobe cupboard and suddenly, blank! You don’t know what to wear today. You have a lot of  dress and t-shirts but you’re afraid to look bigger. Every woman is beautiful in any shape but I am sure that she wants to look slimmer.

A curvy women should know the tricks how to choose outfit, so she looks slimmer. Wearing black outfit is a safe choice, but you can not do it every day because it’s boring. There are some alternative of outfit in a way to look slimmer.

1. Choose Vertical Stripes T-Shirt

A vertical stripes shirts can make ‘illusion’ so you can look slimmer. If you’re getting bored of wearing black T-shirts, then choose vertical stripers shirts as an alternative. You can choose dark colour of stripes, for example black or dark gray. But do not buy any T-shirts with big stripes because you will look bigger! Don’t forget to wear wholesale waist trainer inside the T-shirts to look slimmer.

2. Wear a Dark Pants

Wear a long pants instead of shorts or hot-pants because you will look slimmer and taller. Choose dark colour of pants, for example black, dark gray, or navy blue. Before going into office, you can pick this kind of outfit: dark gray pants, gray blazer, and white shirts. Pick a pointed shoes. You will look slimmer, taller, and stunning.

3. Choose Long Outwear

In autumn or winter, you can wear a long jacket, long cardigan, or trench coat. Long outwear makes you look slimmer. Even in a cold weather, you still be a stylish lady. Long outwear can give an ‘illusion’ so you can look taller.

4. Wear a Waist Trainer



A waist trainer pushes your belly fat and you will look slimmer, instantly. You can get a hourglass figure and feel sexy! Wear it every single day and look at your belly. It can be slimmer and slimmer.

5. Wear a Seamless Shapewear Bra



Seamless shapewear bra can support your breasts so they look good in any age. If you choose a good quality seamless shapewear bra, it can push your back fat and you can look slimmer and beautiful. An underwear can support your daily outfit and choose a good quality one.

6. Wear a Full Body Shaper or Bodysuit

                                                                       Full bodyshaper


                                                                               Bodysuit



If you want to look slimmer instantly, choose a full body shaper or bodysuit. It can push your back fat and tummy fat. You will have a tighter legs because it pushes your legs. So, you can wear your favorite skinny jeans.

Don’t be shy if you’re a curvy woman because real women have curves. You just need a suitable outfit in order to look slimmer, for example wearing a waist trainer. Everything you need to know about Waistdear waist trainer, because it helps you to look slimmer. Choose a dark-colour long pants, a stripes T-shirts, and long outwear. Don’t forget to wear a shapewear bra or full body shaper, so you can look slimmer.  

 

Sabtu, 30 April 2022

Jadi Relawan Adalah Jalan untuk Memberi Manfaat bagi Sesama

Kawan-kawan, pernahkah melihat di tayangan televisi ketika ada bencana lalu relawan datang berbondong-bondong untuk memberi bantuan? Mungkin ada yang bingung, mengapa mereka mau melakukannya padahal jelas pekerjaan itu melelahkan dan tidak ada bayarannya? Untuk memutus rasa penasaran, maka saya mewawancarai salah satu relawan asal Malang yang bernama Tika.

Tika adalah seorang blogger dan di sela-sela kesibukannya ia jadi relawan di sebuah organisasi non-profit. Organisasai itu belum terlalu lama berdiri, baru 2 tahun ini, tepatnya di awal pandemi. Anggotanya adalah mereka yang tergabung dari beberapa komunitas di Malang.

Kegiatan sosial yang dilakukan oleh Tika dan kawan-kawan ada macam-macam. Mulai dari bagi-bagi paket bantuan ke pemulung, tukang becak, dan tukang parkir sampai bakti sosial ke panti lansia dan panti asuhan.  Mereka juga memberi sembako ke pasien corona yang sedang isolasi mandiri. Tika suka berkecimpung di organisasi non-profit ini dan menurutnya sedekah adalah cara termudah untuk menunjukkan kepedulian terhadap orang lain.



Tika merasa senang melakukaan kerja sosial walau kadang terbersit rasa bahwa ia belum bisa melakukan banyak hal untuk sesama. Apalagi jika ada kendala seperti kurang koordinasi antar teman dalam tim. Namun ia optimis akan lebih bisa memberi lagi dan makin kompak saat melakukan kegiatan donasi.

Mengapa Mau Jadi Relawan?

Ketika mewawancarai Tika maka yang paling memantik rasa ingin tahu adalah sebuah pertanyaan ini, “Mengapa kok mau jadi relawan?”

Tika menjawab dengan santai, “Panggilan hati membuat saya jadi relawan.” Jawaban itu membuat hati tersentuh. Ketika tidak ada bayaran sedikitpun, seorang relawan melakukan kerja sosial karena panggilan dari hatinya. Tak hanya fisiknya yang digerakkan tetapi juga sukmanya bergetar untuk memberi bantuan pada sesama, dengan cara memberi waktu dan tenaga. Bukankah ini adalah tanda bahwa Allah yang memanggilnya karena Ia adalah penguasa hati manusia?

Jawaban dari Tika memberi pemahaman bahwa memberi manfaat tidak hanya dengan cara bersedekah harta. Namun juga dengan membaktikan diri sebagai relawan. Ketika kita yang diberi anugerah oleh-Nya dengan tubuh yang sehat maka bisa jadi relawan agar waktu lebih bermanfaat dan sekaligus menambah pahala.

Memang jadi relawan itu capek karena bergerak terus dalam memberi paket sembako dan berbagai bantuan lain. Belum lagi waktu yang dialokasikan untuk penggalangan dana, pembelian sembako, dan pemberian donasi. Namun Tika merasa senang melakukannya karena hidupnya jadi bermanfaat. Benar-benar lelah menjadi lillah.

Memberi Manfaat dengan Jadi Relawan

Sepenggal cerita tentang serba-serbi jadi relawan yang dipaparkan oleh Tika membuat saya merenung. Allah memerintahkan umat-Nya untuk memberi manfaat bagi orang lain dan  itu termasuk ibadah. Jika kita ingin jadi umat yang bermanfaat tetapi belum punya kelebihan harta (untuk berdonasi besar-besaran), maka bisa dengan memberi sedekah tenaga.

Namun kalau sudah sedekah tenaga jangan cuma itu aja ya. Maksudnya jika punya gaji bulanan atau keuntungan bisnis, tetap dialokasikan untuk sedekah uang 2,5%, kalau bisa 10%. Sedekah tenaga bisa melengkapi sedekah uang. Di bulan ramadhan ini selain sedekah kita juga memberi zakat dan merasakan 30 Hari Jadi Manfaat untuk sesama.

Hidup ini terlalu singkat jika berlalu begitu saja. Apakah kita sudah merasa bermanfaat bagi orang lain? Manusia adalah makhluk sosial dan tidak bisa hidup hanya untuk dirinya sendiri. Namun berikan sebagian untuk yang lain, dan contohnya adalah dengan sedekah tenaga. Dengan makin banyak memberi manfaaat bagi sesama maka hidup akan lebih damai.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jadi Manfaat yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”



Minggu, 24 April 2022

Puasa di Hongkong dan Belanda, Seperti Apa Serunya?

 “Boleh puasa enggak?” Itu yang daku rasa ketika melakukan wawancara dengan seorang kawan yang pernah bekerja di Hongkong. Bagaimana tantangan saat puasa di luar negeri? Begitu juga dengan kawan lain yang bertahun-tahun tinggal di Belanda, ramadhannya gimana ya?

Sobat Bunda Saladin pernah merasakan puasa di luar negeri? Daku juga penasaran nih. Yuk kita simak hasil wawancara dengan Kak Ida Raihan (yang pernah puasa di Hongkong) dan Dek Arin Gayatri (yang puasa bertahun-tahun di Belanda).

Puasa di Hongkong, Lancar Bagai Jurusnya Jet Li

Kak Ida Raihan saat ini tinggal di Surabaya tetapi beberapa tahun lalu pernah kerja di Hongkong. Beliau cerita sebenarnya ramadhan biasa-biasa saja, juga bersyukur karena diperbolehkan puasa oleh boss. Eh beneran lho daku pernah baca di sebuah buku kalau rata-rata boss di sana melarang puasa karena takut karyawannya kecapekan, bahkan meninggal!

                                                        Sumber foto: IG @Idaraihan

Kak Ida bersyukur karena dapat kemudahan berpuasa. Apalagi durasi puasa juga relatif singkat, malah lebih awal sedikit daripada di Indonesia. Subuh kadang baru muncul jam 5 pagi lalu maghribnya juga jam 5 sore. Puasa di luar negeri walau jadi minoritas ternyata diberi kemudahan, alhamdulillah.

Untuk sahur juga enggak masalah karena Kak Ida jarang bangun sahur, jadi mengakalinya dengan makan sebelum tidur. Saat berbuka juga cukup minum susu kedelai dan makan snack. Benar-benar woles karena jam makan malam sang bos sekitar pukul 20:00.  Wah senangnya karena bisa buka puasa di luar negeri dengan lancar.

                                                            Sumber foto: Pexels
                                                

Ada satu kejadian lucu saat berpuasa di Hongkong. Kak Ida menjelaskan ke boss kalau baru boleh berbuka saat matahari tenggelam. Jam 9 pagi sang boss teriak-teriak, ternyata matahari tertutup awan, jadi dikira sudah boleh berbuka. Wkwkwk.

Ramadhan Asyik di Belanda

Nah kita geser ke Eropa tepatnya di Amsterdam, Belanda. Arin Gayatri sudah stay di sana selama 11 tahun. Tantangan berpuasa di Belanda jauh lebih besar karena subuh jam 4:45 pagi sementara maghribnya jam 20:30. Cukup lama juga ya, lebih dari 15 jam.

                                                    Sumber foto: IG-nya Arin

Kenapa puasa di luar negeri lama? Ya karena jam subuh dan maghrib berbeda-beda kalau winter dan summer. Kita beruntung karena Indonesia negeri tropis jadi jam subuh dan maghrib relatif sama tiap tahun.

Back to Arin’s story. Karena maghribnya sudah malam maka isya’nya juga lebih lambat (jam 22:30) dan tarawih nyaris tengah malam. Arin baru bisa tidur nyaris jam 12 malam dan ketika bangun sahur penuh perjuangan karena jam 4 kudu melek. Wiih kebayang ngantuknya, mau enggak sahur juga durasi puasanya panjang banget.

                                                             Sumber foto: Pexels

Arin cerita waktu pertama kali puasa di Belanda, penuh perjuangan juga karena saat ramadhan sedang summer. Artinya matahari bersinar lebih lama dan maghrib baru jam 11 malam (nangis lah daku kalau puasa sampai jam segitu).

Bayangkan guys! Subuh jam 3 pagi dan maghrib jam 11 malam berarti puasanya total 20 jam. Diberkatilah mereka yang puasa di Belanda saat summer karena Allah yang menguatkannya. Apalagi isya’ baru jam 00:30 sehingga tarawih pun tengah malam. Sungguh tantangan puasa di luar negeri yang begitu besar.

Meskipun durasi puasa di Belanda luar biasa tetapi Arin tetap bersyukur karena lingkungannya mendukung. Cuaca juga tidak terlalu panas sehingga enggak kehausan. Namun ia kangen dengan suasana ramadhan di Indonesia dan terutama ketika sahur dan berbuka dengan keluarganya di Malang.

 Kalau baca pengalaman 2 kawan yang puasa di luar negeri rasanya bersyukur ya bisa puasa di Indonesia. Namun mereka kuat banget bisa teguh beribadah walau jadi minoritas. Kalau kawan-kawan ada yang pernah merasakan ramadhan di luar negeri?

Kamis, 21 April 2022

Kegiatan yang Bisa Dilakukan di Hari Kartini Tanpa Fashion Show Berkebaya

 Selamat hari Kartini! Bestie, apa masih hafal lagu ibu kita kartini, putri sejati? Sebagai seorang princess maka wajar jika Kartini digambarkan dengan sanggul, kebaya, dan kain jarik. Akhirnya dari tahun ke tahun hari Kartini selalu dimeriahkan dengan fashion show berkebaya.



Padahal hari Kartini bukan sekadar memperingati cara beliau berpakaian. Seharusnya yang ditonjolkan adalah kesetaraan gender karena ajarannya menggambarkan emansipasi. Bukannya berlenggak-lenggok dengan kebaya, karena yang penting adalah isi otak, bukan hanya gincu dan celak. Sebenarnya ada banyak cara untuk memperingati hari kartini tanpa kebaya tetapi tetap menggambarkan perjuangannya.



1.  Lomba Mendengarkan Curhatan

Manusia punya dua telinga dan hanya satu mulut. It means, kita memang sebaiknya lebih banyak mendengar daripada berbicara, ya enggak bestie? Coba deh seru-seruan bikin acara lomba mendengarkan curhatan. Pemanangnya dapat hadiah minyak goreng, eh tapi kalau anggaran terbatas bisa kasih minyak goreng dalam kemasan gelas wkwkkw.

2. Menyumbangkan Buku dan Majalah

Daripada numpuk dan dimakan rayap, keluarin deh koleksi majalah dan buku yang numpuk di rak. Sumbangin aja ke taman baca atau ke anak-anak yang membutuhkan. Kartini masa kini pduli dengan anak-anak yang kadang di rumahnya Cuma punya buku tulis dan LKS.

3. Lomba Tidak Menyentuh HP dan Gadget Lain

Masih mau challenge? Coba bikin lomba tidak menyentuh HP atau gadget lain. Tentu wajib di hari libur ya biar lancar dan bukannya kelabakan karena dicariin pak boss. Cara ini bisa mengurangi kebiasaan scrolling medsos terlalu lama.  Hadiahnya juga terserah, bisa voucher belanja atau minimal gula 500 gram buat bikin kolak.

4. Memasak Takjil Lalu Dibagikan

Kartini masa kini kalau enggak bisa mengajar seperti ibu Kartini yang asli bagaimana? Don’t worry be happy, Kartini bisa bantu sesama dengan membagikan takjil. Sesuai dengan kemampuan saja, kalau anggarannya terbatas ya bikin 5 cup es blewah (misalnya) lalu ditaruh di masjid untuk takjil jamaah.

5. Lomba Memasak Tanpa Minyak

Harga minyak mahal? Bikin saja lomba masak tanpa minyak dalam lingkup RT. Para ibu berubah bagai peserta master chef dengan sutil andalan. Nanti kita bisa nyontek resep semur atau masakan lain yang dibuat tanpa minyak.

Bagaimana, hari kartini sudah ikut lomba atau lempeng-lempeng aja? Yuk jadi kartini modern yang enggak hanya cantik tetapi juga suka tantangan dan hobi berbagi pada sesama.