Sudah
makan berapa tusuk sate kambing nih?
Idul
adha identik dengan sate dan berbagai olahan daging lainnya. Namun kali ini
daku tidak mau cerita tentang resep sate. Melainkan hari idul Adha yang jatuh
tanggal 27 Juli 2026 (teringat peristiwa bersejarah gak sih?)
Salat
ied dimulai jam 6 pagi dan sesaat sebelumnya ada pengumuman yang mengejutkan.
Salah satu imam masjid di tempat kami meninggal dunia beberapa jam sebelumnya.
Jadi setelah salat dan ceramah, jamaah diminta untuk menyalatkan beliau
terlebih dahulu. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, al fatihah.
Karena
masih dalam suasana berduka (dan membantu keluarga almarhum mengurus pemakaman)
maka proses penyembelihan jadi agak mundur. Entah mengapa cuaca agak mendung pada
hari itu mendukung kegalauan dari para jamaah, dan terutama bagi keluarganya.
Namun kami harus tetap tegar dan melanjutkan kegiatan yang sudah lama
direncanakan.
Membantu
Panitia Idul Adha
Sama seperti tahun sebelumnya, daku
bantu-bantu panitia idul adha di masjid. Nah, panitianya memang tak hanya para
bapak tapi juga ibu-ibu. Jadi yang laki-laki menyembelih sapi dan kambing.
Sementara para wanita memasak (untuk makan bersama) dan membantu menimbang
daging kurban.
Kerja sama seperti ini menyenangkan
bukan? Akan tetapi ayahnya Saladin tidak jadi juru sembelih. Sebagai master
blacksmith alias pande besi, tugas khusus beliau adalah membawa gerinda duduk
dan mengasah aneka pisau dan golok.
Sementara
itu, daku sibuk di dapur, menggoreng bala-bala. Sungguh ya para panitia dijamin
kenyang, karena selain bala-bala, ada singkong goreng, kacang rebus, bahkan
disediakan nasi pecel untuk sarapan. Sementara itu ada ibu lain yang memanaskan
soto dan kare untuk hidangan makan siang. Pokoknya kompak deh, dijamin kenyang!
Saladin
yang Mondar-Mandir
Saladin tidak mau diajak (dan memang
lebih baik di rumah), karena dia pernah melihat ayahnya menguliti kambing, lalu
tantrum dan guling-guling di tanah. Tapi satu jam sekali daku menengok ke rumah
(sambil bawa es dan jajanan untuknya).
Saladin Alhamdulillah nurut, mau
jaga rumah, tapi….Kadang dia nongol gitu
aja di masjid. Menunggu kapan bundanya pulang. Memang acaranya cukup lama, dari
jam 9 pagi hingga 4 sore.
Masak
Apa Nih?
Daging kurban akhirnya dibagikan ke
para jamaah habis ashar dan daku langsung membersihkannya. Lemak-lemak dibuang,
lalu jeroan, tulang, dan daging dipisahkan. Kemudian jeroan direbus dengan daun
jeruk dan jahe agar mengurangi aromanya.
Nahh daku pernah diajari oleh emak
(ART mama) kalau menyimpan daging kurban sebaiknya direbus dulu (sebentar aja).
Jadi daging direbus sekali (dan dibuang airnya karena memang kotor). Baru
dipotong dan direbus lagi, dan disimpan.
Biasanya mamaku masak krengsengan
tapi kali ini daku mau bikin bulgogi (ada saus instannya di minimarket). Daging
dicincang lalu dibumbui dengan bawang putih, saus bulgogi, dan diberi air
secukupnya. Ini mah bukan seperti
bulgogi yang original karena kucampur
dengan tahu putih, wkwkkwk, yang penting enak.
Saladin
sudah request minta dibikinkan pizza
dan daku memang sudah belanja tepung terigu protein tinggi, ragi instan,
margarin, saus tomat, keju, dll. Kalau klean masak apa aja pas libur idul adha?
Atau dagingnya malah masih tersimpan di freezer?




Tidak ada komentar:
Posting Komentar