Kamis, 02 April 2026

Mendengarkan Radio (Lagi)

 

Ketika sudah bisa nonton video di Youtube masihkah kita mendengarkan radio? Well daku mau cerita kalau beberapa bulan lalu beli sebuah radio mini. Aslinya beli bukan buatku tapi untuk Saladin.

Sang guru menyarankan untuk membelikan MP3 player atau radio sebagai terapi musik untuk Saladin. BTW kujelaskan lagi kalau dia ADHD dan punya ketidakseimbangan dalam mengendalikan emosinya. Jadi diharap dengan musik akan membuatnya lebih kalem.

Akhirnya daku juga mendengarkan radio lagi setelah lebih dari 10 tahun vakum (meski ada aplikasi radio di HP). Apalagi ketika HP-ku error saat libur lebaran kemarin, mendengarkan lagu di radio menjadi penghibur. Lantas bagaimana rasa nostalgia dengan alat ini? Sesungguhnya apa radio menjadi alat komunikasi yang sudah kuno?

Serunya Mendengarkan Radio

Salah satu keunggulan dalam mendengarkan radio adalah tidak usah memakai kuota jadi benar-benar hemat. Apalagi kalau radionya memakai baterai yang bisa diisi daya (seperti mengecas HP). Jadi bisa sekalian mengurangi screen time.

Ternyata para pendengar radio masih merasakan keseruannya. Dibuktikan dengan request mereka, tapi kali ini tidak melalui telepon. Tapi via WA dan komentar di sosial media.

Para pendengar juga menyimak radio tak hanya untuk mengetahu lagu-lagu yang merdu. Tapi mereka sekalian mencari informasi apakah jalanan kota macet? Kalau lagi nyetir kan ribet mau buka aplikasi peta, lebih cepat menyetel radio di mobil lalu dapat laporan daerah mana saja yang macet.

Berbagai Lagu Hits

Beneran deh daku jadi tahu lagu-lagu hits yang disukai gen Z (dan generasi lain) lalu paham ooh ini lagunya Bernadya, ini Nadhif. Soalnya ingatan akan lagu seakan berhenti di tahun 2011-2014. Lupa apa istilahnya, jadi kita yang berusia 35 plus cenderung suka lagu lama atau lagu yang sedang viral saat masih remaja, dan hah-hoh saat mendengar lagu baru.

Dan ternyata lagu-lagu baru yang diputar tidak sebanyak yang kuharapkan alias itu-itu saja (tidak sampai 20 lagu). Jadinya para pendengar mudah hafal karena memang disetel setidaknya sehari sekali.

Recycle Lagu

Lho ini kan lagu lawas? Setelah lamaa banget tidak mendengarkan radio, salah satu fakta yang membuatku shock adalah ada banyak lagu-lagu yang hits pada tahun 2000 (atau sebelumnya) yang di-recycle alias dinyanyikan kembali oleh penyanyi lain. Namun tetap yang paling asyik ya versi yang lama.

Mengetahui Wajah Penyiar

Dulu (sebelum era sosial media) kalau mau tahu wajah penyiar harus datang ke stasiun radionya. Tapi sekarang bisa dengan mudah tahu muka dan profilnya karena sering muncul di sosmed atau saat streaming live siaran mereka. Jadinya tidak kaget lagi, kalau dulu kan kadang menebak penyiar itu tampan (Dari suara merdunya), ternyata yang diharapkan berbeda jauh.

Efek Kejutan

Mengapa radio masih diminati? Kalau mencari video di youtube kan harus usaha dulu mengetik judul lagu atau penyanyinya (kita yang menentukan). Akan tetapi keunggulan radio adalah ada efek kejutan yang menyenangkan, surprise! Belum sempat request lagu ternyata ada lagu kenangan di masa muda yang sedang diputar dan jadi nostalgia.

Jujur sebenarnya daku sedih kalau baca berita stasiun radio yang terpaksa ditutup (karena pendapatan dari iklan makin sedikit). Sebenarnya radio masih ada di hati masyarakat dan memang mereka punya pangsa pasar tersendiri (enggak heran ada radio khusus dangdut, ada yang untuk keluarga, anak muda, dll).

Ayo dengarkan radio lagi (kalau memang tak punya, bisa via aplikasinya kan di ponsel?) karena kegiatan ini tidak sekuno itu. Masih banyak informasi bermanfaat yang didapatkan dari radio. Kapan kamu terakhir kali menggunakan alat ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar