Minggu, 09 Juni 2024

Mengapa Harus Menulis di Blog?

 Teman-teman ingat enggak kapan pertama kali ngeblog? Kalau daku punya blog itu awalnya di Multiply, sekitar tahun 2007-2008. Saat Multiply tutup baru bikin 2 blog sekaligus (di WP dan Blogspot). Walau akhirnya yang sering diisi ya di sini, BS, dan sudah TLD.

Awal Menulis

Lalu kapan pertama kali daku menulis? Bisa dibilang daku belajar nulis pertama kali itu waktu SMA, saat mengikuti ekstra kulikuler jurnalistik. Apalagi saat itu booming film AADC dan status penulis majalah dinding pun jadi naik.



Dari awal nulis, konsentrasinya ke jenis non fiksi. Walau sesekali nulis fiksi juga seperti cerita pendek dan cerita anak. Teman-teman suka nulis fiksi atau non fiksi nih?

Ikut Lomba Menulis dan Giveaway

Long short story, menulis di blog jadi kegiatanku mengisi waktu luang. Apalagi sejak jadi IRT tahun 2011. Dengan ngeblog maka daku bisa tetap berteman dengan banyak blogger lain, meski secara virtual.



Dulu awal ngeblog, daku rajin banget ikut kuis, lomba, dan giveaway. Kalah tidak apa-apa, yang penting tetap semangat menulis.

Tahu enggak? Saat ikut lomba di sana-sini, tiba-tiba ada tawaran job untuk menulis di blog dan memberi link ke salah satu marketplace. Memang tidak ada pekerjaan yang sia-sia karena bisa jadi pemberi job sudah sering membaca tulisanku yang diikutkan berbagai lomba.

 Kalau menang lomba  walau baru juara 3 rasanya senang banget. Seingatku, hadiah terbesar dari lomba menulis yang pernah didapat adalah 500.000 rupiah.

Menjadi Penulis yang Dibayar




Sejak tahun 2017 alhamdulillah daku menjadi penulis yang dibayar (walau kala itu fee belum mencapai UMR). Namun tetap disyukuri karena daku dipercaya oleh agency dan langsung bekerja, tanpa mengajukan surat lamaran atau portofolio tertulis. Apalagi jadi content writer membuatku bisa berkarya dari rumah karena pekerjaannya dilakukan jarak jauh.

Kembali Jadi Blogger

Sejak akhir tahun 2023 lalu pekerjaan sebagai content writer terhenti tetapi daku tidak perlu sedih berlama-lama. Prinsipku, dibayar atau tidak dibayar, akan tetap menulis. Selain jadi hobi, menulis benar-benar membuatku waras. Oleh karena itu ngeblognya jalan terus.



Saat ini frekuensi menulis di blog lebih sering daripada tahun lalu. Dalam sebulan bisa ada 10-15 tulisan di blog Catatan Bunda Saladin. Sebenarnya ini penurunan sih karena saat dulu jadi content writer, daku biasa nulis hingga 2.500 kata per hari. Namun tidak apa-apa, yang penting blognya diisi dulu.

Perlahan-lahan DA, DR, dan pageview blog mulai naik dan ada banyak tawaran menulis berbayar lagi. Alhamdulillah, disyukuri saja. Daku juga mulai ancang-ancang untuk serius menulis fiksi dan cerita bersambung tersebut diunggah di beberapa platform novel online.

Menyebarkan Ilmu Parenting

Lantas apa tujuanku ngeblog selama ini? Jika dulu blog menjadi online diary maka ketika kembali serius ngeblog, tujuan kualihkan. Karena blognya berjudul ‘Catatan Bunda Saladin’ maka membidik para bunda dan ayahanda agar menyayangi dan mendidik anaknya dan memberi ilmu parenting.

Beneran lho, daku pernah baca sebuah komentar menohok. Katanya parenting hanya untuk orang kaya. Bujibuneng! Kok bisa ada yang ngomong seenaknya begitu?

Ilmu parenting bisa diaplikasikan di berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya untuk orang kaya. Bukankah orang tua ingin anaknya terdidik dengan baik. Sehingga anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang sopan-santun, taat peraturan, rajin belajar dan beribadah, mengutamakan adab, dll.

Menulis Tentang Gentle Parenting

Nah, satu lagi yang mengganjal adalah tren parenting ala VOC alias katanyaaaa anak harus dididik dengan kekerasan, kalau perlu dengan ‘main tangan’. Alamak! Lha kita yang orang dewasa tidak mau dipukul. Mengapa harus memukul anak? Anakmu dewe lho, kok tegoo?

Oleh karena itu daku berkali-kali bikin tulisan tentang gentle parenting. Mendidik anak tidak usah pakai kekerasan. Sebenarnya jika dia dididik dan diberi pengertian baik-baik, serta diajak komunikasi, maka akan menjadi anak yang pengertian dan penurut.

Rencana ke Depan

Jadi, rencanaku ke depan adalah terus menulis berbagai artikel parenting yang bermanfaat. Tak hanya bagi orang tua tapi juga calon orang tua. Semoga setelah membaca blog Catatan Bunda Saladin maka mereka bisa menerapkan gentle parenting.

Nah, inilah ceritaku dalam menulis dan ngeblog. Semoga daku bisa tetap menulis dan menyebarkan ilmu parenting. Karena mendidik anak itu tidak main-main, menjadi ‘investasi’ bagi kepribadian mereka.

12 komentar:

  1. kerennnn mba aviiiiii...ternyata sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia penulisan..hebat mbaaa saluttt...jadi nyesel kenapa dl waktu disuruh suami nulis gak langsung dikerjakan malah baru belakangan ini..tp gak ada kata terlambat lah ya mbaa hehe gpp baru mulai sekarang drpd enggak sama sekali

    BalasHapus
  2. Inspiratif banget mbak. Aku pun sebenarnya sudah lama ngeblog tuh, cuma yaa begitulah. Semangatnya seringkali naik turun, jadi apadaya secara progress belum banyak bersinar.
    Duh, semoga lewat grup BW dan kenalan sama temen-temen blogger, bisa bikin diriku bisa jadi lebih baik lagi ya tahun ini. Amiiin

    BalasHapus
  3. Masya Allah, keren banget mba. Sudah suhu nih ngeblog nya sudah lama banget. Salut masih konsisten nulis dan punya tujuan jelas serta jangka panjang, bakalan manfaat banget nulis tentang parenting 🥰. Aku dulu pertama ngeblog pas tahun 2013 an buat tugas kuliah. Dulu bikin blogspot, setiap habis kuliah malemnya nulis rangkuman materi kuliah. Tapi gak konsisten, hanya sesekali dan mulai fokus lahi pas tahun 2022 an pustuskan punya WP buat blog pribadi, semoga saja bisa konsisten nulis terus nih aku, doakan ya 🙏

    BalasHapus
  4. Menulis di blog seperti melepaskan kebahagiaan dan berganti dengan hormon endorfin. Ada kelegaan saat bisa melampiaskan banyak hal positif di blog apalagi mendapat apresiasi dari pembaca. sungguh menyenangkan

    BalasHapus
  5. aku dulu ikutan lomba blog dapet voucher belanja udah bersyukurr banget, karena nominalnya termasuk besar.
    yaampun jadi kangen zaman Multiply mbak, hiks seandainya masih bisa diakses, pengen rasanya bernostalgia gitu

    aku sendiri seneng membaca cerita keseharian mba Zen soal Saladin dan gimana cara parenting atau menghadapi anak-anak, aku banyak belajar dari temen temen blogger juga

    BalasHapus
  6. Waduuuuh itu siapa yg komen gitu. Aku aja yg sebenernya ga terlalu suka anak2', tp tetep aja ga mau mukul kalo utk urusan parenting.

    Malah sereeem , Krn ngerasain sendiri, kekerasan pada anak, yg ada malah bikin anak ga akan Deket Ama ortunya. JD ga mau terbuka juga kan.

    Aku aja banyak belajar dr cara mba mengasuh Saladin 👍👍. Patut ditiru lah.

    BalasHapus
  7. Semoga bunda tetap semangat menulis blog karena banyak sekali manfaatnya bukan saja karena faktor uang tapi apapun yang di sharing adalah hal-hal positif yang bermanfaat bagi banyak orang jadi teruslah menulis

    BalasHapus
  8. Perjalanan menulisnya berliku-liku yaa, Alhamdulillah sudah menemukan Niche yang paling disukai dan bisa dikembangkan..aku suka tulisan-tulisan parenting mu Vi..great job...

    BalasHapus