Rabu, 30 Juni 2021

Tips Daur Ulang Masakan ala Bunda Saladin

 “Mas, sisa lauk aku kasih kucing aja ya?”

“Jangan, Dek! Nih Mas aja yang masak!”

Dengan sigap bapaksuami langsung mengambil ayam sisa dari kulkas lalu dibalur tepung bumbu dan digoreng hingga kering. Ayam itu yang jadi lauk makan siang kami. Alhamdulillah nikmat.

Ya, setelah beberapa hari makan opor dan gak habis-habis (karena dapat kiriman banyak sekali saat lebaran) ayamnya masih sisa dan beliau mencontohkan bahwa makanan yang masih layak makan tidak boleh dibuang, tetapi dimodifikasi.

Setelah kejadian itu akhirnya saya juga belajar daur ulang masakan, seperti contoh di bawah ini:

1. Nasi Kuning

Ada nasi sisa tetapi bosan dijadikan nasi goreng? Jadikan nasi kuning aja. Masukkan nasi di dalam wajan/panci serbaguna lalu beri santan secukupnya, garam secubit aja, kunyit bubuk kira-kira setengah sendok teh, kalau ada kasih 1 batang serai, lalu aduk rata. Masak dengan api kecil. Kalau ada telur ya masukkan saja biar sekalian jadi poached egg ala ala.



2. Kalio Campur Baur

Mengapa campur baur? Karena bahannya tergantung dari stok sisa lauk, wkkwkwk. Kalau ada tempe dan tahu goreng sisa kemarin, potong dadu lalu goreng sebentar.

Belilah 1-2 ati ampela goreng (biasanya di lapak yang jual lauk matang) lalu potong sesuai selera. Masak di panci dengan santan (instan aja biar praktis, misalnya merek Kara dan diberi air secukupnya) dan bumbu rendang BMM (andalan para mama). Masak dengan api kecil.

3. Bakwan Sayur

Ada sisa sop atau capcay? Jangan dibuang ya, kalau misal pas diicip masih enak. Buang kuahnya lalu beri tepung bakwan secukupnya, beri sedikit air, lalu goreng. Jadi bakwan sayur yang enak buat sarapan.



4. Tumis Sayur-Telur

Alternatif lain dari olahan sisa sayur. Kalau sop atau capcay masih enak, buang kuahnya lalu panaskan di wajan. Pecahkan 1 butir telur lalu aduk rata, kalau mau tambah enak bisa ditambah sosis. Enak dimakan bersama saus tomat/sambal.

5. Martabak Daging

Di rumah ada sisa soto daging atau ayam yang sudah dipanaskan berkali-kali? Biar gak bosan, caranya begini: buang kuahnya lalu ambil daging, potong kecil-kecil. Masukkan ke dalam kulit lumpia atau pangsit, beri sedikit kocokan telur. Setelah digoreng, jadi martabak asin yang sedap.



6. Semur Ayam

Kalau ada sisa ayam goreng dan dipanaskan terus dengan cara digoreng kan teksturnya jadi keras. Biar empuk, caranya dijadikan semur saja. Bumbu super simple, hanya bawang merah, bawang putih, garam, merica, dan kecap. Beri air secukupnya.

Nah, gak jadi buang makanan kan? Kita bisa kreatif mengolah sisa makanan yang masih layak konsumsi jadi lauk lain yang sedap. Yuk dicoba.

Postingan ini untuk memeriahkan OWOP grup Blogger Kodew Malang.

 


Minggu, 27 Juni 2021

4 Kue Kering Lebaran Favoritnya Bunda Saladin

 Baru baca judulnya aja udah pengen bikin nastar, wkwkkw. Lebaran emang identik dengan kue-kue kering yang tersaji di meja. Kue mungil nan cantik manis itu bisa jadi rebutan para tamu, oleh karena itu biasanya ada jatah preman eh. Maksudnya jatah sendiri buat orang rumah.

Ngomongin soal kue lebaran, ini beberapa yang jadi favorit di rumah:

1. Nastar

Siapa tak suka kue ini? Nastar adalah kue istimewa yang berisi selai nanas. Masih lekat di ingatan saat makan nastar di rumah Mbah uti, berhias cengkeh dan cengkehnya ikut dimakan juga, wkkww. Eh sebenarnya itu cuma hiasan apa gimana ya? Kayaknya sekarang udah jarng yang jual nastar bercengkeh, tetapi nastarnya glowing atau dibentuk kayak nanas, stroberi, dll.



Dulu pernah sekali bikin nastar, waktu Saladin masih balita. Biar praktis, selainya beli aja. Kalau kata teman-teman yang jualan sih proses bikin selainya lumayan capek ya, bersihin nanas dulu, diblender, dimasak di wajan besar, kasih gula, dll.



Setelah itu bikin adonannya dan tiap kue harus sama besar dan beratnya, makanya sampai ditimbang dulu. Ribet? Iya, makanya kalau beli mahal. Tapi saya belum kapok sih, pengen bikin nastar lagi. Kalau mau bikin, search aja di Google: nastar NCC.

2. Putri Salju

Mengapa kue kering ini dinamai putri salju? Mungkin karena ia berbedak putih seperti salju. Apalagi kalau lapisan gulanya itu yang dingin (mungkin dikasih mint?) Jadi nyess waktu digigit. Saya belum pernah bikin sih, tetapi ada banyak variasi resep. Mulai dari yang biasa sampai ditambah dengan kacang  (dikit) atau kacang mede.



3. Kastengel

Beda dari nastar dan putri salju, kastengel rasanya asin. Jelas asin karena adonan dan toppingnya  pakai keju. Harga kastengel juga beragam, tergantung bahan-bahannya. Kalau pakai keju edam ya jelas mahal.



Eh tapi emang bener lho kalau beli kastengel atau kue kering lain, prinsipnya ada harga ada rupa. Kalau ada kue yang terlalu murah malah patut dipertanyakan, apakah pakai margarin kiloan yang curah? Dll.

4. Kue Kacang

Kurangtahu nih siapa yang bikin kue kacang, tetapi kue ini jelas enak banget! Kalau gak diingatkan, bisa-bisa habis setengah stoples. Kue kacang mungkin kurang populer seperti nastar dan kastengel, tetapi rasanya khas. Gurih kacang berpadu dengan margarin, yummy!



Bagaimana teman-teman, mana kue kering favoritmu? Apakah lebih suka makan kastengel atau malah lebih doyan makan choco chip cookies? Kasih tahu di kolom komentar ya.

Postingan ini untuk memeriahkan OWOP grup Blogger Kodew Malang.



 

 

Kamis, 24 Juni 2021

Waste Management yang Mudah dan Anti Pusing

 Apa sih sebenarnya waste management? Sesuai dengan kamus, maka waste management adalah sebuah usaha untuk mengelola sampah, agar tidak bercampur-baur dan kacau. Mengapa sampah harus diatur? Bisa untuk memudahkan kerja pak sampah dan pemulung, lalu jika ada pengelolan sampah, lebih ramah pada lingkungan karena tidak dibuang sembarangan.



Berikut ini cara-caranya:

1. Simpan Minyak Jelantah

Minyak jelantah jangan dibuang gitu aja ya, tetapi simpan di botol air mineral bekas. Biasanya bisa didaur ulang, tetapi kalau kawan-kawan belum bisa caranya, cari saja Bank sampah atau lembaga yang menerimanya. Lumayan lho, di Malang bisa dihargai 5.000 rupiah seliternya.

2. Pisahkan Sampah di Dapur

Ada berapa tempat sampah di dapur? Kalau bisa minimal dua ya, yang satu buat tempat sampah mudah terurai, sedangkan yang satunya untuk sampah yang sulit terurai. Misalnya untuk kulit kentang, daun pisang, di tempat sampah warna hijau. Sedangkan untuk kertas pembungkus tempe, plastik, dll masukkan di tempat sampah yang lain.

Untuk sampah yang mudah terurai bisa dijadikan kompos (silakan googling caranya) tetapi kalau susah ya sudahlah, buang saja.

3. Sampah Limbah

Sampah yang masuk dalam kategori ini adalah baterai bekas, catridge yang rusak, dll. Jadi pisahkan di dalam tempat sampah atau kresek yang lain ya, karena kalau dibuang sembarangan juga takutnya merusak lingkungan.



4. Sampah Beling/Kaca

Bagaimana jika tak sengaja menyenggol piring atau gelas? Jangan dibuang begitu saja, takut melukai orang lain. Caranya, bungkus dengan plastik atau kresek, kalau bisa 2 lapis ya. Lalu ambil lakban dan ditutup erat dan beri label bertuliskan ‘sampah kaca, berbahaya’.

Cara waste management cukup mudah kan, ya? Jangan pusing dulu, karena kalau biasa memilah sampah akan langsung plung-plung alias gercep memasukkan sampah ke tempat yang berbeda, sesuai dengan kategorinya.

Postingan ini untuk memeriahkan OWOP grup Blogger Kodew Malang.




 

Bagaimana Cara Home Decor untuk Rumah Mungil? Yuk Simak Tipsnya

 

Home decor adalah seni menghias rumah dan tidak harus rumah mewah ya,  friends. Walau rumah kita mungil, tetapi bisa banget dihias agar makin cantik dan ningkatin mood saat work from home. Nah kali ini saya mau bagi tips menghias rumah untuk hunian yang mungil. Maklum rumah yang dihuni sekarang kamarnya cuma ada 2 dan luas tanahnya +- 72 meter.

1. Sesuaikan dengan Selera

Sobat Bunda Saladin suka gaya apa? Klasik, elegan, simple, futuristik, atau yang lain? Sesuaikan saja tema home decor dengan kesukaan. Misalnya untuk gaya tradisional-klasik, bisa pilih meja dan kursi ruang tamu berbahan jati dan sarung bantalnya bisa bermotif batik atau wayang warna kecokelatan. Kalau senada gini kan keren dan gak tabrak warna.



2. Bikin Sendiri

Barang-barang untuk home decor gak harus mahal karena kita tuh bisa bikin sendiri, cari saja idenya di Pinterest atau Instagram. Blogger kenamaan di Malang- Mbak Ivone alias Mama Biru juga sering bikin sendiri, jadi kepoin aja akun media sosialnya. Malah kita bisa lebih cinta bumi karena mendaur-ulang barang bekas jadi home decor yang baru.



3. Jangan Paksakan

Kalau bapak suami atau anak-anak kurang suka dengan gaya home decor tertentu ya, sudahlah. Di kamar pribadi atau kamar anak-anak, jangan pakai style itu. Namun pakai saja warna tembok yang netral misalnya putih dengan penghias yang minimalis. Daripada berantem?

4. Sesuaikan dengan Ukuran Rumah

Jika rumahnya mungil maka ukuran home decor jangan yang besar-besar. nanti malah kontras dan terlihat aneh. Sesuaikan saja, misalnya pigura ukuran A5, bantal untuk sofa yang berukuran mini, dll.



5. Pakai Efek Pantulan Cermin

Jika ingin efek ruangan yang lebih besar maka pakai saja efek pantulan cermin untuk mengakalinya. Pasang cermin yang tinggi di salah satu sudut ruang tamu, dan bisa sekalian buat ngaca sebelum cuss OTW keluar rumah, kan?



Bagaimana, mudah bukan menata ruang dan menghiasnya dengan teknik home decor? Tak harus mahal, pakai saja barang-barang di rumah untuk didaur ulang. Misalnya botol air mineral bekas diisi biji kacang hijau dan kacang merah, lalu di tengahnya diberi setangkai bunga imitasi, dll. Yuk tata rumah, walau ukurannya mungil tetapi isinya indah.

Postingan ini untuk memeriahkan OWOP grup Blogger Kodew Malang.



Jumat, 04 Juni 2021

Berteman dengan Anak, Mengapa Tidak?

 Hai sobat Bunda Saladin bagaimana kabarnya? Semoga sehat-sehat saja ya. Nah kali ini saya mau bahas mengenai ‘berteman dengan anak’. Menjadi orang tua memang pekerjaan yang cukup menantang, karena kita tidak bisa seenaknya dalam mengasuh.



Dua Jenis Pola Asuh

Selama ini kita hanya kenal 2 pola asuh: saklek (strict) dan memanjakan. Pola asuh yang sangat keras, terlalu disiplin, penuh perhitungan, bahkan sedihnya ada yang main tangan juga, me. Namun hasilnya menyedihkan, karena anak selalu dituntut untuk jadi sempurna. Kemungkinannya ada 2: anak jadi pribadi yang keras dan pemberontak atau kebalikannya, ia jadi cengeng, bingung dalam memilih, dan over-sensitif karena selalu ditekan oleh orang tuanya.



Sedangkan pola asuh kedua sangat berkebalikan. Anak dilayani bagai raja/ratu dan sangat dimanjakan, karena semua keinginannya terpenuhi. Sounds familiar? Bisa jadi orang tua model ini sangat sayang sampai segitunya ke anak, karena dulu ia tidak bisa mendapatkan barang yang diinginkan. Akibatnya, sekarang saat punya banyak uang, anak minta apa saja ya dikasih.

Sebenarnya pola asuh anak yang terlalu memanjakan juga gak baik, karena anak jadi terlambat untuk mandiri. Ia tidak terbiasa melakukan pekerjaan rumah tangga yang sangat ringan, misalnya mencuci piring dan gelasnya sendiri. Bahkan ada lho yang menaruh piring bekas makannya di wastafel saja malas. Aduh!

Berteman dengan Anak

Nah, ada jalan tengahnya yaitu pola asuh yang demokratis. Anak tetap disayang, didengarkan pendapatnya, mendapatkan curahan perhatian, tetapi ia juga harus melakukan kewajiban seperti membantu ibu mencuci, merapikan kamar sendiri, dll. Inilah pola asuh terbaik, karena mendidik anak jadi disiplin tanpa kekerasan fisik dan verbal.



Pada pola asuh demokratis, anak diposisikan sebagai teman. Jadi ia akan percaya pada orang tuanya dan tanpa takut bercerita tentang apa saja. Mengapa harus jadi teman? Karena kita tahu sendiri pergaulan anak muda sekarang agak ngeri. Lengah sedikit saja sudah ada godaan narkoba, minuman keras, dan hal-hal negatif lainnya untuk anak.

Jika orang tua memposisikan diri sebagai teman, maka anak akan bahagia. Ia tidak akan melampiaskan kekesalannya di luar dengan cara balapan liar misalnya. Karena ia tahu bahwa sang mama dan papa bersikap demokratis dan mampu mengarahkan tanpa emosi dan marah-marah.

Sharing With Zata Ligouw

Nah beberapa hari lalu saya berkesempatan mengikuti Virtual Saturday Fest di Zoom dengan salah satu narasumber kece: Zata Ligouw. 



Mom selebgram ini menceritakan bagaimana hubungan beliau dengan anak-anaknya yang sudah remaja. Misalnya saat anak ngumpet di kamar, tidak boleh berteriak agar ia keluar, karena ia malah jadi malas. Namun ambil saja HP lalu kirim pesan WA. Biasanya anak akan mau menurut.



Zata berpesan untuk jadi orang tua gaul yang melek digital, karena anak sekarang lebih sering berinteraksi di dunia maya. Jadi mereka bisa diarahkan untuk menekuni bidangnya dan mencari hobi yang bermanfaat, dan semua bisa ditemukan dengan mudah via tutorial di internet.

Sesi Bersama Psikolog Alia Mufida

Selanjutnya ada pemaparan dari ibu Alia Mufida, seorang psikolog handal. Beliau menjelaskan tentang kesehatan mental. Jadi anak tak hanya diperhatikan fisiknya tetapi juga mentalnya. Jangan sampai anak terlihat tidak apa-apa ternyata menyimpan luka hati yang terdalam dan akhirnya trauma.

Berikut ini beberapa slide dari beliau:




Sesi Bersama Bapak Haidar Bagir

Next, ada penjelasan dari Bapak Haidar Bagir sebagai Ketua Yayasan SMA Lazuardi. Beliau berpesan bahwa every kid is special, jadi sudah tidak zamannya lagi anak harus berpikiran yang sama seperti zaman dulu. 



Justru sekarang mereka didorong untuk menunjukkan keunikan dan keistimewaan masing-masing. Tugas orang tua mengarahkan dan mencarikan sekolah yang tepat, agar mereka bisa jadi pribadi yang percaya diri dan tentu bahagia.

SMA Lazuardi

Pernah dengar nama SMA Lazurdi? Sekolah ini terkenal karena menerapkan sistem hybird, artinya murid tidak full berada di sekolah (karena masa pandemi) tetap pembelajarannya jarak jauh. Nah jangan khawatir, walau sekolah online tidak hanya berisi tugas, PR, dll. Namun tiap pengajar mentransfer ilmu dengan sepenuh hati, agar para murid makin cerdas.



Keunggulan dari SMA Lazuardi adalah murid bisa atur sendiri jadwalnya, karena kan sekolah online. Selain itu, kalau tidak sekota dengan sekolah ini, tetap bisa daftar karena belajarnya juga melalui sistem daring.

SMA Lazuardi mendorong murid agar berani dan memaksimalkan potensi terbaiknya. Jadi mereka tak hanya belajar secara akademik, tetapi juga belajar di ekstra kulikuler. Salah satu murid Lazuardi yang jadi pengisi acara adalah Segaf. Di usia muda ia sudah menang lomba story telling di Depok dan aksen British-nya bagus sekali.

Yuk, parents yang berminat bisa langsung cuss ke media sosial SMA Lazuardi di Instagram @smapintarlazuardi dan Facebook: SMA Lazuardi.

Rabu, 12 Mei 2021

Lebaran di Prancis, Apakah Semanis Kukis?

Hai sobat Bunda Saladin, selamat lebaran ya! Semoga ibadah kita di bulan puasa diterima oleh-Nya. Beneran, puasaan ini gak kerasa banget, tahu-tahu udah mau lebaran aja.

Khusus lebaran ini saya mau nulis tentang berlebaran di Prancis. Kemarin udah wawancara mbak Ismah, seorang WNI yang bermukim di sana selama 25 tahun.



Seperti apa sih lebaran di Prancis? Yuk kita simak wawancaranya.

Avi (A):  Kalau lebaran, salatnya di mana?

Ismah (I): Kalau lebaran saya dan anak-anak Sholat di masjid dekat rumah. Masjid kami besar dan megah. Nih ya saya lihatin foto mesjidnya. (keterangan: Mosquee de Tremblaay Umtref).



A: Seperti apa nuansa lebaran di Prancis?

I: Nuansa lebaran di Perancis: di jalanan banyak muslim/muslimah memakai pakaian muslim, lelaki biasa pakai baju putih panjang yang seperti di Mekkah.  Setelah Sholat Idul Fitri, ya sepi lagi.

A: Seperti apa halal-bihalal di KBRI?

I: Ada halal-bihalal di KBRi yakni di kediaman Pak Dubes (rumah besar). Saya sejak 1996 belum pernah ikut halal-bihalal, hihi, selalu ada halangan. Tapi kalau bukber saat Ramadhan (sebelum ada corona), saya dan anak-anak ikut bukber di KBRI Paris setiap Sabtu (bukber seminggu sekali).

A: Apakah Rani dan kakaknya mengenal tradisi baju lebaran?

I: Rani-Aïcha sama Abram nggak mengenal tradisi baju lebaran, kalau Rani yang namanya baju hampir tiap bulan beli,hihi. Abram nggak merhatiin baju, dia sibuk belajar terus.



Keterangan: Mbak Isma punya 2 anak di Prancis, yakni Rani-Aicha yang cantik dan kakaknya Abram yang gagah.



A: Apakah yg paling dirindukan dari lebaran di Indonesia?

I: Saya tidak begitu merindukan lebaran di Indonesia karena sudah terbiasa jauh dari keluarga. Sejak lulus SMP saya pindah dari rumah orang-tua untuk melanjutkan sekolah ke Yogyakarta. Jadi saya ini tidak terlalu akrab dengan suasana lebaran/ngumpul keluarga. Hihi.Kalaupun kangen, saya tuh kangen ama Nenek saya (dari fihak ibu), tapi beliau juga sudah meninggal ...

A: . Di perumahan mbak Ismah kan penghuninya beragam. Apakah mereka tahu bahwa ada lebaran?

I: Ya, mereka tahu kalau ada lebaran, khabarnya mereka akan bikin barbeque nanti. Ooh kalau soal pesta sih mereka selalu tahu.

Tambahan:  Nah, ini barusan rapat di perumahan buat Idul Fithri. Pestanya nanti hari Ahad

Directris ngasih € 250 buat makan-makan 14 keluarga. 1 € itu Rp 15.000,- lebih. Jadi kurang-lebih 4 juta Rupiah.

Alhamdulillah. Begitulah keadaan di Perancis. Tapi tidak semua perumahan seperti ini...

Keterangan: Mbak Ismah tinggal di perumahan, maksudnya 1 rumah besar yang terdiri dari banyak penghuni. Kamarnya layak dan mendapat ada aturan bagi penghuninya. Jadi di bayangan saya seperti asrama gitu.



A: Apa kendala berlebaran di Prancis?

I: Kendala lebaran di Perancis kalau kita sedang kerja. Ya jadinya nggak bisa ikut Sholat Id. Saya pernah nangis di bus pergi kerja ke restorant, di jalan orang-orang pergi ke mesjid, bahkan di bus itu ada penumpang pakai baju lebaran. Setelah tahun itu, saya nyiapin minta cuti sebelum hari lebaran.

Wah cerita lebaran di Prancis menarik sekali ya. Ternyata di sana ada juga komunitas muslim, karena Mbak Ismah cerita ikut pengajian. Semoga para sobat Bunda Saladin jadi nambah pengetahuannya akan dunia dan juga semoga kita bisa sama-sama traveling ke Prancis.

 

 

 


 

 

 

Sabtu, 08 Mei 2021

Bagaimana Memilih Sekolah di Masa Pandemi? Pilih yang Terbaik untuk Buah Hati

 Hai sobat Bunda Saladin, apa kabar? Tak terasa kita telah menjalani pandemi selama setahun. Dalam setahun ini, anak-anak menjalankan sekolah daring. Lantas kalau mau mendaftar ke SMA, apakah masih galau karena nanti sistemnya via online juga?

Sebenarnya sekolah online asyik saja sih, tetapi yang paling dikhawatirkan adalah minimnya interaksi. Untuk anak SMA sebenarnya sudah bisa belajar mandiri, tinggal mengarahkan saja agar ia mau tekun mengerjakan tugas. Namun ada sedikit kegalauan di hati para orang tua, semoga nanti SMA yang dipilih bisa menjalankan sistem belajar jarak jauh yang efektif dan benar-benar mencerdaskan tiap muridnya.

Solusi untuk Murid yang Butuh Interaksi di Sekolah

Memilih sekolah jangan sembarangan, karena akan berpengaruh bagi mood anak saat belajar. Saat keadaan sudah agak aman, maka mommy bisa memilih sekolah dengan sistem blended learning alias campuran antara pembelajaran daring dengan tatap muka. Namun saat belajar langsung di gedung sekolah, sudah aman karena menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Jangan khawatir mommy dan parents karena saat ini sudah ada SMA Pintar Lazuardi yang menawarkan sistem blended learning. Jadi anak bisa belajar dengan aman di rumah sekaligus berinteraksi dengan teman-teman dan gurunya di sekolah. Karena manusia adalah makhluk sosial, bukan?

Kelebihan SMA Pintar Lazuardi

Beruntung saya bisa berkesempatan mengikuti virtual open house SMA Lazuardi, dan ada Bapak Haidar Bagir sebagai pembina di sekolah tersebut. Pak Haidar yang juga seorang pemimpin di sebuah penerbitan besar memaparkan visi dan misi SMA Pintar Lazuardi.

Menurut Pak Haidar, SMA Lazuardi ini menawarkan ekstra kulikuler yang lebih beragam. Mulai dari ekskul musik, tari, pramuka, badminton, sampai catur.  Wah asyik sekali ya, karena para murid akan bisa menyalurkan bakat terpendamnya di bidang seni atau olahraga.

Pak Haidar menambahkan, tiap murid yang masuk ke SMA Pintar Lazuardi akan dianalisis, jadi akan bisa tahu apa sih bakat dan minatnya. Efeknya, saat lulus ia akan tahu passion-nya dan bisa mencapai cita-citanya lebih cepat. Selain itu, untuk mendukung pembelajaran, dalam sekelas dipegang oleh 2 guru.

Sistem Blended Learning di SMA Pintar Lazuardi

Kelebihan utama dari SMA Pintar Lazuardi adalah sistem blended learning, yakni campuran antara pembelajaran online dan tatap muka. Saat siswa belajar di rumah secara online, akan mengikuti sistem bernama LMS (Learning Management System) yang diberi nama PINTAR (pedagogycal intelligence artchitecture).

Sekolah online tak hanya memberi tugas yang membosankan seperti di tempat belajar lain yang konvensional. Namun, akan ada project based learning. Sehingga para murid akan lebih banyak melakukan praktik daripada teori. Anak-anak mommy dan parents akan distimulasi otaknya sehingga makin kreatif.

Selain itu, saat sekolah online juga ada interaksi yang positif dan intensif antara para murid dan guru. Tidak hanya ceramah 1 arah dari guru, tetapi ada ruang diskusi. Sehingga mereka akan merasa dihargai dan belajar untuk mengungkapkan pendapatnya.

Sesi Belajar Offline

Sementara untuk sekolah offline, diadakan seminggu sekali. Kegiatannya antara lain pengembangan karakter, keterampilan sosial, mentoring, coaching, dan bimbingan karir. Untuk bimbingan karir juga tak main-main, karena lengkap: fotografi, desain grafis, motion graphic, public speaking, music techno, sampai digital marketing.

Wah anak-anak akan diarahkan jadi penguasa teknologi dan mengembangkan minat dan bakatnya. Mereka akan diarahkan jadi techno-preneur. Apalagi saat ini memang kita dituntut untuk menguasai dunia digital dan memiliki setidaknya skill untuk mendesain di komputer.

Untuk belajar offline, dilaksanakan di SMA Pintar Lazuardi di kota/kabupaten Depok, Purwakarta, Solo, Lampung, Makassar, dan Tangerang Selatan. Wah cukup banyak juga ya sekolahnya.

Bagaimana mommy? Sudahkah memilih sekolah terbaik untuk buah hati? Di saat mereka menginjak masa remaja, maka sebaiknya pilihkan SMA terbaik, yang tak hanya berorientasi pada nilai. Namun juga menghargai hasil jerih payah para murid. Juga, murid diberi bekal berupa keterampilan di dunia maya, sehingga mereka tidak gaptek. Malah memanfaatkan teknologi untuk mencari uang.

SMA Pintar Lazuardi siap menerima anak-anak mommy and parents dan mereka diarahkan jadi murid yang tak hanya cerdas, tetapi berkepribadian positif. Sekolah islam modern ini akan membuat mereka betah karena sistem belajarnya yang menyenangkan dan dijamin tidak membuat stress.

Senin, 29 Maret 2021

6 Blogger Paling Kece Versi Bunda Saladin

Hai semua apakabar? Semoga kita tetap waras di tengah pandemi ya. Jujur udah setahun dan rasanya makin edan kalau otak gak diisi dengan hal-hal yang berguna, salah satunya ngeblog. Bagi blogger tentu sering blogwalking dan berjejaring dengan sesama blogger, baik dari dalam maupun luar negeri.

Siapa blogger favoritku? Jujur ya, sebagai blogger yang jarang blogwalking (kecuali kalau ikut list BW di grup WA), maka referensi blogger favoritku gak banyak-banyak amat. Alias yang dibuka blog itu lagi-dan-lagi. Namun, setelah tahu ada challenge-nya mbak Eno dan diperbolehkan kasih rekomendasi lebih dari 3 blogger favorit, akhirnya ketemu nama-nama di bawah ini.

1. Fanny Fristhika Nila

Blog Mbak Fanny bernama D’cat Queen dot com dengan logo kucing ungu yang imut. Baru buka blog, kita langsung disuguhi 2 pilihan: di bagian kanan ada tulisan ‘Let’s Taste the Food’ dan di kiri ‘Let’s See the World’. Blog ini memang khusus berisi artikel  traveling dan review makanan.



Kalau klik yang kanan ada pilihan foto dan keluarlah berbagai tulisan tentang review makanan, mulai dari kikil pedas, kepiting nyinyir, sampai lobster. Mbak Fanny memang suka banget spicy food dan kalau ada menu baru yang rasanya pedas pasti langsung komen ke FB beliau, “Mbak, sudah nyoba ini kah? Jadi ingat Mbak deh.” Oh ya, makanannya ada yang dari luar, maksudnya pas beliau traveling sekalian review gitu. Saya jadi penasaran gimana rasanya ayam percik Malaysia, steak daging  (Hida beef) kualitas tinggi di Jepang, dll. Bikin encess.


steak yg bikin mupeng



Kalau kita klik yang kiri, ada banyak tulisan tentang traveling. Ini nih yang paling asyik, bisa jalan-jalan virtual melalui blog mbak Fanny. Ada review berbagai hotel dan negara-negara yang pernah beliau kunjungi. Pembaca bisa tahu kalau di Arab ada daerah bernama Thaif yang sejuk, suasana di Yangon yang unik karena banyak penduduk asli yang pakai sarung, sampai keadaan asli di Korea Utara! Dari travel blogger yang saya kenal, kayaknya baru Mbak Fanny yang berani traveling sampai ke sana. Ternyata asyik-asyik saja, asal taat pada aturan.



Mbak Fanny juga ramah, selalu balas DM dan saling komentar di FB. Someday moga bisa kopdar langsung ama beliau. Yang paling mencengangkan, beliau dengan tegas bilang kalau tidak pernah menerima endorse! Hah? Hari gini. Padahal kalau dapat endorse pasti fee per post bisa gedee, secara penggemarnya banyak. Mengapa no endorse? Tanya beliau sajalah.

2. Annisast

Annisa yang blognya bernama Annisast  dot com juga blogger kondang yang awalnya mengisi blog dengan konten parenting tetapi belakangan lekat dengan image financial blogger (dan sudah bersertifikat lho! Penasaran semoga someday bisa ikut kelasnya). Tahu blog ini waktu BW ke blognya Gesi a.k.a Grace Melia karena mereka berdua sohiban sampai bikin proyek buku bareng.



Annisast basicnya emang penulis buku, wartawan, dan kuliahnya jurnalistik, jadi tulisan-tulisannya mengalir dan menghibur. Paling keren tuh pas beliau liputan langsung ke kediaman alm Eyang BJ Habibie, (tetapi tulisannya di web perusahaan ya, bukan blog). BTW beliau juga ramah dan selalu balas DM.

Back to her blog. Blogpostnya kadang pendek, kadang judulnya juga tak kalah pendek, tapi tetap asyik dibaca. Kalau lagi insomnia, saya BW ke sana dan baca tulisannya dari awal (waktu baru mau nikah ama JG), ampe saat ini (saat Xylo-anaknya- sudah SD). Isi blognya ada cerita mengapa Xylo dimasukkan ke daycare sejak baby, ocehan Xylo, pengalaman sunatnya, dll. Dulu Annisa pernah bilang kalau beliau ngeblog karena suatu saat bisa dibaca lagi di masa depan. Bener juga ya, sesimple apapun tulisan bisa jadi memori dan blog adalah diary online yang kadang bikin ketawa sendiri kalau dibaca-baca lagi.

3. Nurul Rahma

Mbak Nurul saya kenal di walah satu WAG blogger dan...setelah baca blognya, baru tahu kalau beliau pernah nulis serial (cerbung) dengan genre chic-lit di sebuah majalah internal. Uwoo keren banget bisa nulis non fiksi dan fiksi sekaligus.



Blog mbak Nurul bernama Bukanbocahbiasa dot com. Gaya menulisnya asoy geboy ala arek Suroboyo yang blak-blakan (dan memang beliau bermukim di sana). Cenderung to the point tapi tetap menarik untuk disimak. Seperti pengalaman me time saat pandemi, sampai cerita saat diundang oleh Google ke kantornya San Fransisco! Recommended banget dah.

4. Edwin Lives4ever

Bang Edwin adalah blogger yang saya kenal sejak dahulu kala saat ngeblog di Multiply. Karena platformnya sudah almarhum, maka beliau bikin blog dengan nama Edwinlives4ever dot com. Yang paling menarik, semua artikel ditulis dalam bahasa inggris. Jadi kalau buka blognya sekalian nambah vocab deh.



Blog Bang Edwin berisi berbagai macam tulisan mulai dari pemikiran beliau sampai beberapa gambar yang dibuat. Ya, beliau emang pintar sekali menggambar dan portfolionya ada di DeviantArt (sayangnya beliau tak punya akun IG). Dulu juga pernah diberi hadiah berupa gambar wajahku. Daan, terakhir blogpostnya setahun lalu. Lagi hiatus sepertinya.

5. Grace Melia

Grace Melia yang ngeblog di gracemelia dot com adalah blogger yang juga kondang dengan konten parenting dan saya suka sekali baca cerita tentang 2 anaknya: Aiden dan Aubrey (Ubii). Dari blognya, banyak orang belajar kesabaran bagaimana cara merawat Ubii yang anak istimewa. Selain itu, Gesi juga sering kasih bonus file PDF yang bisa diunduh, isinya ada permainan edukasi, dll.



Yang paling menarik di blognya Gesi adalah ada juga tulisan Mas Adit (suami beliau). Mas Adit punya kolom bernama Diari Papii Ubii dan isinya macam-macam. Mulai dari pengalaman play therapy sampai mengapa beliau memutuskan untuk off IG dan FB. Walau bukan full time blogger, tetapi tulisannya bagus, karena referensi buku bacaannya banyak. Jadi kalau buka blog Gesi dapat combo, tulisan beliau sekaligus suaminya.



6. Bunda Julie (alm)

Last but not least, blog yang masih favorit adalah di bundel-jandra22 dot blogspot dot com. Milik mendiang Bunda Julie Utami. Beliau juga saya kenal saat masih ngeblog di MP, dan hebatnya walau sering masuk RS (karena survivor cancer) tetapi tetap semangat menulis. Setelah beliau tiada, blog sempat diteruskan oleh salah satu anaknya.



Di blog ini ada cerita sehari-hari, bagaimana beliau merawat 2 anak laki-laki yang sudah dewasa, pengalaman mengurus pengobatan cancer, dll. Dari cerita-cerita di blog, betapa alm bunda Julie tidak pernah menyerah terhadap penyakitnya, dan masih tetap ceria. Beliau dulu juga ramah dan menganggap semua kawan blogger sebagai keluarganya sendiri.

Wah banyak juga ya tulisanku nih udah hampir 1.000 kata. Intinya, ngeblog selain latihan menulis juga bisa nambah teman dan ajang silaturahmi. Menulislah tanpa memusingkan keywords endebre-endebre dan tulisan lebih abadi. Buktinya tulisan alm Bunda Julie masih ada sampai sekarang walau penulisnya sudah almarhumah. Bagaimana, siapa blogger yang jadi favoritmu?

Sabtu, 27 Februari 2021

Blessing February: Aku Menikmati Bulan yang Penuh Kesyukuran

 Hari demi hari berlari, tak terasa sudah bulan februari. Hampir 60 hari di tahun 2021 membuat saya bersyukur karena masih dikaruniai kewarasan. Karena untuk menghadapi pandemi ini butuh sehat lahir batin, bukan?

Februari ini masih musim hujan, dan Kota Malang dilanda kesejukan yang membuat tubuh terasa nyaman. Saat minum teh di sore hari, saya merasa Tuhan maha baik karena memberi banyak hal yang bisa disyukuri. Namun saya tuliskan 3 yang paling membuat hati bahagia.

1. Menulis di Luar Zona Nyaman

Jujur, comfort zone saya tuh menulis non fiksi, baik itu tulisan ringan di blog, review buku dan film, opini, dll. Namun saya juga suka nulis fiksi, meski sebatas flash fiction dan cerpen, kalau ada idenya. Itupun biasanya ditulis berdasarkan pengalaman sendiri atau pengalaman teman-teman (tentu dengan seizin mereka).



Akan tetapi, februari ini berbeda. Saya mengikuti challenge di sebuah grup kepenulisan di FB, dan ternyata tantangannya wow banget. Memang dibagi per kelompok 20 orang, tiap author hanya nulis maksimal 3.000 kata, dan di-upload tiap hari sabtu. Namun yang bikin dahi berkerut adalah temanya. Di minggu pertama sudah alamak! Karena harus nulis tentang fiksi sejarah.

Setelah menonton live di grup FB dari Pak Iksaka Banu (penulis novel sejarah), lalu lanjut riset. Baca buku sejarah Prancis (karena dapat setting penyerangan penjara Bastille), baca Wikipedia, nonton film Marie Antoinette. Akhirnya ternyata bisa nulis cerpen fiksi sejarah! Benar-benar keluar dari zona nyaman saya yang sukanya nulis romance atau cerita komedi.

Keluar dari zona nyaman ternyata tidak mengerikan, malah menambah adrenalin. Kalau tak dicoba, tak tahu rasanya. Jadinya makin semangat menulis dan belajar untuk berkarya dengan berbagai genre.

2. Menggambar Lagi

Karena menulis sudah saya jadikan profesi, maka saya butuh hobi lain untuk pelampiasan emosi. Memang kalau dari hobi jadi profesi itu menyenangkan, namun lama-lama jenuh juga bermain dengan kata-kata. Akhirnya saya mau melemaskan tangan dan berkarya lagi di atas kertas putih.



Beruntung saat beres-beres kamar lama di rumah Mama, saya menemukan guntingan dari sebuah tabloid jadul (yang mau dijadikan kipling). Isinya tutorial menggambar anime, mulai dari gerak kepala, cara menggambar postur tubuh manusia, dll.



Akhirnya saya langsung ambil kertas dan cat air, sret-sret! Jadilah sebuah lukisan sederhana tapi membuat hati lega, karena bisa menggambar lagi dengan bebas.

3. Makan Enak dan Irit di Akhir Bulan

Akhir bulan makan apa? Bagi saya, akhir bulan makan telur ceplok itu sudah istimewa. Namun kalau adanya tempe dan tahu juga seharusnya disyukuri, karena masih mendapatkan makanan layak untuk hari ini. Agar tidak bosan, tahu saya olah jadi sapo tahu (tanpa seafood, wkwwk). Kalau tempe ‘disulap’ jadi steak tempe saus jamur.



Makan steak walau berbahan dasar tempe ternyata enak juga. Menu murah meriah tapi bergizi, dan juga variasi agar tidak digoreng garing melulu. Steak tempe saus jamur ditambah selada keriting (gak nyambung ya? Wkwkwk) sudah memuaskan selera saya.

Inilah 3 hal yang membuat saya bahagia di bulan februari. Ternyata bahagia tak harus mahal, karena letak kebahagiaan ada di dalam hati. Dengan penuh kesyukuran, februari berlalu dengan sangat indah. Semoga di bulan maret ada kejutan manis yang menanti.

Blogpost ini diikutsertakan dalam CR Challenge #2 by CREAMENO.

Jumat, 15 Januari 2021

Review Film Teachers, Tontonan Lucu untuk Seluruh Keluarga

Film yang lucu bisa jadi hiburan bagi anak-anak maupun orang tua. Karena saat menontonnya, kita jadi rileks dan bahagia. Nah kali ini saya mau me-review film bergenre comedy-action berjudul Teachers. Film ini baru saja dirilis 8 januari 2021, dan durasinya 80 menit. Asyik banget ditonton sekeluarga.



Mari kita lihat cast-nya. Tokoh utamanya, Agnes, diperankan oleh Yova Gracia. Sedangkan tokoh pendampingnya ada Estelle Linden yang bermain sebagai Meg dan Rizky Mocil yang berperan sebagai Pak Guru Tulus. Ada pula aktor lain yang terkenal, seperti Tarzan, Gary Iskak, dan Epy Kusnandar. Sementara figurannya cukup banyak, yakni Tyas Mirasih, Indra Bekti, Aming, dan Candil, wah bertabur bintang.

Cerita Film Teachers

Film yang disutradarai oleh Sarjono Sutrisno ini bercerita tentang Agnes, seorang polwan yang terobsesi mengejar penjahat. Padahal ia bertugas sebagai polantas. Namun terlalu bersemangat untuk mencokok para kriminal, karena terobsesi oleh kehebatan Bruce Willis dalam film-filmnya.



Agnes lalu dipindahtugaskan untuk menyamar di sebuah SD internasional, karena di sana ada laporan tentang gembong narkoba yang bersembunyi di dalamnya. Wanita tomboy ini langsung bersemangat untuk menyelesaikan misi. Ia pun melamar jadi guru, dan saat diwawancarai oleh Pak Glenn (kepala sekolah), kebingungan karena mengaku pintar 5 bahasa. Akhirnya malah ngomogn bahasa Spanyol tapi ngawur, wkwkw. Kocak deh adegan ini.

Pak Glenn menugaskan Agnes untuk mengajar di kelas 4 yang merupakan unggulan. Sayangnya mereka tidak bisa speaking English sama sekali. Saya kira Agnes bakal dijadikan guru bahasa, ternyata jadi guru olahraga. Di sekolah, Agnes berteman dekat dengan Meg, rekan sesama guru. Jika Agnes cenderung tomboy, maka Meg adalah wanita feminin. Namun keduanya tetap kompak.



Lomba Sepak Bola

Di sekolah ternyata ada perlombaan sepak bola. Agnes langsung semangat untuk melatih anak-anak, namun sayangnya mereka kurang semangat. Bahkan ada murid yang tertidur saat jam olahraga, aw aw. Namun Agnes tetap memberi motivasi pada mereka dan optimis akan menang.

Murid-murid pun dilatih lari, mengocek bola ke gawang, dan menyarangkan gol. Mereka senang karena bisa berlatih di bawah bimbingan Agnes dan Meg. Namun di tengah melatih, Agnes baru sadar akan misinya untuk menangkap gembong narkoba. Lalu melakukan penyelidikan.

Agnes pun memasang alat untuk merekam percakapan di sekolah. Ia kaget karena tersangkanya adalah..... Eng ing eng, nonton sendiri yaa. Endingnya tak terduga, dan kita bakal kaget sekaligus tertawa.



Kesan Setelah Nonton Film Teachers

Film Teachers ini sangat menarik karena bercerita tentang semangat seorang Agnes dalam bertugas, dan ia bisa jadi motivator sekaligus pelatih sepak bola. Padahal sedang menyamar lho, tapi ia bekerja seolah-olah guru beneran. Bravo Agnes!

Cerita film yang diproduksi oleh Skylar Picture, Sas Film, dan Stro ini juga menarik. Karena memadukan antara action dengan comedy. Kita bisa nonton serunya aksi Agnes ketika mengejar penjahat, sekaligus tertawa terbahak-bahak karena kekonyolannya saat menyamar.

Meski ada anak-anak dalam film ini, namun kategorinya bimbingan orang tua ya. Jadi pastikan bunda dan ayah mendampingi ananda ketika nonton. Kan seru banget kalau menyaksikan film ini ramai-ramai di rumah.

Nontonnya di Aplikasi Stro

Nonton di rumah? Iya, nontonnya di rumah saja. Tanggal 8 januari kemarin, jam 19:00 WIB, saya nonton bareng Teachers beserta lebih dari 500 blogger yang diundang dalam premiere film ini. Asyiknya, nobar ini juga disertai dengan aksi lucu dari MC Rizky Mocil. Setelah film selesai, ada virtual presss conference yang dihadiri oleh sutradara Sarjono Sutrisno dan beberapa pemain dalam film Teachers.

Film Teachers dapat kita saksikan spesial di aplikasi STRO yakni layanan streaming berbasis subscription dari Stroworld. Kamu bisa langsung download via AppStore, Google Playstore, atau Website. Aplikasi streaming Indonesia juga bisa ditonton di luar negeri, asyik banget ya! 

Untuk bisa berlangganan aplikasi Stro dan streaming film, maka biayanya sangat terjangkau, hanya 10.000 rupiah per bulan. Pembayarannya pun mudah, karena kamu bisa transfer via ATM, kasir Alfamart, atau bisa juga melalui Ovo, Gopay, atau Dana.

Wah gak sabar nih untuk segera nonton film lain di aplikasi Stro. Ceritanya beragam dan bahkan ada serial drama korea! Setelah nonton beragam trailer film di sana, kesimpulannya, visualisasinya keren banget. Mau nonton sambil rebahan di rumah? Hanya di aplikasi Stro yang kece sekali.