George
cs are back! Setelah lelah belajar di
sekolah maka keempat remaja akhirnya bisa pulang (karena mereka belajar di
sekolah berasrama). Akan tetapi Dick, Anne, dan Julian tak bisa ke rumah mereka
karena….
Ibu
Dick dkk sakit jengkering (scarlett fever).
Jadi mereka akhirnya liburan natal di rumah George (yang masih sepupunya). Holiday yang menyenangkan sudah
terbayang tapi batal karena Mr. Kirrin (ayahnya George) menyuruh anak-anak
untuk tetap belajar. Bahkan mendatangkan guru privat ke rumah.
Penulis : Enid Blyton
Penerjemah : Agus Setiadi
Tahun : 1990
Yaa,
kalau liburan tapi harus belajar mana enak. Geng Lima Sekawan tentu kesal
karena batal bersantai. Apalagi Timmy the
dog tidak suka akan Pak guru Roland. Meski George dan anjingnya terang-terangan
cemberut, Mr. Roland tetap tekun mengajar.
Pondok
Kirrin
Di
sela-sela pembelajaran, untungnya Anne dkk masih boleh mengunjungi Pondok
Kirrin. Konon dulu rumah itu milik keluarganya George, tapi kemudian dibeli oleh
orang lain. Meski begitu, pemilik pondok sangat ramah, bahkan memanggil George
dengan sebutan ‘master’.
Tanpa
sengaja Lima Sekawan menemukan rahasia-rahasia di Pondok Kirrin. Mulai dari
lubang misterius sampai tulisan beraksara latin. Apakah di sana ada harta karun
yang menarik?
Kecurigaan
Karena
tidak bisa membaca tulisan tersebut, Dick cs menanyai Pak Roland. Beliau dengan
senang hati menerjemahkannya. Bahkan ikut mereka untuk mencari apakah ada
lubang bawah tanah di Pondok Kirrin. Sayang penyelidikan terhambat karena ada
kamar di pondok yang disewa oleh dua orang seniman.
Meski
Julian menyukai Pak Roland tapi George tetap membencinya. Ia juga curiga karena
sang guru pernah ketahuan mencari sesuatu di kamar kerja Mr. Kirrin. George
makin tidak suka akan guru tersebut, karena Timmy disuruh tidur di luar rumah
oleh ayahnya. Penyebabnya karena si anjing menggigiti kaki Pak Roland ketika
Lima Sekawan sedang belajar.
Di
rumahnya George, keadaan makin gempar karena kertas kerja ayahnya hilang. Dia
malah dituduh mencurinya (karena sempat ngambek). Akankah George bisa
membuktikan bahwa dia tidak bersalah? Siapa pencuri yang sebenarnya? Baca
yuuuk!
Kesanku
Setelah Membaca Lima Sekawan: Beraksi Kembali
Ceritanya
cukup seru tapiiii…kisah tentang Lima Sekawan yang menemukan barang di tempat
yang tak terduga, lalu ada lorong rahasia, sudah terlalu sering diulang.
Formulanya agak mirip dengan buku-buku Enid Blyton yang lain. I am her fans tapi baru menyadari hal
ini.
Walau
begitu, buku Lima Sekawan: Beraksi Kembali, masih asyik untuk disimak. Jumlah
halamannya tidak terlalu banyak. Ceritanya tentang para remaja (tapi entah
mengapa sering dilabeli sebagai buku anak), tapi bisa dibaca oleh orang dewasa
juga.
Ketika
membaca bagian “kantong kulit untuk menyimpan tembakau” maka daku baru ingat.
Ooh, ini buku Lima Sekawan yang pertama kubaca. Sudah lamaaaa banget, pas masih
usia 11 tahun. Dulu sih sewa di rental komik, dan teman-temanku juga suka
banget ceritanya.
Salah
satu yang kusadari lagi setelah membaca buku ini adalah: Lima Sekawan ternyata
orang kaya. George punya pulau sendiri dan keluarganya pernah memiliki asset
berupa tanah dan pondok pertanian. Dia, Anne, Julian, dan Dick, belajar di
sekolah berasrama yang tentu bayarnya lumayan mahal. Ayah George juga mampu
memanggil guru privat ke rumah.
Jadi,
mana buku Enid Blyton favoritmu?




Tidak ada komentar:
Posting Komentar