Siapa yang suka baca buku?? Tapi sebagai reader daku sedih karena ada yang bilang kalau gadget bisa menurunkan minat baca. Padahal kita bisa pakai HP buat baca ebook di aplikasi, kan? Cuma beda media ajaa.
Ide
tulisan ini terpantik beberapa waktu lalu ketika daku bersama seorang kawan
mengunjungi perpustakaan. Di sana hawanya dingin (karena ber-AC) sampai takut
ketiduran. Tapi kudu jaga attitude karena
kan perpustakaan adalah tempat umum. Lalu daku mikir, kalau saja baca di rumah,
di HP (app), bisa sambil ndlosor,
wkwkwk. Nah, enakan baca buku fisik di perpus atau ebook via app nih?
Tenangnya
Membaca Buku di Perpustakaan
Ratusan
buku menanti untuk dijamah dan dibuka lembarannya. Sementara di rak sebelahnya
ada berbagai majalah dan koran. Itulah perpustakaan yang ada di kotaku, Malang.
Perpustakaan Umum yang membanggakan karena masyarakat boleh membaca di sana,
atau meminjam buku untuk dibawa pulang, gratis.
Rasanya
seperti terpelanting ke masa kuliah, menikmati berbagai buku (biasanya novel
dan cerita anak) sambil berimajinasi. Seperti apa keadaan di Eropa ketika
Astrid Lindgren masih kecil, dan kemudian dituangkan ke dalam buku-bukunya?
Bagaimana cara Enid Blyton bekerja (dengan mesin ketik) dan menghasilkan banyak
sekali naskah? (karena konon doski bisa menulis sampai 5.000 kata per hari).
Pulang
dari perpustakaan, daku bawa secercah kegembiraan dan segunung ide-ide di
kepala. Perpustakaan juga bisa jadi tempat untuk belajar, bahkan bekerja
(karena boleh membawa laptop ke sana, bahkan disediakan free wifi). Di sanalah tempat me
time yang ideal karena sesuai dengan hobiku.
Baca
via Aplikasi yang Praktis
Ketika
awal punya HP android maka daku bersorak gembira karena ada banyak aplikasi
untuk membaca buku di sana. Bahkan online
library tersebut gratis karena
memang sudah disediakan anggarannya (oleh government).
Kita tinggal daftar lalu bisa baca aneka ebook, bahkan ada aplikasi online library yang punya banyak koleksi
e-magazine (majalah anak-anak) juga.
Bayangkan,
mulai dari buku biografi, novel, resep, cerita anak, dan lain-lain, hampir
semuanya ada di aplikasi tersebut. Setelah pinjam ebook kita bisa langsung baca
dan menikmati kisahnya. Malah lebih cepat lho kalau baca ebook via aplikasi,
tidak terasa sampai 50 halaman.
Suka
yang Mana?
Sebagai
reader yang bisa baca 3-6 buku per
bulan, maka daku jujur lebih suka baca ebook di aplikasi. Kalau lagi menunggu
sesuatu atau ada waktu luang, tinggal buka HP lalu pinjam di app perpustakaan online tersebut. Gara-gara app itu maka
bisa menyelesaikan target bacaan (challenge
tahunan) di GR.
Akan
tetapi pernah suatu hari HP-ku error dan harus menginap di tempat kang servis.
Meski ada beberapa ebook di laptop, tapi daku jadi baca buku-buku koleksi
pribadi di rumah. Ternyata baca buku fisik itu lebih tenang (mungkin karena
tidak ada cahaya seperti di HP).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar