Kamis, 15 Desember 2022

Asus Zenfone 9, HP yang Compact Size Big Possibilities, Wujudkan Cita-Cita Saladin Jadi Multi Language Content Creator

 You should change your handphone!

Komentar netizen bagai menghujam dada, saat daku membaca kolom komentar. Video yang diunggah ke channel Youtube-ku jarang mendapat komentar tetapi sekali ada netizen yang datang, perkataannya terngiang-ngiang. Well, sebenarnya bukan daku yang membuat video itu tetapi Saladin, anakku yang berusia 10 tahun.



Bagaimana bisa kerja kerasnya mendapat komentar seperti itu? Untungnya ia tipe anak yang cuek-bebek. Ekspresinya tetap sama setelah membaca komentar buruk, tersenyum tanpa ada raut kesedihan. Ia tetap asyik mempersiapkan video selanjutnya.

Saladin tetap membuat konten berisi huruf-huruf dari negara lain, seperti huruf cyrillic (yang digunakan di Rusia dan negara-negara Eropa Timur lainnya). Ia juga membuat video berisi mainan yang dibuat seolah-olah jadi hidup dan membuat cerita sendiri. BTW ia meminjam channelku karena masih di bawah umur dan belum punya email sendiri.

Saat melihat Saladin yang asyik syuting rasanya campur-campur. Daku senang karena ia terus berusaha mewujudkan cita-citanya menjadi multi language content creator. Ia memang suka belajar berbagai bahasa mulai dari English, bahasa Jepang, Rusia, dll. Selain bahasa, ia juga menghafalkan huruf-hurufnya. Setelah hafal ia membuat konten berisi jenis-jenis huruf tersebut agar lebih banyak orang yang mengetahuinya.



Namun daku juga sedih karena baru bisa meminjamkan HP dengan kualitas yang ala kadarnya, sehingga ‘dirujak’ netizen alias mendapat komentar negatif. Mereka tak puas dengan kualitas video karena memang warnanya kurang menarik dan kameranya agak buram.

Perjalanan Mencari HP Terbaik untuk Content Creator

Lalu HP apa yang cocok untuk content creator? Pertama yang dilihat tentu kualitas kameranya,  ketahanan baterainya, dan juga RAM-nya. Setelah mencari informasi di berbagai situs tekno akhirnya aku mendapatkan jawabannya: Asus Zenfone 9 yang baru saja rilis di tanggal 17 November  2022. Daku pun mencari-cari spesifikasi Zenfone 9 karena makin penasaran.



Mengapa harus Asus? Well, sebenarnya daku sudah pakai laptop Asus dan berpikir mengapa tidak sekalian memakai HP Asus? Lagipula Zenfone 9 sangat cocok untuk mendukung kinerja content creator seperti Saladin. Beratnya juga hanya 169 gram dan dimensinya 146,5x68,1x9,1 milimeter. Ukuran yang compact dan enggak terlalu berat jika dibawa oleh seorang anak SD seperti Saladin.

Kemudian, Zenfone 9 dibekali dengan Qualcomm Snapdragon 8+ gen 1 yang membuat performanya makin cepat. Dengan Android 12 maka HP ini cocok dipakai buat youtuber maupun pekerja di bidang lain. Warnanya juga banyak pilihan, mulai dari midnight black, monlight white, sunset red, dan starry blue.



Fitur apa lagi di HP Zenfone 9 yang bikin penasaran? Mari kita kupas apa saja spesifikasi lengkapnya.

RAM dan Memori

Pernah enggak sih lagi asyik syuting eh memorinya habis! Dengan Asus Zenfone 9 enggak usah khawatir lagi karena HP ini punya pilihan RAM 6, 8, dan 16. Sedangkan pilihan memorinya ada 128 dan 256.



Aslii daku penasaran dengan spesifikasi Zenfone 9, terutama di bagian RAM dan memori. HP yang RAM 6 aja sudah bagus, bagaimana dengan yang RAM 16? Pasti lebih kece badai dan memuat berbagai video untuk nanti di-upload ke channel Youtube. Ada lebih banyak video edukasi mengenai huruf-huruf yang dibuat oleh Saladin.

Daya Baterai

Sekarang, kalau mau beli HP tuh yang dilihat daya baterainya. HP Asus Zenfone 9 punya daya baterai 4.300 mAh dan diklaim bisa tahan sampai 1,9 hari. Itu kalau kondisi nyala dan hanya buka-buka WA ya. Kalau buat nonton Youtube full bisa tahan sampai 8 jam.



Dengan daya baterai sebesar ini cocok banget buat youtuber seperti Saladin. Dia bisa syuting, ngedit video, bikin shorts, selama berjam-jam. Kan lucu kalau HP-nya masih dicas dan kabelnya malah kerekam. Namun dengan Zenfone 9 baterainya awet, enak makenya dan enggak dikit-dikit ngecas.

Fast Charging

Kalian masih mencari lebih detail mengenai spesifikasi Zenfone 9? Nih daku kasih bocorannya lagi. Charger Asus Zenfone 9 tipe C dan termasuk fast charging, karena hanya dalam 1 jam bisa langsung full daya baterainya. Dengan daya sebesar 30 watt maka bisa ngecas sebentar saja, syuting jadi lancar, subscriber channel Youtube moga-moga nambah juga ya.

Kamera

Kalau mau jadi content creator, kamera HP juga berpengaruh. Zenfone 9 punya 2 kamera belakang dengan resolusi 50 mega pixel lensa wide, dan satunya 12 mega pixel dengan lensa ultra wide. Kamera depannya punya resolusi sebesar 12 mega pixel. Dijamin ciamik videonya kalau syuting pakai HP Asus Zenfone 9 karena hasil rekamannya sangat detail.



Kameranya juga kece buat foto-foto karena Zenfone 9 memberikan berbagai mode. Mulai dari night, pro, panorama, slow motion, sampai time lapse. Jadi, HP ini enggak hanya cocok untuk syuting tetapi juga asyik dipakai belajar fotografi. Cocok juga buat selfie wkwkwk.

6-Axis Hybird Gimbal

Istimewanya lagi, Asus Zenfone 9 dilengkapi dengan 6-Axis hybird gimbal. Kalau lagi syuting dijamin stabil, enggak goyang dan enggak ngeblur. Jadinya lebih fokus dan hasil rekaman bisa langsung  diunggah tanpa editing dulu.  Tanpa tambahan gimbal videonya sudah stabil lalu siap-siap syuting nih, “Hi guys!”

Audio

Salah satu poin penting dalam spesifikasi Zenfone 9 adalah fitur ozo audio noise reduction. Dengan fitur ini maka suara-suara di sekeliling HP, yang sekiranya akan mengganggu, akan jauh berkurang. Enggak ada lagi ceritanya lagi mau take gambar eh ada tetangga karaokean lagu, “Hanya dia dia dia diaa”.  Rekaman jadi lancar, Saladin senang dong.

Zenfone 9 juga punya speaker stereo ganda, yang khusus dirancang oleh Dirac. HP-nya benar-benar multifungsi, bisa buat rekaman, bisa juga buat hiburan. Saat menonton video hasil rekaman, suaranya bisa menggelegar tanpa bantuan speaker eksternal.

Layar

Layar Zenfone 9 kece banget karena sudah super Amoled, dan gambar dan video dan ditampilkan sangat jernih. Ukurannya 5,9 inchi dan cocok dibawa ke mana-mana dan memudahkan bagi para youtuber untuk syuting outdoor.

Teman-teman enggak perlu takut karena Asus Zenfone 9 layarnya sudah dilapisi Corning Gorilla Glass Victus. Dengan proteksi ini maka dijamin anti retak atau pecah, meski jatuh dari ketinggian 1,5 meter. Cocok buat yang punya anak balita karena HP-nya akan aman mesti enggak sengaja kebanting.

Anti Air

Sekarang sudah musim hujan ya? Enggak usah takut karena Zenfone 9 anti air dengan sertifikasi IP 68. Kalau kehujanan tinggal dilap aja dengan tisu. Kalau kecemplung? Tinggal ambil saja dan aman, asal kedalaman maksimal 1,5 meter dan dalam waktu setengah jam saja.

Wah, jadi makin pengen beli Zenfone 9. Buat kalian yang mau beli Zenfone 9, udah bisa kalian dapatkan melalui partner dan channel pembelian resmi produk ASUS antara lain Erafone, Tokopedia, ASUS Exclusive Store, ASUS Online Store. Daku rencananya mau beli di ASUS Store, biar praktis.

 Menurutku, tak ada HP yang harganya terlalu mahal, asal sesuai dengan kualitasnya. Kalau dengan Zenfone 9 Saladin bisa berkarya di Youtube, tidak masalah dengan harganya. Nanti dengan gadget idaman, akan makin produktif dalam membuat video huruf-huruf dunia, dan semoga viewersnya juga bertambah.

Seperti kata pepatah Jawa: Jer Basuki Mawa Beya. Di mana setiap keinginan dan cita-cita pasti butuh biaya. Asus Zenfone 9, compact size, big possibilities.  


Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS Zenfone 9 Blog Writing Competition di Blog Widyanti Yuliandari.

Minggu, 11 Desember 2022

Anaknya Ujian dan Dipaksa Belajar Sampai Nangis?

 

Hola amigo, ada yang sibuk mendampingi anaknya sebelum ujian akhir semester? Saladin sudah mulai ujian mulai senin kemarin dan dia woles ajaa. Bundanya stress? Enggaak, biasa aja, wkwkkw. Yang penting dirayu biar mau belajar, terutama science.

Dia tuh suka belajar tapii khususon bahasa (inggris) dan matematika. Padahal butuh pelajaran yang lain juga kan. Nah ternyata banyak teman yang senasib karena mendampingi anaknya belajar sebelum UAS.

Mau UAS, Belajar apa Santai?

BTW tulisan ini terinspirasi dari status seorang kawan. Beliau bilang kalau apa salahnya mendampingi anak belajar dengan serius selama 2 minggu, dalam 6 bulan? Maksudnya kalau mau UAS ya bener-bener diperhatikan belajarnya, agar hasilnya maksimal.



Yaa daku setuju sih.  Tiap ibu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Lagipula kalau anak berprestasi, orang tuanya juga bangga.

Namun daku enggak setuju kalau anak dipaksa belajar sampai dia stress, marah-marah, nangis. Gak Cuma sebelum UAS (eh sekarang namanya PAS – penilaian akhir semester) tetapi di-push untuk belajar setiap hari. Garap PR didampingi mamanya atau guru les. Pulang sekolah les ini-itu sampai anak puyeng sendiri.

Tipe Seloow

Kemudian pas buka-buka story di media sosial, ada ibu yang malah mengajak anaknya jalan-jalan dan makan-makan. Sebelum anak ujian semester diajak rileks dulu. Biar pikirannya enggak tegang? Maybe....

Kita enggak bisa nge-judge ya kalau ada situasi seperti ini. Bisa jadi anaknya sudah kecapekan belajar lalu diajak jalan-jalan biar dia happy. Saat ujian pun jadi lancar.

Jadi intinya apa nih? Ya kalau anak mau ujian atau ulangan, boleh lah didampingin, atau dicarikan guru les. Dibelikan ensiklopedia dan dibacakan tiap malam.

Pemaksaan Terhadap Anak

Namun alangkah sedihnya jika anak dipaksa belajar. Disuruh menghafal perkalian sampai pusing. Dia tidak mengerti karena sang ibu hanya menyuruh, bukannya mendampingi dengan sabar.

Keadaan psikis anak sangat berpengaruh terhadap pelajaran. Bagaimana dia bisa mengerti dan ujian dengan lancar kalau belajarnya sambil dipelototin, dibentak, bahkan dicubit? Memang benar, anak wajib mempelajari buku-buku, tetapi jangan dipaksa.

Jangan disuruh les terus sampai tiap hari, sampai malam, sampai capek dan tertekan karena sebenarnya ia tidak suka les dan lebih suka main lego. Beneran lho dulu pernah ada yang curhat sampai nangis dan teriak-teriak karena dipaksa belajar terus oleh sang mama.

Apa yang terjadi jika anak dipaksa belajar, baik tiap hari atau sebelum ujian? Dia bisa benci sekolah. Benci pelajaran. Padahal ilmu sangat penting bagi masa depannya.

Peluk erat anak-anak sesayang-sayangnya. Ajarkan mereka untuk belajar tetapi jangan ditekan. Kalau diikutkan les, pastikan ia memang benar-benar menyukainya. Saat sebelum ujian, ditemani belajar tanpa bentakan atau cubitan. Kalau hasilnya belum memuaskan? Sabaar, jangan marah dulu. Masih bisa diperbaiki.

Mengasuh dan menemani anak belajar memang butuh kesabaran tingkat tinggi. Kalau anak-anak dipaksa, bisa-bisa ia trauma, sedih deh.

Kalau anak-anak di rumah gimana nih, sebelum ujian woles aja atau latihan terus?

 

Minggu, 04 Desember 2022

Serunya Mengasuh Anak Tunggal

 

Anaknya kok cuma satu? Nambah dong!

Wkwkkw daku udah beribu kali dapat komentar kayak gini. Punya anak tunggal masih dianggap aneh bagi masyarakat yang rata-rata punya anak 2 (atau lebih). Padahal tuh ya daku 4 bersaudara. Paksuami malah 6 bersaudara. Namun kami punya 1 anak dan rasanya biasa aja.

Baca: Punya anak 1 memangnya kenapa?

Oh ya daku kasih bocoran nih: punya anak satu ini udah jadi cita-cita jauh sebelum nikah dan sebelum kenal suami. Plus ternyata pas pemeriksaan pra-nikah ada masalah kesehatan jadi bisa dibilang kami punya 1 anak aja udah bersyukur banget.



Justru punya satu anak itu seru banget. Ini beberapa ceritanya:

1. Enggak Ada Sibling Rivalry

Persaingan antar saudara bisa mengerikan. Daku masih lega karena kompak dengan adik-adik (walau tinggal di kota yang berbeda). Namun ada sibling rivalry yang memusingkan (kalau pas masih kecil) misalnya rebutan channel TV, rebutan HP, dll. Kalau gitu bundanya jadi pusing karena semua anak minta keadilan.

Kalau anaknya Cuma 1, mau rebutan ama siapa? Ama bundanya (kadang-kadang) wkwkwk. Saladin enak nih enggak punya adik jadi enggak pernah rebutan HP. Eh dia juga enggak mau bundanya hamil lagi, BTW.

2. Bisa Fokus ke Anak

Ada yang pusing kalau anaknya 2,3,4,5 dst lalu si sulung minta diajarin matematika, adiknya minta ditemenin beli kue ke warung, lalu bungsu minta digendong? Ya bisa dipecahkan masalahnya kalau ada baby sitter atau suster. Tapi kalau enggak?



Justru dengan 1 anak bisa fokus mendampingi kegiatannya. Eh kalau anaknya banyak kan enak, sulung bisa jagain bungsu, dll. Iya kalau mau, kalau enggak gimana? Kasian. Jangan maksa anak, ah.

3. Lebih Hemat? Relatif sih....

Kalau anaknya Cuma 1 berarti bayar SPP Cuma 1, uang sakunya hemat, dll. Hmm sebenarnya relatif karena Saladin sekolah di SD swasta. Kemudian, makannya bisa 2-3 kali lipat anak lainnya (karena dia banyak gerak jadi gampang lapar). Enggak selalu hemat.

4. Lebih Kompak

Anaknya Cuma 1 ya kudu kompak jadi tim yang hebat. Bisa berdua bareng bundanya ke mana-mana. Atau bertiga dengan ayahnya juga dan jadi The Three Musketeers.



Eits, daku enggak bilang klean yang punya anak 2-3-4-5 dst enggak kompak, enggak hemat, dll ya. Semuanya relatif dan kondisional. Yang mau punya anak 2 aja ya sesuai dengan saran pemerintah. Yang punya anak 3 atau lebih ya silakan.

Yang tidak boleh adalah membully ibu dengan anak tunggal wkwkwk.

Namun kadang serba salah sih. Punya anak 1 dibilang kurang. Anak 2 cewek semua dianggap  kurang juga karena butuh anak cowok buat pemimpin. Anak 2 cowok semua dianggap kurang juga karena anak cewek lebih care (katanya siih daku kan gak punya anak cewek). Namun kalau anaknya 3-4-5 dibilang banyak anak?

Ya, nuruti omongan orang memang tidak ada habisnya. Lebih baik kita fokus ya mau punya anak berapa saja, yang penting mereka bahagia.

Rabu, 30 November 2022

Review Novel Proviso, Bikin Pengen Ngopi Terus

 

Siapa suka minum kopi?

Akuu, suka ngopi tapi sebatas minum kopi sachet wkwkk. Di novel Proviso by kak Suzie Rain, dijelasin tuh kalau sebenarnya ada minuman yang hanya berisi perisa kopi. Bukan terbuat dari kopi asli. Seperti ini kutipannya (semoga daku gak salah kutip ya).

“Kopi Itu digiling, bukan digunting!”

Kak Suzie Rain bikin novel Proviso yang bercerita tentang Ajeng, cewek yang masih kuliah dan punya passion besar terhadap kopi. Ayahnya pemilik perkebunan kopi di Jateng. Ia diberi tugas untuk mencari biji kopi terbaik.



Sambil puyeng dan menyelesaikan misi dari sang ayah, Ajeng ikut lomba barista. Padahal ia hanya pecinta kopi dan tahu cara bikin kopi dengan mesin, dengan belajar dari Youtube.

Akhirnya ia malah juara 1! Ajeng dan sahabatnya Dena bersorak gembira. Apalagi setelah itu ia mendapatkan pekerjaan di Kafe Omega, langsung dari ownernya, si Adit.

Di Omega, Ajeng enggak dilatih oleh Adit, tetapi oleh Gerry. Ia adalah sahabat kental Adit dan sama-sama jalanin bisnis ini berdua. Ajeng belajar cara jadi barista dan dalam sekejap menjadi favorit banyak pengunjung.

Termasuk Gerry yang diam-diam mencintainya.

Cinta Segi Empat yang Rumit

Sayangnya Adit diam-diam juga naksir Ajeng. Dia bingung karena sebenarnya naksir Gerry. Sementara Dena malah suka ama Adit. Jadi cinta segi empat yang rumit ya.

Ajeng berusaha jaga jarak kepada mereka, lalu malah dapat izin untuk datang ke acara di Bali (festival perkopian gitu deh). Di sana dia dan Gerry jadian, eh tapi ada bule yang juga naksir Ajeng, namanya Ian.

Dena tiba-tiba marah karena mengira Ajeng jadian dengan Adit, bukan Gerry. Adit dan Gerry bertengkar (rebutan Ajeng ceritanya). Di tengah kemelut, ia pulang kampung.

Di rumahnya, Ajeng merasa tenang. Lalu ia kecelakaan dan....Akankah ia selamat? Bagaimana nasib Gerry dan Dena? Baca yuuk.

Bikin Pengen Ngopi Terus

Ciyyus baca novel Proviso bikin pengen ngopi dan cobain kopi yang disebutin di buku ini. kopi asli yaa yang dibikinin ama barista di kafe. Eh daku pernah 2 kali sih nyicip kopi giling dan hasilnya ketika sudah selesai, enak bangeet.

Klean yang pecinta kopi pasti suka ama novel Proviso. Kalau belum suka ngopi, akan dapat pengetahuan tentang dunia perkopian.

Kesanku Setelah Baca Novel Proviso

Proviso ditulis dengan bahasa sehari-hari tetapi punya pesan menyentuh. Kisah cintanya juga enggak cheesy. Suzie Rain berhasil menuliskan novel ini dengan sangat apik. Ciyuus wajib banget dibaca! Udah daku mau ngopi dulu ya, wkwkw.

Minggu, 27 November 2022

Pelajaran Parenting dari Film Ramen Shop

 

Sutradara: Eric Khoo

Pemain: Takumi Saito (sebagai Masato), Jeanette Aw (sebagai Mei Lian- ibunya Masato)

               Seiko Matsuda (sebagai Miki), Mark Lee (sebagai Paman Wee)

Tahun: 2018



Siapa suka makan mie ramen? Makanan Jepang yang berkuah hangat dan disantap srupuut-srupuut, pas di musim hujan. Nah kali ini daku mau sedikit review tentang film Ramen Shop (Ramen Teh) sekaligus kasih tau kalau ada pelajaran parenting di dalamnya.

Review Film Ramen Shop (Ramen Teh)

Masato adalah pemuda yang mengelola kedai ramen bersama ayah dan pamannya. Kedainya kecil tetapi ramai. Sang ayah selalu terlihat murung setelah pulang kerja. Masato mengira ini karena kematian ibunya, dan sebelumnya mereka berpisah tidak secara baik-baik.



Tak disangka sang ayah meninggal lalu Masato membuka koper berisi barang-barang peninggalan mendiang ibunya. Di sana ia menemukan sebundel surat yang dikirim oleh sang ibu dari Singapura, tetapi tak pernah disampaikan ke Masato oleh sang ayah.

Setelah itu ia mengambil keputusan besar: terbang ke Singapura, untuk mencari keluarga ibunya, sekaligus menemukan resep ramen yang lebih enak daripada buatan ayahnya.

Petualangan di Singapura

Meski judulnya ramen tetapi sebagian besar syutingnya dilakukan di Singapura. Jadi, dulu ayah Masato dikirim ke sana untuk jadi koki di resto Jepang. Ia bertemu dengan Mei Lian (ibu Masato) di kedainya. Mei Lian mengelola warung Bak Kut Teh bersama keluarganya. Mereka menikah dan akhirnya Masato lahir.



Back to Masato. Di Singapura ia sudah janjian dengan Miki, kawannya yang dikenal dari blog. Miki adalah food blogger yang sering mengulas masakan Singapura. Miki membantu Masato untuk menemukan pamannya.

Akhirnya Masato bertemu paman dan keluarganya. Ia lantas minta diajari membuat Bak Kut Teh (sup iga – silakan cek di Google ini iga binatang apa). Masato juga memohon pada pamannya agar dikenalkan ke neneknya, karena sejak lahir belum pernah bertemu.

Dulu ayah dan ibu Masato menikah tanpa restu orang tua. Nah, akankah Masato bertemu neneknya? Bisakah ia bikin Bak Kut Teh dan mengkombinasikannya dengan mie ramen? Nonton yuk , Cuma 89   menit kok.

Pelajaran Parenting dari Ramen Shop

Walau film ini bertema kuliner tetapi ada beberapa pelajaran mengenai pengasuhan yang kita bisa petik hikmahnya:

1. Ajari Anakmu untuk Mandiri

Masato bisa mandiri dan memasak sendiri, karena tentu diajari ayahnya bikin ramen. Jangan jadikan anak terlalu meraja dan dilayani semua kebutuhannya. Namun jadikan ia mandiri, at least bisa masak nasi, mie instan, telur ceplok. Eh Masato laki-laki kan, jadi kemandirian dan skill memasak tidak tergantung gender.



2. Jangan Membenci Secara Sepihak

Di film Ramen Shop tuh diliatin kalau nenek Masato tidak merestui pernikahan putrinya, karena berbeda suku dan kewarganegaraan. Mei Lin dari keluarga chinese dan bermukim di Singapura. Sedangkan ayah Masato asli Jepang.

Walau ada sejarah buruk di antara kedua negara tetapi jangan mengecap kalau semua orang Jepang itu jelek. Seharusnya sang nenek kenalan dulu lalu yakin bahwa pria itu baik, makanya Mei Lin jatuh cinta.

3. Jadilah Contoh yang Baik untuk Anak

Ayah Masato suka minum tetapi ia juga kasih contoh yang baik. Misalnya dengan bekerja keras, tidak menjelek-jelekkan alm ibunya, dll. Sudah kasih contoh baik belum, Bun? Yah?

4. Beri Kepercayaan pada Anak

Ada adegan yang daku suka adalah ketika Masato kecil membantu ibunya menumbuk bumbu dengan alu kecil. Kepercayaan yang diberikan orang tua akan menumbuhkan rasa percaya diri kepada anak.

Ya, misalnya ketika anak ingin belajar masak, jangan dilarang. Saat ia mencuci piring tetapi hasilnya kurang bersih, jangan dicela lalu dimarahi. Namun diajari caranya yang benar.

Gimana, sudah pengen nonton dilm Ramen Shop? Siapin cemilan ya soalnya banyak adegan yang bikin lapaaar, wkwkwk.

Minggu, 20 November 2022

Ketika Anakku Takut Gemuk

 

“Bundaa, aku gemuk ya?”

Saladin tiba-tiba membuka kaosnya lalu menunjukkan perutnya. Sebenarnya tidak ada masalah, perutnya terlihat normal dan tak menggelembung. Namun tiba-tiba ia takut gemuk dan memutuskan untuk lebih sering berolahraga (dengan lari keliling rumah).



Oalah, setelah masuk masa pre teen, Saladin yang sekarang berusia 10 tahun punya kekhawatiran kalau badannya gemuk. Padahal berat badannya antara 24-25 KG dan masih normal untuk ukuran anak seusianya. Memang sih pipinya chubby dan sering daku gemesin, tetapi mengapa dia takut dibilang gemuk?

My Own Fault

Daku pun sadar ternyata dia takut gemuk karena kesalahanku sendiri sebagai bundanya yang kadang menggodanya dengan panggilan, NDUT. Anak chubby, anak gemes, baby bondut (bocah gendut imut-imut) adalah panggilannya di rumah.

Mengapa aku malah mem-bully anakku sendiri? Hiks.

Tanpa sadar aku merundungnya dan semoga ini terakhir kali aku memanggilnya baby chubby. Memang sewaktu bayi, Saladin badannya besar. Lahirnya sih Cuma 3,1 KG. Namun ASI-nya lancar banget, sampai saat berusia 5 bulan, BB-nya 8,3 KG.

Ketembemannya bertahan sampai balita, apalagi ia hobi ngemil. Namun saat masuk SD ia meninggi sehingga kelihatan agak kurusan. Akan tetapi aku masih iseng menyebutnya chubby walau tembemnya berkurang.

Maafkan Bunda sayang ... sebagai orang yang melahirkanmu malah tanpa sadar merundungmu, saking gemesnya.

Cara Mengembalikan Kepercayaan Dirinya

Mulai hari ini aku berjanji untuk tidak memanggilnya chubby dan panggilan lain yang membuatnya takut gemuk. Aku lebih sering meminta maaf kepadanya, terutama saat akan tidur.

Untungnya Saladin enggak terlalu lama merasa bahwa dirinya gemuk lalu menarik diri, murung, dll. Atau malah tantrum seperti dulu, sampai gulung-gulung di lantai dan membenturkan kepalanya ke ubin. Ia bergaul seperti biasa di sekolah, bermain, belajar, dan bergembira.

Namun aku harus mengembalikan kepercayaan dirinya. Dengan lebih sering mencium dan memujinya. Mengatakan bahwa ia tampan, bagaimanapun rupa dan bentuk tubuhnya.

Anak yang percaya diri berarti diberi kepercayaan oleh orang tuanya. Diberi kesadaran bahwa ia berharga, apapun kondisinya. Orang tua yang dengan tulus menerimanya, menyayanginya, mencintainya tanpa batas, dan meminta maaf atas kesalahannya.

Pernahkah anakmu merasa kurang percaya diri?

Rabu, 16 November 2022

Spesifikasi Asus Zenfone 9 yang Keren, Kamu Penasaran?

Siapa pengen HP baru? Sekarang punya smartphone bagai kewajiban karena memudahkan semua pekerjaan. Gawai juga bisa dipakai saat school from home atau work from anywhere. Apalagi fitur-fiturnya makin lengkap, jadi sekali buka bisa beres deh semua urusannya. Daku lagi ngidam HP keren ini nih: ASUS Zenfone 9. Lantas cari-cari informasi mengenai spesifikasi Asus Zenfone 9 yang akan rilis tanggal 17 November 2022 ini.

Spesifikasi Asus Zenfone 9, Keren Banget!

Mengapa sih kudu pilih Asus Zenfone 9? Nih beberapa keunggulannya:

1. RAM

Kalau mau beli HP, daku kudu cek RAM-nya dulu, karena jangan sampai terlalu kecil. Asus Zenfone 9 memiliki dua pilihan yakni RAM 8 dan RAM 16. Selama ini daku baru lihat ada HP yang memiliki RAM 16, gede banget ya! Kebayang ada berapa aplikasi yang bisa diunduh di dalamnya?

Asus Zenfone 9


Sebagai content creator kan daku butuh gak sekadar aplikasi note, tetapi juga editing foto dan video, bikin gambar dan infografis, dll. Pasti butuh RAM yang besar seperti yang ada di HP Asus Zenfone 9. Kerjaan lancar, begitu juga cuannya hehehe.

2. Layar

Ketika mencari spesifikasi Asus Zenfone 9 maka daku terhenyak karena layarnya sudah corning gorilla glass! Layar jenis ini terbukti kuat dan enggak mudah retak, jadi dipastikan lebih awet.

Selain itu layarnya juga AMOLED sehingga visualnya cantik dan bening. Sedangkan ukuran layarnya adalah 5,9 inchi, dan gak bikin mata melotot karena pas ukurannya serta gak kekecilan.

3. Daya Baterai

Baterai juga jadi faktor penting sebelum membeli sebuah gadget dan Asus Zenfone 9 dilengkapi dengan baterai dengan daya 4.300 mAh. Dengan daya sebesar itu maka teman-teman bisa memakainya seharian tanpa harus rempong cari charger. Pas banget buat dibawa traveling pastinya.

Nah, ini sedikit teaser dari spesifikasi Asus Zenfone 9 ya karena nanti daku akan update lagi untuk spek lengkapnya. Asus, dirimu tahu aja kalau kami butuh smartphone baru dengan fasilitas lengkap dan modelnya memikat. Teman-teman jadi pengen Asus Zenfone 9 juga kan?


Selasa, 15 November 2022

6 Fashion Tips for Plus Size Women

 Every morning, you opens your wardrobe and closes it again. You feel so tired because after wearing a shirt, its size is too small. While you choose a big jacket or coat, you don’t feel comfortable, especially in summer.

Having a big body is not a crime and being a plus size woman is normal. I believe that ‘every woman have curves’ and women can be beautiful in every size. But, if you are a plus size woman, you need some tips and trick to choose outfit. Don’t forget to wear shapewear bodycuits so you will have curvier body.

1. Wear Dark Color Shirts or Dress

How many black shirts do you have? Wearing black shirts is the safest way to look slimmer, because it can hide a big belly. That’s why a plus size woman buy a lot of black shirts in a Factory Outlet. She’s also buy some black dresses before attending a party.

But, wearing black shirts or dress is so boring. Actually, a plus size woman can choose dark color shirts or gown, such as navy blue or maroon. Wearing dark color gown makes you more beautiful and confidence.

2. Choose High Rise Denim Pants

Do you like to wear denim or jeans pants? A plus size woman can wear denim pants also. Don’t be afraid to wear it because it makes you look slimmer and younger. But, you have to choose high rise denim pants so it can fit in your body. Choose dark color denim pants like black or dark blue, so you can be more gorgeous.

3. Pick a Striped Shirts or Jacket

Striped shirts is the simplest way to look slimmer because it makes a visual effect. Choose vertical striped shirts or jacket, not the horizontal one. A vertical striped shirt or pants makes you look slimmer and taller, especially when you wear pointed shoes.

You have to choose slim or little striped motif, not a big one. If the striped is too big, it will not makes you look slimmer.

4. Buy a Long Coat

Before autumn and winter, you buy some thick clothes and jackets in mall. If you want to look slimmer, buy a long coat instead of conventional jacket. Long coat can protect your body from freezy wind and it makes you look slimmer and taller. You can choose a turtle-neck shirts, high rise denim pants, a pair of boots, and brown or black long coat. You can be stylish plus size woman even if in cold weather.

5. Don’t be Afraid of Flowery Dress

You can also buy a flowery dress but choose dark color dress, not the bright one. Every woman can wear a flowery dress, also a plus size woman.

6. Wear Bodysuits or Waist Trainer

A secret to look slimmer for a plus size woman is wearing bodysuits or waist trainer. A bosysuit can make you look slimmer. While waist trainer can press your belly so you look slimmer and more beautiful. Waist trainer for plus size woman is a must have product.

Look at those examples:



This is my wishlist for next month, Sculptshe Firm Tummy Compression Bodysuits.



This bodysuits can press your plus size legs, Sculptshe Open Bust Catsuits Bodyshaper.



I also pick this waist trainer for my birthday wishlist, Sculptshe Triple Belts Waist trainer with hooks.



Look at this waist trainer, plus leggings, it makes you look slimmer. It presses your belly, waist, and legs, comfortably. Sculptshe booty lifting leggings with waist-trainer.

Remember, being a plus size woman is not a crime. You can look gorgeous in every size, but you need a bodysuits or waist trainer to make your outfit perfectly.

 

Jumat, 11 November 2022

Selamat Ulang Tahun Saladin! Catatan 10 Tahun Jadi Orang Tua Anak Super Aktif

 

Tanggal 8 November kemarin, anakku Saladin tepat berusia 10 tahun. Nano-nano rasanya karena sepertinya baru kemarin aku melahirkannya, membedong, menggendong, mengajarinya berjalan, dan tiba-tiba sudah besar dan duduk di kelas 4 SD.



Ini Saladin waktu masih kecil.



Sekarang dia bilang ‘aku medium’ wkkkw dan udah enggak mau dipanggil baby.

Masih ingat rasanya saat 9 bulan mengandung, dengan resiko tinggi karena sebelumnya pernah keguguran. Akhirnya Dokter Novina menyarankan untuk bed rest pada trimester pertama (karena pernah pendarahan) dan meminum obat penguat kandungan.

Back to Saladin.

Bayi ini akhirnya lahir dan tumbuh besar. Selama 10 tahun ini dia lengket sekali kepadaku dan alhamdulillah makin lama makin nurut bundanya plus anteng.



Padahal dulu kata DIAM adalah kemustahilan wkwkwk.

Masa Batita dan Balita yang Menegangkan

Kita flashback ketika Saladin sudah bisa berjalan di usia 13 bulan. Ia semangat sekali bahkan berlari ke mana-mana. Perkembangan motorik kasarnya sangat cepat, bahkan sebelum bisa berdiri sendiri, ia bisa naik tangga dengan cara merangkak.

Saladin berlari di mana saja. Di rumah, di lapangan, dan ketika melihat pintu terbuka ia lari ke luar rumah sambil tertawa-tawa. Pintunya dikunci? Ia langsung sigap mencari di mana letak kuncinya. Ckckkc ini bocah panjang juga akalnya.



Masa balita dan batita kubilang menegangkan karena selain hobi kabur, dia juga pernah nyaris tertabrak sepeda motor. Ceritanya nih, Saladin naik sepedanya (sepeda plastik yang ada dorongan di belakangnya). Kami mau ke minimarket dan ia lompat dari sepeda lalu menyebrang jalan sendiri. Padahal ada sepeda motor (sport) yang lewat dan untungnya mas-mas itu mengerem dengan pakem.

Bundanya nangis dong.

Perubahan Ketika Ia Masuk SD

Saladin masuk SD di usia 6,5 tahun dan ada sedikit perubahan, sudah mulai anteng dan tidak tantrum parah sampai jedotin kepala ke lantai, atau naik ke lemari sambil jatuhin semua bukunya. Namun sesekali ia memanjat tembok atau pohon (cari perhatian bundanya ckckck).



Pandemi membuatnya harus school from home dan ia tak bisa bebas berlari di luar, akhirnya lari-lari di halaman belakang. Progress baru ada ketika ia kelas 3, sudah bosan memanjat dan godain bundanya. Ia keranjingan laptop untuk belajar coding dan sedikit lebih anteng.

Ketika Saladin sudah 10 tahun rasanya waktu cepat sekali berlalu, tetapi kusyukuri. Bukan karena ia lebih anteng (karena aku sama sekali gak mempermasalahkan kalau punya anak super aktif). Namun karena emosinya lebih stabil.



Saladin sudah bisa bilang dengan jelas maunya apa, dan jarang tantrum karenanya. Paling ia hanya minta peluk untuk ditenangkan, tidak berteriak-teriak atau bahkan menggigit lenganku seperti dulu.

Alhamdulillah ketika ia sudah mulai besar dan bisa mengendalikan emosinya, menahan keinginannya dan belajar sabar. Saat ini tugasku adalah memastikan ia untuk lebih mandiri, seperti belajar mengupas kentang dan apel (pakai peeler), menyapu, dll. Alhamdulillah di sekolahnya juga diajari untuk rajin karena merupakan pendidikan karakter.

Minta doanya ya semoga Saladin lebih baik lagi ke depannya. Happy birthday! Maaf Bunda hanya membuatkan pizza mini. Semoga Saladin selalu sehat dan bahagia.

Minggu, 06 November 2022

Punya Anak Usia Pre Teen, Deg-Degan Bangeet

 

Bunda, lihat nih!

Pulang sekolah Saladin bukannya langsung makan siang (karena pulangnya jam 12) malah pinjam laptop. Tahu apa yang dia ketik? Tulisannya: Adin x Husna.

APA?

Apakah Saladin yang usianya hampir 10 tahun (dia lahir november 2012) sudah merasakan yang namanya CINTA MONYET? Tidaaak!



Sebagai bundanya tentu deg-degan. Rasanya baru kemarin aku melahirkannya, mengajarinya berjalan sendiri, lalu mengantarkannya ke TK. Setelah SD dan nyaris 2 tahun school from home, rasanya waktu berlari. Tiba-tiba Saladin sudah kelas 4 dan dia masuk usia pra remaja alias pre teen.

Konfirmasi ke Bunda Guru

Aku langsung ambil HP lalu kirim pesan WA ke Bunda Wanda (guru di sekolahnya Saladin, di sini, juga dipanggil Bunda). Beliau malah tertawa lalu bilang, “Tidak usah khawatir. Itu bukan cinta monyet. Mereka hanya bersahabat.

Memang sejak kelas 1, Saladin bersahabat erat dengan Husna. Anak manis yang setia berkerudung (meski sekolahnya sekolah alam bukan sekolah Islam). Aku juga sudah beberapa kali bertemu Husna dan mamanya.

Langsung legaa rasanya mendengar penjelasan dari Bunda Wanda. Ternyata seperti ini ya punya anak usia pre teen. Tantangannya beda-beda dan bikin deg-degan.

Tantangan Selanjutnya: Lonjakan Emosi

Saladin termasuk anak istimewa dan emosinya yang belum stabil, dan dari artikel-artikel yang aku baca, kalau masuk pre teen emosinya bakal lebih bergejolak. Widih! Lalu bagaimana mengatasinya?

Tantrumnya selama ini cukup aman (enggak kayak dulu, yang bisa jedotin kepala ke lantai keramik). Namun anak ini kadang kumat moody-an (kayak bundanya wkwkwk). Jadi kalau pagi perlu dijaga moodnya agar tidak tantrum di sekolah.

 


Pagi-pagi biasanya hectic ye kan? Kuncinya tetap tenang dan bangun subuh, agar tidak kemrungsung lalu buru-buru nyuruh bocil mandi, berpakaian, sarapan, dll. Jika bundanya tenang maka anaknya ikut tenang.

Namun kalau bangun telat gimana? Tarik nafas panjang, hembuskan. Pastikan anak dibangunkan lalu persiapannya agak cepat tetapi sabar. Jangan dibentak-bentak karena takut terlambat. Yang ada anak malah mutung atau bad mood saat di sekolah lalu dia malah nangis bombay.

Belajar Tidur Sendiri

Saladin bilang nanti di hari ulang tahunnya, mau tidur sendiri. Yaa, mungkin karena dia anak tunggal aku kadang memperlakukannya seperti balita (atau bahkan bayi) yang dielus-elus dan dikeloni dengan erat. Eits maksudnya ini kalau malam hari ya.



Jika dia mau tidur sendiri maka adalah kemajuan besar. Dia sudah berani, walau tidurnya dengan lampu yang menyala. Memang sudah terlambat ya? Gak apa-apa, daripada tidak sama sekali.

Intinya kalau punya anak pre teen kudu sabarr seluas samudera. Masa peralihan dari anak-anak menuju remaja yang penuh dengan gejolak kawula muda wkwkwk. Anak-anak jadi tahu cara bersahabat, berteman akrab, tetapi emosinya juga kudu dijaga agar tidak kelewatan dan tantrum terus-terusan. Bagaimana kabar anakmu, bunda, ayah?