Jumat, 05 Juni 2026

Idul Adha 2026 yang Campur-Aduk

 

Sudah makan berapa tusuk sate kambing nih?

Idul adha identik dengan sate dan berbagai olahan daging lainnya. Namun kali ini daku tidak mau cerita tentang resep sate. Melainkan hari idul Adha yang jatuh tanggal 27 Juli 2026 (teringat peristiwa bersejarah gak sih?)



Salat ied dimulai jam 6 pagi dan sesaat sebelumnya ada pengumuman yang mengejutkan. Salah satu imam masjid di tempat kami meninggal dunia beberapa jam sebelumnya. Jadi setelah salat dan ceramah, jamaah diminta untuk menyalatkan beliau terlebih dahulu. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, al fatihah.

Karena masih dalam suasana berduka (dan membantu keluarga almarhum mengurus pemakaman) maka proses penyembelihan jadi agak mundur. Entah mengapa cuaca agak mendung pada hari itu mendukung kegalauan dari para jamaah, dan terutama bagi keluarganya. Namun kami harus tetap tegar dan melanjutkan kegiatan yang sudah lama direncanakan.

Membantu Panitia Idul Adha

            Sama seperti tahun sebelumnya, daku bantu-bantu panitia idul adha di masjid. Nah, panitianya memang tak hanya para bapak tapi juga ibu-ibu. Jadi yang laki-laki menyembelih sapi dan kambing. Sementara para wanita memasak (untuk makan bersama) dan membantu menimbang daging kurban.



            Kerja sama seperti ini menyenangkan bukan? Akan tetapi ayahnya Saladin tidak jadi juru sembelih. Sebagai master blacksmith alias pande besi, tugas khusus beliau adalah membawa gerinda duduk dan mengasah aneka pisau dan golok.

Sementara itu, daku sibuk di dapur, menggoreng bala-bala. Sungguh ya para panitia dijamin kenyang, karena selain bala-bala, ada singkong goreng, kacang rebus, bahkan disediakan nasi pecel untuk sarapan. Sementara itu ada ibu lain yang memanaskan soto dan kare untuk hidangan makan siang. Pokoknya kompak deh, dijamin kenyang!

Saladin yang Mondar-Mandir

            Saladin tidak mau diajak (dan memang lebih baik di rumah), karena dia pernah melihat ayahnya menguliti kambing, lalu tantrum dan guling-guling di tanah. Tapi satu jam sekali daku menengok ke rumah (sambil bawa es dan jajanan untuknya).



            Saladin Alhamdulillah nurut, mau jaga rumah, tapi….Kadang dia nongol gitu aja di masjid. Menunggu kapan bundanya pulang. Memang acaranya cukup lama, dari jam 9 pagi hingga 4 sore.

Masak Apa Nih?

            Daging kurban akhirnya dibagikan ke para jamaah habis ashar dan daku langsung membersihkannya. Lemak-lemak dibuang, lalu jeroan, tulang, dan daging dipisahkan. Kemudian jeroan direbus dengan daun jeruk dan jahe agar mengurangi aromanya.

            Nahh daku pernah diajari oleh emak (ART mama) kalau menyimpan daging kurban sebaiknya direbus dulu (sebentar aja). Jadi daging direbus sekali (dan dibuang airnya karena memang kotor). Baru dipotong dan direbus lagi, dan disimpan.



            Biasanya mamaku masak krengsengan tapi kali ini daku mau bikin bulgogi (ada saus instannya di minimarket). Daging dicincang lalu dibumbui dengan bawang putih, saus bulgogi, dan diberi air secukupnya. Ini mah bukan seperti bulgogi yang original karena kucampur dengan tahu putih, wkwkkwk, yang penting enak.

Saladin sudah request minta dibikinkan pizza dan daku memang sudah belanja tepung terigu protein tinggi, ragi instan, margarin, saus tomat, keju, dll. Kalau klean masak apa aja pas libur idul adha? Atau dagingnya malah masih tersimpan di freezer?

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar