Siapa yang suka baca
buku? Atau nongkrongnya di perpustakaan? Nah tanggal 31 Desember 2025 lalu daku
berkesempatan untuk mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Malang yang terletak di
Jalan Ijen. Kunjungan sekalian nostalgia karena dulu pertama kali ketemu dan
kenal ayahnya Saladin di sana.
Bulan lalu, daku
menemani Saladin ke Perpustakaan Umum Kota Malang, bersama teman-temannya. Tapi
saat itu waktunya mepet, hanya 30 menit. Oleh karena itu mumpung lagi liburan
daku sempatkan ke sana lagi, bersama sohibku (kami sudah bersahabat sejak masa
SD dulu).
Mendaftar
Sebagai Anggota Perpustakaan
Jam 9 pagi, daku dan
sohib ke Perpustakaan Umum Kota Malang dengan naik sepeda motor. Kami datang
sekitar jam 9:20 dan langsung menuju ke meja bu admin yang ada di lantai 1.
Karena mau daftar ulang sebagai anggota perpustakaan.
Waktu masih kuliah
tahun 2008-2009 daku sering ke Perpustakaan Umum Kota Malang, dan setelah
sekian lama akhirnya balik ke sana. Lama banget? Yaa karena letaknya cukup jauh
(dari rumahku di Kabupaten Malang). Jadi kartu anggota zaman dulu sudah hilang
dan harus daftar ulang.
Mulai beberapa tahun
lalu, sistem pendaftaran sudah online
dan daku mengisi g-form di link yang diberi tahu oleh bu admin. Setelah itu
baru difoto dan kartu dikirim ke email, berbentuk PDF. Prosesnya cepat banget,
tidak sampai satu jam, dan GRATIS.
Jadi kalau mau masuk ke
perpustakaan harus scan kartu anggota
dulu dari HP. Ada dua tempat, satu untuk ruang di lantai 2 (untuk buku umum),
dan satunya untuk ruang di lantai 1 (khusus anak).
Membaca
dengan Tenang dalam Keheningan
Karena masih pagi,
perpustakaan masih sepi. Daku menjadi anggota ke-13 yang masuk ke ruangan (ada
keterangan di layar PC). Tapi sebelum masuk ruangan harus menitipkan jaket dan
tas di loker (ada kuncinya). Untuk cerita loker akan dijelaskan di bawah ya!
Kami naik tangga dan
masuk ke ruang perpus di lantai 2. Keheningan menyergap, udara dingin yang
dihembuskan AC menambah suasana syahdu. Sohibku langsung mencari buku non fiksi
bertema bisnis.
Sementara daku mencari
buku sastra, novel, dll. Makin bingung, baca apa? Banyak amat! Ada teen-lit, chic lit, sastra kuno dan
modern. Ada bukunya Eyang Pramoedya Ananta Toer, Uda A Fuadi, dll. Sampai
akhirnya daku memutuskan untuk baca….
LUPUS ABG! Pikiran lagi
rada sumpek, baca Lupus aja deh (sambil nahan ketawa dalam hati karena tidak
boleh ribut di perpustakaan). Dua buku Lupus habis dibaca dalam 30 menit (tepuk
tangan untuk diri sendiri).
Fasilitas
di Perpustakaan Umum Kota Malang
Ada beberapa fasilitas
di perpustakaan ini: 2 ruang perpustakaan (yang utama di lantai 2). Di lantai 3
ada aula (Cuma belum tahu apa boleh disewa untuk umum atau enggak, karena
perpustakaan ini milik pemerintah. Ada loker dan toilet, juga panggung kecil
untuk acara-acara (dulu daku dan beberapa teman bloggers pernah launching buku antologi di sana).
Ruang perpustakaan yang
di lantai 2 memuat ratusan buku dan kalian bisa mencari judulnya di komputer
yang tersedia. Kalau sudah ketemu di rak, wajib ke tempat pak admin dulu untuk
di-scan (untuk pendataan). Jika
selesai membaca, buku ditaruh di meja yang sudah disediakan.
Selain buku, ada juga
majalah, tabloid, dan koran yang bisa dibaca di tempat. Kemarin daku baca
majalah Kartini (sekalian nostalgia karena tahun 80-an papaku kerja di sana
sebagai wartawan). Ada juga bendel majalah Bobo dan Femina.
Ada kursi dan meja di
perpustakaan, yang letaknya di antara rak-rak buku. Selain itu ada tempat
lesehan dengan alas karpet dan meja mini, dan daku memutuskan untuk duduk di
situ karena ada colokan listrik (numpang cas HP). Ada juga sofa yang letaknya
di dekat rak berisi majalah, nyamaan banget untuk membaca (awas ngantuk karena
AC-nya ademmm).
Loker juga disediakan
di lantai 1, jadi kalian tinggal scan kartu anggota (PDF) lalu dipinjamkan
kunci loker. Kalau mau bawa HP, dompet, dan barang berharga lain, dipinjamkan
tas khusus berwarna cokelat. Karena memang di ruang perpustakaan tidak boleh
bawa tas dan jaket yaa.
Mini
Playground
Hebatnya ada mini playground khusus untuk balita,
yang ada di lantai 1. Ada juga ruang bermain di ruang khusus anak. Ukurannya
mini tapi lumayanlah untuk anak bermain sekejap.
Ruang
Khusus Anak yang Nyaman
Daku sebenernya malah lebih suka baca di ruang khusus anak karena ada buku-buku dari penulis favoritku: Enid Blyton dan Roald Dahl.
Read: Saladin ke Perpustakaan
Ada banyak buku untuk anak dan remaja
(walau tidak sebanyak di ruang perpus umum). Cuma belum tanya ke bu admin apa
buku di sana boleh dipinjam keluar atau dibaca di tempat saja.
Di ruang khusus anak
ada pojok mewarnai, lengkap dengan krayon dan kertas. Ada juga beberapa mainan
seperti balok. Desain temboknya bagus sekali, karena bergambar khas Malang.
Motivasi
untuk Menulis Bangkit Kembali
Setelah mengunjungi
Perpustakaan Umum Kota Malang dan membaca beberapa buku, daku kembali semangat
menulis. Kapan mau nulis buku lagi? jangan sampai jadi one hit wonder (karena baru nulis 1 buku non fiksi – yang mau tahu
judulnya DM IG aja ke @Bundasaladin).
Inilah pengalamanku
mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Malang. Tempatnya makin keren, rapi, bersih,
dan ada tempat drive thru pengembalian
buku di lantai 1 (dekat parkiran), jadi tidak usah capek naik tangga. Bukanya
jam 8:30 sampai sore ya (sekitar jam 16:00) tapi Minggu tutup.















