Minggu, 07 Juni 2026

Membaca Buku di Perpustakaan vs Aplikasi

 Siapa yang suka baca buku?? Tapi sebagai reader daku sedih karena ada yang bilang kalau gadget bisa menurunkan minat baca. Padahal kita bisa pakai HP buat baca ebook di aplikasi, kan? Cuma beda media ajaa.

Ide tulisan ini terpantik beberapa waktu lalu ketika daku bersama seorang kawan mengunjungi perpustakaan. Di sana hawanya dingin (karena ber-AC) sampai takut ketiduran. Tapi kudu jaga attitude karena kan perpustakaan adalah tempat umum. Lalu daku mikir, kalau saja baca di rumah, di HP (app), bisa sambil ndlosor, wkwkwk. Nah, enakan baca buku fisik di perpus atau ebook via app nih?

Tenangnya Membaca Buku di Perpustakaan

Ratusan buku menanti untuk dijamah dan dibuka lembarannya. Sementara di rak sebelahnya ada berbagai majalah dan koran. Itulah perpustakaan yang ada di kotaku, Malang. Perpustakaan Umum yang membanggakan karena masyarakat boleh membaca di sana, atau meminjam buku untuk dibawa pulang, gratis.

Rasanya seperti terpelanting ke masa kuliah, menikmati berbagai buku (biasanya novel dan cerita anak) sambil berimajinasi. Seperti apa keadaan di Eropa ketika Astrid Lindgren masih kecil, dan kemudian dituangkan ke dalam buku-bukunya? Bagaimana cara Enid Blyton bekerja (dengan mesin ketik) dan menghasilkan banyak sekali naskah? (karena konon doski bisa menulis sampai 5.000 kata per hari).

Pulang dari perpustakaan, daku bawa secercah kegembiraan dan segunung ide-ide di kepala. Perpustakaan juga bisa jadi tempat untuk belajar, bahkan bekerja (karena boleh membawa laptop ke sana, bahkan disediakan free wifi). Di sanalah tempat me time yang ideal karena sesuai dengan hobiku.

Baca via Aplikasi yang Praktis

Ketika awal punya HP android maka daku bersorak gembira karena ada banyak aplikasi untuk membaca buku di sana. Bahkan online library tersebut gratis karena memang sudah disediakan anggarannya (oleh government). Kita tinggal daftar lalu bisa baca aneka ebook, bahkan ada aplikasi online library yang punya banyak koleksi e-magazine (majalah anak-anak) juga.

Bayangkan, mulai dari buku biografi, novel, resep, cerita anak, dan lain-lain, hampir semuanya ada di aplikasi tersebut. Setelah pinjam ebook kita bisa langsung baca dan menikmati kisahnya. Malah lebih cepat lho kalau baca ebook via aplikasi, tidak terasa sampai 50 halaman.

Suka yang Mana?

Sebagai reader yang bisa baca 3-6 buku per bulan, maka daku jujur lebih suka baca ebook di aplikasi. Kalau lagi menunggu sesuatu atau ada waktu luang, tinggal buka HP lalu pinjam di app perpustakaan online tersebut. Gara-gara app itu maka bisa menyelesaikan target bacaan (challenge tahunan) di GR.

Akan tetapi pernah suatu hari HP-ku error dan harus menginap di tempat kang servis. Meski ada beberapa ebook di laptop, tapi daku jadi baca buku-buku koleksi pribadi di rumah. Ternyata baca buku fisik itu lebih tenang (mungkin karena tidak ada cahaya seperti di HP).

Kesimpulannya, daku suka dua-duanya wkwkkw. Baca buku di perpustakaan, di rumah, atau via HP, tidak masalah. Yang penting membaca dan diusahakan untuk rutin dilakukan setiap hari. Kalau kamu bagaimana??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar