Selasa, 30 Juni 2026

Review Buku Lima Sekawan, Beraksi Kembali

 

George cs are back! Setelah lelah belajar di sekolah maka keempat remaja akhirnya bisa pulang (karena mereka belajar di sekolah berasrama). Akan tetapi Dick, Anne, dan Julian tak bisa ke rumah mereka karena….

Ibu Dick dkk sakit jengkering (scarlett fever). Jadi mereka akhirnya liburan natal di rumah George (yang masih sepupunya). Holiday yang menyenangkan sudah terbayang tapi batal karena Mr. Kirrin (ayahnya George) menyuruh anak-anak untuk tetap belajar. Bahkan mendatangkan guru privat ke rumah.



Penulis             : Enid Blyton

Penerjemah      : Agus Setiadi

Tahun              : 1990

Yaa, kalau liburan tapi harus belajar mana enak. Geng Lima Sekawan tentu kesal karena batal bersantai. Apalagi Timmy the dog tidak suka akan Pak guru Roland. Meski George dan anjingnya terang-terangan cemberut, Mr. Roland tetap tekun mengajar.

Pondok Kirrin

Di sela-sela pembelajaran, untungnya Anne dkk masih boleh mengunjungi Pondok Kirrin. Konon dulu rumah itu milik keluarganya George, tapi kemudian dibeli oleh orang lain. Meski begitu, pemilik pondok sangat ramah, bahkan memanggil George dengan sebutan ‘master’.



Tanpa sengaja Lima Sekawan menemukan rahasia-rahasia di Pondok Kirrin. Mulai dari lubang misterius sampai tulisan beraksara latin. Apakah di sana ada harta karun yang menarik?

Kecurigaan

Karena tidak bisa membaca tulisan tersebut, Dick cs menanyai Pak Roland. Beliau dengan senang hati menerjemahkannya. Bahkan ikut mereka untuk mencari apakah ada lubang bawah tanah di Pondok Kirrin. Sayang penyelidikan terhambat karena ada kamar di pondok yang disewa oleh dua orang seniman.



Meski Julian menyukai Pak Roland tapi George tetap membencinya. Ia juga curiga karena sang guru pernah ketahuan mencari sesuatu di kamar kerja Mr. Kirrin. George makin tidak suka akan guru tersebut, karena Timmy disuruh tidur di luar rumah oleh ayahnya. Penyebabnya karena si anjing menggigiti kaki Pak Roland ketika Lima Sekawan sedang belajar.

Di rumahnya George, keadaan makin gempar karena kertas kerja ayahnya hilang. Dia malah dituduh mencurinya (karena sempat ngambek). Akankah George bisa membuktikan bahwa dia tidak bersalah? Siapa pencuri yang sebenarnya? Baca yuuuk!

Kesanku Setelah Membaca Lima Sekawan: Beraksi Kembali

Ceritanya cukup seru tapiiii…kisah tentang Lima Sekawan yang menemukan barang di tempat yang tak terduga, lalu ada lorong rahasia, sudah terlalu sering diulang. Formulanya agak mirip dengan buku-buku Enid Blyton yang lain. I am her fans tapi baru menyadari hal ini.



Walau begitu, buku Lima Sekawan: Beraksi Kembali, masih asyik untuk disimak. Jumlah halamannya tidak terlalu banyak. Ceritanya tentang para remaja (tapi entah mengapa sering dilabeli sebagai buku anak), tapi bisa dibaca oleh orang dewasa juga.

Ketika membaca bagian “kantong kulit untuk menyimpan tembakau” maka daku baru ingat. Ooh, ini buku Lima Sekawan yang pertama kubaca. Sudah lamaaaa banget, pas masih usia 11 tahun. Dulu sih sewa di rental komik, dan teman-temanku juga suka banget ceritanya.

Salah satu yang kusadari lagi setelah membaca buku ini adalah: Lima Sekawan ternyata orang kaya. George punya pulau sendiri dan keluarganya pernah memiliki asset berupa tanah dan pondok pertanian. Dia, Anne, Julian, dan Dick, belajar di sekolah berasrama yang tentu bayarnya lumayan mahal. Ayah George juga mampu memanggil guru privat ke rumah.

Jadi, mana buku Enid Blyton favoritmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar