Selasa, 18 Juni 2024

Beli Tas dan Sepatu Sekolah Baru, Yes or No?

 



Saat liburan kenaikan kelas, anak-anak pasti happy karena bisa molor bangunnya, bisa main game, nonton, ngemil, dll. Namun orang tuanya yang tetap kerja, kerja, kerja. Karena kalau anak makin besar makannya makin banyak dan kebutuhannya juga beragam, termasuk alat-alat sekolah.


Nah, kalau anak naik kelas sebenarnya butuh alat sekolah seperti tas, sepatu, seragam baru gak sih? Memang sebagai orang tua kita ingin memberi yang terbaik untuk anak. Termasuk sekolah dan peralatan pendukungnya.




Akan tetapi, enggak selamanya kondisi keuangan terus berada di atas. Kalau pas dagangan sepi (kalau orang tuanya pebisnis) atau habis di-PHK, bagaimana? Apakah harus memaksakan diri untuk membelikan anak alat sekolah yang baru, dengan cara hutang! Aku sih enggak ya.


Dihemat Saja Karena yang Lama Masih Layak


Sebenernya beli alat sekolah ini kondisional ya. Kita cek saja apa saja kebutuhan anak. Kalau sekiranya baju dan celana seragam dan sepatu masih muat ya tunda dulu pembeliannya.




Begitu pula dengan tas sekolah dan alat-alat penunjang pembelajaran yang lain. Kalau masih layak pakai (tidak sobek / rusak) ya pakai saja terus. Toh bukan suatu keharusan untuk beli baru setahun sekali.


 


Nunggu Barang Warisan Kakaknya


Kalau anak kedua biasanya punya nasib begini: nunggu barang warisan kakaknya atau sepupunya. Soalnya sama-sama masa pertumbuhan. Kalau sepatu atau seragam kakak sudah kekecilan tapi masih kayak pakai, bakal gantian dipakai adiknya.



Beli dong, Soalnya Sudah Kekecilan


Akan tetapi bagaimana jika punya anak usia sekolah yang statusnya sulung atau tunggal? Jangan ngarepin warisan deh. Mending beli baru.




Memang beda cerita bila sepatu anak sudah mulai sesak. Kalau dia murid SD-SMP tuh pesat banget pertumbuhannya. Ukuran sepatu juga nambah terus tiap tahun. 


Saladin sekarang 11 tahun dan ukuran sepatunya sudah 38 (sama seperti ukuran sepatuku). Padahal tahun lalu ukuran sepatunya masih 36-37.


Begitu juga dengan setelan seragam. Kalau sudah kependekan dan sesak ya belikan yang baru. Beli yang murah saja kalau misal dana agak mepet. Atau bandingkan harga di toko-toko di marketplace. Tapi daku kalau baju dan sepatu lebih suka beli offline sih.


Bagaimana bila Beli Alat Sekolah Second?


Jika memang alat-alat sekolah anak seperti sepatu dan seragam harus diganti, sementara uangnya agak mepet, solusinya adalah beli yang bekas aja. Hahh bekas?


Jangan bayangkan barang di pasar loak, Bun! Namun ada banyak grup jual beli barang second baik di media sosial maupun di WA. Biasanya ada saja yang jual alat sekolah saat decluttering barang-barang di rumahnya. Atau sedang BU alias butuh uang.




Beli sepatu atau tas sekolah second tidak masalah. Yang penting: minta kiriman video sehingga bisa lihat kondisinya. Atau, pilih seller yang posisinya satu kota sehingga bisa datang langsung untuk cek barang, baru bayar.


Kesimpulannya Adalah


Punya anak sekolah berarti kudu siap uang. Jer Basuki Mawa Bea. Kalau alat sekolah anak sudah tidak layak pakai ya beli aja. Kasian atuh! Tapi jangan beli keperluan anak hanya karena gengsi semata. Kalau kalian gimana, tim selalu beli baru atau tidak?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar