Kalau dengar dua kata
‘uptown girls’ apa klean langsung ingat lagunya Westlife? Tapii ini bukan
tentang Westlife. Melainkan film yang berjudul Uptown Girls.
Judul : Uptown Girls
Sutradara : Boaz Y
Pemain : Brittany Murphy (alm), Dakota
Fanning
Durasi : 1 jam 30 menit
Tahun : 2003
Dikisahkan seorang
gadis cantik bernama Molly Gunn yang sedang berulang tahun. Dia berpesta di night club bersama teman-temannya. Di
acara itu dia naksir berat vokalis yang sedang tampil, namanya Nael.
Sahabat-sahabat Molly
sudah menegaskan, Nael susah dikejar karena hanya fokus bermusik. Tapi Molly
tetap berusaha agar mereka bisa dekat. Akhirnya Nael mau pacaran, bahkan
meminjamkan jaket kulitnya.
Namun beberapa hari
setelah pesta, Molly kena surat peringatan karena belum membayar berbagai
tagihan. Dia ditipu oleh akuntan mendiang ayahnya, yang melarikan uang
warisannya. Molly yang bingung akhirnya tinggal bareng Ing, sahabatnya.
Akan tetapi Molly tetap
butuh pekerjaan untuk bertahan hidup. Setelah nyaris gagal garage sale barang-barangnya, akhirnya dia punya pendapatan dari
satu sumber: menjadi nanny alias pengasuh anak. Masalahnya si anak ini nyebelin
banget!
Molly
vs Rae
Rae adalah anak perempuan
berusia 9 tahun. Dia pernah bertemu dengan Molly di pesta ulang tahun. Lho kok
bisa anak kecil masuk ke klub malam? Soalnya dia terpaksa dititipkan ke salah
satu sahabat Molly, yang merupakan karyawannya Roma (ibunya Rae). Sedangkan Roma
sibuk banget dan belum punya nanny baru.
Di pertemuan pertama
saja Rae sudah menyentil Molly yang mengenakan sepatu kekanak-kanakan. Dia juga
terlalu cerewet, strict, rutin minum pil,
dan perfeksionis banget. Sampai di rumah Roma, Molly ternganga karena kamar Rae
sangat rapi dan bersih.
Kepribadian Rae tentu
bertolak belakang dengan Molly. Meski dia sudah dewasa tapi sangat berantakan, childish, seenaknya sendiri gitu deh.
Rae pusing menghadapi nanny yang kurang dewasa. Sementara Molly juga mumet karena Rae terlalu berharap
semuanya sempurna.
Kehilangan
Lagi
Molly dan Rae akhirnya
perlahan-lahan mulai akrab. Apalagi ketika Rae diberi peliharaannya Molly
yakni….seekor babi! Akan tetapi semua berakhir.
Ayah Rae, yang sudah
lama koma, meninggal dunia. Rae tentu shock
berat. Roma memecat Molly dengan sepihak (dan membuatnya mencak-mencak).
Apalagi Roma tidak sedih (mungkin karena suaminya bertahun-tahun koma sehingga
dianggap ‘mati’.)
Yang bikin Molly marah
adalah Roma tidak memperhatikan Rae sama sekali. Rae diam saja dan itu dianggap
normal. Kok bisa anak tidak dipeluk dan dihibur ketika sedih? Dia manusia,
bukan robot!
Molly sudah kehilangan
pekerjaan dan sekali lagi dia kehilangan pacar. Nael, yang menuduhnya
berantakan, ternyata memilih untuk jadi sugar
baby-nya Roma! Karena wanita itu adalah salah satu produser musik ternama. Nggilani!
Bagaimana cara Molly
bertahan hidup, tanpa pacar, tanpa pekerjaan? Dia juga terancam kehilangan Ing
karena sahabatnya marah, ketika Molly membatalkan janji untuk menemani ke acara
minum teh. Nonton yuuk, ini komedi-drama dan mudah dicerna ceritanya.
Anak
vs Pekerjaan
Di film Uptown Girls,
penulis skenario memperlihatkan bahwa parenting
Roma sangat salah. Memang dia menjadi wanita karir yang sukses. Tapi dia lupa
kalau anak adalah permata hati dan 100 persen dipasrahkan kepada nanny.
Sesibuk-sibuknya ibu,
apa susahnya membacakan cerita setiap malam? Memeluk anak dan berkata bahwa ibu
sangat mencintainya? Di sini daku menyorot ke cara pengasuhan yang salah dan
membuat Rae terlalu dewasa sebelum waktunya.
Molly, meski childish, lebih waras dan perhatian ke
Rae. Di sini dia memang berhak marah ke Roma karena terlalu mengatur anaknya.
Juga tidak mengasuh Rae seperti anak pada umumnya. Nah, klean apa pernah
melihat sosok anak yang tingkahnya terlalu dewasa?





Tidak ada komentar:
Posting Komentar