Kembali
lagi ke cerita a day in my life
episode kesekian. Kali ini daku mau berkisah tentang rapotan Saladin, tanggal
20 Juni 2026. Lokasi di kantor PKBM dan acaranya istimewa karena tidak hanya
melihat nilai selama semester 2. Namun juga ada pertunjukan drama musikal dan live cooking.
Haah,
memasak? Iyaa, ada proyek akhir semester berupa memasak berkelompok dan
bahannya pisang. Saladin dan teman-temannya akan bikin “pisang barongko”, snack khas Makassar. Dia bertugas bawa balloon whisk dan pisau (dan memang
bapaknya Saladin kan pande besi, jadi pas banget, sekalian lah dibuatkan pisau
baru).
Kembali
ke cerita rapotan. Habis subuh tiba-tiba ada dar-der-dor bagian pertama:
bapaknya Saladin bilang kalau ada acara mendadak ke luar kota. Baiklaah, kami
naik taksi online saja kalau gitu
(karena lokasi kantor PKBM sekitar 5 KM dari rumah).
Setelah
siap-siap tapi masih saja molor
(jangan ditiru). Untung dapat taksi online
dengan segera, dan kami datang di sana jam 8:19 pagi (padahal undangan jam
8 pagi). Alhamdulillah ternyata acara baru dimulai. Tapi….
Saladin
Kumat
Tapi Saladin malah naik ke berbagai permainan. Yaa, ini kantor PKBM yang masih satu yayasan sekolah alam, dan ada TK-nya. Jadi dia main di terowongan besi, panjat-panjatan, dll. Boleh lah main sebentar buat pemanasan, lalu dia kuajak untuk turun, karena acara rapotan di kebun belakang sekolah.
Kami
berjalan beberapa meter, lalu setelah menaruh pisau dan balloon whisk ke meja tempat lokasi masak, ternyata Saladin malah
naik ke gazebo bertingkat! Jadi di sekolah alam (SD) memang belajarnya di
gazebo. Aduh, bukannya berkelompok lalu bikin pisang barongko, malah kabur
begini.
Untung
saja ada dispensasi dari bu guru. Tapi lelah juga karena daku jadi naik dan
turun gazebo, beneran takut karena tangganya terbuat dari kayu (saat itu daku
pakai gamis). Lalu Saladin malah pindah ke mainan lingkaran hamster dan ndeprok di sana.
Daku
akhirnya masuk ke kantor PKBM untuk mendengarkan penjelasan dari para guru. Lalu
acara selanjutnya adalah drama musikal yang ternyata diadakan di bagian luar.
Habis itu kami dipersilakan makan snack
pisang yang dibuat oleh anak-anak. Tapi di mana Saladin?
Ternyata
dia lari ke gedung bagian depan. Jadii PKBM ini kantornya satu kompleks dengan
TK (seperti yang sudah kuceritakan tadi). Saladin ke gedung itu, naik tangga,
dan dia ingat karena pernah diajak ke sana (waktu baru daftar kejar paket B).
Segera kususul, beneran takut dia nekat jalan kaki sendiri ke rumah mbahnya
(mertuaku) karena sudah hafal rutenya.
Acara
inti adalah menerima rapor dan alhamdulillah Saladin naik kelas. Beneran daku
takut dia tidak naik kelas (karena di kelas 7 banyak merajuknya). Walau
nilainya rata-rata, tidak apa-apalah. Semoga di kelas 8 lebih baik lagi hasilnya.
Blessing
in Disguise
Setelah
rapotan akhirnya kami jalan kaki sekitar 1 KM, menuju rumah mertua. Ibu mertua
kaget banget, kok kemringet? Kok
enggak naik ojek saja? Memangnya tidak ada aplikasinya?
Daku
bilang, “Dekat kok Bu!”. Alhamdulillah Saladin juga enjoy aja berjalan kaki walau panas-panasan, jam 12 siang. Akhirnya
kami dipersilakan makan dengan menu nasi rawon yang enaaak (dan mertua memang
jago masak, beliau pernah buka warung nasi). Setelah makan lalu selonjoran dan
nonton TV, Alhamdulillah lagi ada film india.
Jam
2 siang daku mau pamitan tapi buka HP dulu lalu ada tetangga yang mengabari
kalau di perumahan listrik mati! Enggak jadi balik lah, wkwkkw. Benar-benar blessing in disguise. Berlama-lama di
rumah mertua, terselamatkan dari tragedy listrik mati.
Blessing in disguise terjadi
lagi karena sorenya hujan deraaas. Coba kalau seperti rencana awal: diantar dan
dijemput suami naik motor, bisa kehujanan di jalan. Namun karena naik taksi online jadi aman dan selamat sampai rumah,
sekitar jam 18:00.
Read: Rapotan Semester 1 Kelas 7
Disayang
Mertua
Benar-benar
bersyukur walau ada dar-der-dor hari itu, daku merasakan kasih-sayang mertua. Habis
makan rawon malah diminta untuk tidur siang. Tidak pernah tuh daku disuruh
ngepel, nyapu, dll.
Mertua
juga belikan telur agar Saladin mau makan nasi goreng telur (walau akhirnya
Cuma dimakan 3 SDM). Beliau yang menenangkanku ketika mau ngamuk, karena
Saladin ogah-ogahan makan, dan dia disuruh mengisi baterai HP malah tidak
mau. Benar-benar rezeki punya ibu mertua
baik hati.
Banyak
Rezeki
Setelah
dar-der-dor muncul rezeki beruntun, pertama hidangan makan siang di kantor
PKBM, berupa nasi, tempe goreng, telur dadar, dan sop ayam. Padahal perut masih
agak kenyang makan barongko, jadi ambil nasi dikit aja lah. Eh habis itu malah
makan rawon di rumah mertua. Masih disuruh makan kolak lagi, gimana enggak chubby akutuu wkwkwk.
Ketika
kami mau pulang, ibu mertua bawakan oleh-oleh 2 kresek isi pisang dan singkong.
Banyak bangeeet, untung pulang naik taksi online
jadi enggak bingung bawanya. Tapi ada drama juga karena 2 kali di-cancel oleh driver.
Akhirnya
kami dapat driver dan Alhamdulillah
beliau baik banget. Saladin yang mewek karena baterai HP mau habis, malah
dipinjami charger HP yang ada di
mobil. Beliau juga menyetel lagu-lagu top 40 mulai dari lagunya Backstreet Boys
sampai Bruno Mars. Berasa naik carpool
karaoke hahahaa.
Sampai
rumah, baru 10 menit, ternyata bapaknya Saladin datang. Alhamdulillah dapat
rezeki lagi karena beliau ngasih 2 botol minuman kemasan dan 2 macam snack. Horeee! Benar-benar dar-der-dor
tapi penuh keberuntungan. Sama seperti motto-ku:
every single day is my lucky day.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar