ENGGAK
MAU!
Saladin
mendorong piring lalu pergi, meninggalkanku dengan piring berisi nasi putih,
kecap, dan ikan lele goreng. Kepala langsung nyut-nyutan karena sudah
berbulan-bulan ada drama seperti ini. Anak usia 10 tahun yang tidak mau makan
nasi putih!
Kok
bisa ya ada anak yang tidak suka nasi? Padahal Saladin tipe anak super aktif
yang gampang lapar, tetapi pilih-pilih makanan.
Kalau
nasi biasa dia enggak mau. Nasi goreng kadang mau kadang ogah (tergantung mood). Tapi kalau dibelikan cheese
burger, kentang goreng, atau spaghetti, gak bakal nolak. Oalah sukanya western food, apa kebanyakan nonton
video anak-anak di luar negeri?
Yang
bikin sedih, dari dia usia 6 bulan tuh daku sebagai bundanya membuatkan makanan
pendamping ASI yang strict: no gula
garam, harus homemade (karena pernah
sekali makan bubur instan, dia sembelit), dan makannya pakai MPASI yang gizinya
seimbang. Namun pas udah gede malah picky
eater.
Alternatif Karbohidrat Selain Nasi
Daripada
dia enggak makan sama sekali atau hanya jajan yang minim gizi tapi tinggi gula
dan micin, maka daku cari alternatif makanan yang mengandung karbohidrat. Iya juga
sih, karbo gak harus nasi. Kalau bagi orang Indonesia, belum makan namanya
kalau belum kemasukan nasi, padahal sudah habis semangkuk besar mie ayam,
wkkkw. Sebenarnya ada banyak sumber karbohidrat selain beras putih, misalnya:
1. Bakwan Jagung
Saladin
suka makan bakwan jagung, apalagi kalau masih baru digoreng. Biasanya daku kasih
parutan wortel biar ada seratnya, dan di adonan kan dikasih telur ayam jadi ada
proteinnya.
2. Sandwich
Bikin
sandwich gampang banget karena tinggal ambil 2 lembar roti lalu dikasih isian,
mau suwiran ayam, atau telur ceplok. Seratnya didapatkan dari jus buah.
3. Kentang Goreng
Saladin
pengen fish and chips tetapi bundanya
baru bisa bikinin kentang goreng biasa ama lele goreng wkwkk. Anggap aja fish and chips rasa lokal. eh kalau yg di foto ini kentang goreng, onion ring, dan ayam goreng (beli) plus saus keju.
Mau Jajan dan Ganti Suasana
Namun
anehnya kalau Saladin dibelikan onigiri (itu lho yang di minimarket, yg isi
tuna atau ayam) eh doyan. Padahal isinya nasi. Lha apa mau makan nasi kalau
hasil masakan orang lain? Sebagai bunda yang suka masak daku jadi sedih.
Siang
ini Saladin juga mau makan nasi campur soto kudus. Makannya bareng kakek dan
neneknya, di sebuah warung (di perumahan sebelah). Oalah, apa minta ganti
suasana?
Daku
jadi ingat waktu masih kecil dulu, kalau ada salah satu adikku yang mogok
makan, maka otomatis diajak oleh mama-papa ke warung eh makannya lahap. Istilahnya
“makan di tokonya”. Dasarrr anak kecil aji mumpung ya mintanya marung.
Jadi,
kalau anak enggak mau makan nasi, tenang dulu. Bisa jadi dia masih trauma
(seperti Saladin yang saat usia 7 tahun pernah menolak nasi karena giginya
tanggal – ganti ke gigi dewasa). Bisa jadi dia pengen nasi yang dibentuk
(seperti onogiri atau sushi roll). Bisa jadi dia pengen makan di warung dan
ganti suasana.
Kalau
masih enggak mau makan nasi, ya sudahlah. Masih banyak alternatif karbohidrat
seperti pasta, ubi, kentang, jagung, dll. Ingat kan, saudara kita di Indonesia
timur rata-rata tidak makan nasi tetapi badannya sehat.
Anak-anak
gimana, apa suka makan nasi?


























