Saladin
berlari mengelilingi rumah, sementara temanku (yang sedang bertamu) heran dan
bertanya, “Dia kenapa?” Kujelaskan kalau anak ADHD memang seperti itu, sangat
aktif. Untung masa suka memanjatnya sudah hilang jadi dia hanya lincah
berkeliling sambil mendengarkan lagu-lagu favoritnya.
Pertanyaan
seperti itu sudah biasa karena daku merasakan 13 tahun jadi ibu dari anak ADHD.
Mulai dari pertanyaan yang ringan sampai pandangan mata yang merendahkan, sudah
kenyang rasanya. Tapi jujur daku kadang ‘oleng’ alias merasa galau, mengapa
harus punya anak ADHD yang relatif lebih ‘sulit’ daripada anak biasa? Ya Tuhan??
Balada
Punya Anak ADHD
Kita kembali ke masa Saladin masih
kecil. Ada-ada saja tingkahnya, mulai dari memanjat pohon, lemari, sampai naik
kulkas. Dia pernah kecepit kursi saking penasaran dengan kursi kayu buatan
ayahnya.
Yang paling sedih ketika Saladin (waktu
TK) tantrum dan dulu memang sangat mengerikan. Dia menangis sambil
gulung-gulung di lantai lalu…membenturkan kepalanya ke ubin! Bagaimana tidak
takut kalau terluka?
Memiliki
anak ADHD membuat hatiku campur-aduk. Kadang ikut marah ketika dia tantrum
(karena beban emosi yang berat). Lalu malamnya menyesal dan minta maaf ke dia
sambil menangis. Kadang daku juga sedih karena dia berbeda dari anak lain
(walau fisiknya sama).
Melihat
Kelebihan Anak, Bukan Kelemahannya
Akan
tetapi kegalauan itu harus diusir jauh-jauh. Buat apa daku overthinking akan masa depannya? Tidak boleh menyesal punya anak
ADHD karena yang paling penting (Sebagai orang tua) adalah melihat kelebihan anak, bukan hanya mencermati kelemahannya.
Memang
Saladin ADHD, fokusnya relatif lebih pendek, tapi dia juga punya kelebihan di
bidang bahasa. Dia mahir bahasa inggris sejak usia 5 tahun. Saladin suka
belajar aksara dan hafal huruf-huruf Rusia, Yunani, dll.
Saladin
juga mau membereskan piring kotor, sudah bisa mengupas kentang dan apel (dengan
peeler), bahkan inisiatif menyapu
lantai saat ada semut. Dia suka memeluk dan mencium pipi bundanya. Juga sudah
bisa membuat teh sendiri dan bisa dimintai tolong belanja di warung (asal ada
catatan belanja).
Buat
apa daku melihat ADHD sebagai sebuah kelemahan? Justru saat dia hyperactive maka fisiknya sangat kuat. Sebagai
orang tua maka tugasku untuk mengarahkannya, mengajaknya olahraga dan mengajari
gerakan-gerakan self defense.
Terapi
Mandiri
Saat
ini Saladin terapi mandiri di rumah dan alhamdulilah materi serta videonya
banyak tersebar di social media. Yang panting adalah konsistensi untuk
melakukannya. Jadi yang dilatih adalah keseimbangan, koordinasi tangan dan
kaki, kekuatan tubuh, fokus, dll.
Pelajaran
Hidup
Ada
satu quote dari buku antologi yang
barusan kubaca. Kurang-lebih isinya begini “kehadiran anak memberi banyak
pelajaran yang membuat orang tuanya menjadi lebih baik.” Padahal buku itu sudah
beberapa kali dibaca tapi setelah membaca ulang baru sadar akan quote tersebut, yang sangat pas dengan
keadaan saat ini.
Ketika
punya anak ADHD maka daku belajar banyak hal: gentle parenting, psikologi anak, olahraga di rumah, diet gula dan
gluten, dll. Karena anak ADHD pun daku lebih sering menuliskannya di blog (dan
semoga menginspirasi para pembaca). Makanya di blog Catatan Bunda Saladin niche-nya adalah parenting.
Daku lagi menulis buku tentang anak ADHD dan kisah-kisah 'keajaiban' Saladin. Kalau sudah selesai nanti kuinfo di blog.
Akhirnya daku jadi banyak ditanya orang (baik secara langsung atau di sosial media)
mengenai anak ADHD. Bahkan pernah menjadi objek penelitian bagi para mahasiswa
psikologi yang mengambil tema skripsi anak ADHD. Senang sekali bisa membantu mereka.
Memiliki
anak ADHD bukanlah sebuah ‘kutukan’ atau ‘hukuman’ dari-Nya. Namun daku sadar
bahwa Saladin adalah hadiah terbesar dari sang kuasa. Daku jadi belajar banyak,
terutama tentang arti kasih-sayang.








Pastinya segala sesuatu ini ada hikmahnya ya, dan Allah SWT juga menganugerahkan titipan-NYA yang berharga kepada keluarga Kak Avi karena Kak Avi pasti sanggup menghadapinya.
BalasHapusInsyaAllah rampung bukunya ya kak, sehingga bisa menginspirasi siapa saja yang membacanya.
Semoga Bukunya bisa segera terbit sehingga bisa dibaca oleh banyak orang yang belum begitu paham soal ADHD. tetap semangat membesarkan Saladin karena Tuhan menitipkan pada Mbak Avi yang mampu mengajarkan dan melindungi Saladin dari dunia yang luas ini
BalasHapusTetap semangaatt membersamai tumbuh kembang anak 💪
BalasHapusSaladin anak sholih, baik, talented, sayang dan hormat orang tua.
Makin cerdas dan kreatif ya Naakk 💪
Coba kalo deket diajakin sama Mang Duyeh buat latihan panjat tebing, dengan kelincahan dan keberanian yang unlimited bisa di konversi jadi power, yakin bisa dijadiin atlit panjat nih.
BalasHapusDaripada anak yang malu2 dan ga punya kemauan lebih sulit mengarahkannya untuk olahraga seperti panjat tebung mah.
Orang tua istimewa pastinya dipilihan untuk anak istimewa pula
BalasHapusSaya aja anak rewel suka kesel sendiri. Makanya salut dengan semua orang tua dengan semua keistimewaan putra putrinya
Kelebihan putranya dalam menguasai bahasa dan tulisan huruf negara lain ini sangat luar biasa...
Cerita saladin sudah menemanku beberapa tahun ini perasaan dulu aku pas baca saladin masih kecil eee tau2 sekarang dh gede aja dah bisa disuruh belanja juga ;)
BalasHapusSemoga saladin selalu sehat dan terus berkembang karena setiap anak pasti mempunyai kelebihannya masing2...semangat juga buat mb avi untuk selalu mendampingi saladin ;)
Saladin, anak sholeh dan ganteng. Bundanya hebat. Lebih memilih untuk fokus saama kelebihan anak ketimbang memikirkan kekurangan yang memang dimiliki semua orang event yang katanya normal sekalipun.
BalasHapusSaladin hebat dan pasti Allah menitipkannya karena percaya kalau orang tuanya juga hebat.
BalasHapusInsyaAllah banyak kelebihan yang akan terlihat dari potensi Saladin, dan sekarang sudah bisa dilihat mulai dari ketertarikannya pada dunia bahasa.
Semangat selalu Mbak Avi
Sungguh sangat menginspirasi dan harus aku apresiasi sih kak. Perjuangan selama 13 tahun menemani Saladin pasti tidak mudah, apalagi harus melewati fase "oleng" dan pandangan orang lain.
BalasHapusTapi hebat banget, Bunda bisa berdamai dan justru fokus pada kelebihan Saladin yang luar biasa...... hebat lho, umur 5 tahun sudah mahir bahasa Inggris dan hafal aksara asing!
Saladin tumbuh jadi anak yang mandiri dan penuh kasih sayang itu bukti nyata dari hebatnya didikan Bunda.
Kagum sekali dengan pola pikir mbak Avi yang sangat Nerima serta mengambil sisi positif dari sebuah takdir dan nasib. Masha Allah, peluk virtual. Kamu keren banget dan inspiratif.
BalasHapusBenar adanya anak ADHD lebih baik jangan dianggap sebagai kutukan atau hukuman. Aku percaya, seseorang yang di titipkan sesuatu yang istimewa artinya ia memang sanggup buat menangani nya. Banyak banget ya sisi positif Saladin. Barakallah, semoga Saladin sehat selalu dan semakin cerdas di bidang yang ia kuasai.
Salut nih buat bunda Saladin yang tetap positif terhadap ujian yang diberikan Tuhan. Selama kita menganggap positif, maka semua yang dijalani akan terasa indah dan nikmat ya bun. Rasa bersyukur itu hrs kita panjatkan kepada anak tersayang.
BalasHapusBgm pun Tuhan udh ngasih kepercayaan ke bunda utk ngerawat anak spesial kyk Saladin ini. Dan bener dong. Dia malah pandai bahasa asing. Terlihat dr ketertarikannya dgn bahasa asing dan abjad2 unik. Ini udh jadi pertanda. Tinggal kita mengarahkan potensinya agar dia lbh berkembang lagi. Semangat bunda.
Punya anak berkebutuhan khusus sering kali membuat orang tua berpikir, "Kenapa aku?"
BalasHapusTapi mbak Avi hebat bisa segera menyingkirkan rasa itu dan berbalik melihat sisi positif dari semuanya.
Aku setuju dengan quote "Kehadiran anak memberi banyak pelajaran yang membuat orang tuanya menjadi lebih baik." Aku pun merasa begitu. Tidak hanya anakku yang beljar, tapi aku juga terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik.
Masya Allah mbak Avi, Allah menganugerahkan Saladin dengan kebutuhan khusus ADHD. Mbak Avi jadi punya ladang kebaikan dan amal yang lebih banyak dibanding dnegan orang tua anak normal pada umumnya. Allah beri pinttu sabar lebih banyak, pintu belajar lebih banyak pada mbak Avi. Insya Allah semua menjadi ladang kebaikan. Semoga Saladin tumbuh menjadi anak saleh dan pintar dan menjadi Qurata Ayun bagi ayah dan bundanya. Aaminn
BalasHapusAku belum pernah memeriksakan anakku ke dokter si, tapi secara tenaga.. anakku juga luar biasa sekali. Sering banget lari-larian kesana kemari, dan kalo meleng dikit.. seisi rumah bisa berantakan dibuatnya.
BalasHapusTapi yah, begitulah seninya jadi orang tua. Kita harus bisa siaga, sementara di saat yang sama, harus bisa juga jadi pengawas yang baik dan teman bercerita bagi sang anak.
Makanya disyukuri aja, toh anak juga kan titipan :)
Penegakan diagnosis anak ADHD ini dari prikolog kah.. ka Avi?
BalasHapusAku senang dengan orangtua yang asertif dan mau bekerjasama untuk kebaikan anak. Karena di masa kini nyatanyaa... banyak sekali orangtua yang sepenuhnya menggantungkan kemajuan anak ((baik dari sisi perilaku ataupun kecerdasan)) kepada pihak sekolah.
Ketika menyadari bahwa anak adalah amanah yang dipertanggungjawabkan di akhirat kelak, semoga kita semua bisa membimbing dengan sebaik-baiknya.
Barakallahu fiikum, ka Avi dan keluarga.
membersamai anak istimewa pastinya berbeda dengan anak yang biasa saja ya. aku sendiri salut banget sama orang tua yang dikaruniai anak istimewa ini karena nggak mudah banget membesarkan anak istimewa
BalasHapusMbak Avi peluk dari jauh, mbak dan suami luar biasa, orang pilihan, orang istimewa. Sepakat dengan quotenya mbak, kehadiran anak memang memberikan ruang untuk belajar bagi orang tua, sejatinya menjadi orang tua akan terus belajar seumur hidup, terlepas dianugerahi anak istimewa ataupun tidak
BalasHapusMasya Allah keren sekali Kakak, bisa tekun dan sabar dalam menghadapi Saladin yang ADHD. Kebanyakan orang tua mungkin malu dan minder bila mendapati hal demikian terjadi pada anaknya.
BalasHapusSaladin hebat sekali sih bisa banyak bahasa dan suka belajar aksara.
Namun Kakak sendiri bisa melewati dan mengambil pelajaran dari hal ini, sungguh luar biasa, semoga Saladin dan kedua orang tuanya sehat selalu dan dimudahkan segala urusannya.