Jumat, 15 Maret 2024

Mengapa Harus Ibu yang Mengalah?

 

 “Mengapa harus aku yang slalu mengalaaah?”

Bacanya sambil nyanyi wkwkkw. OK, back to the topic. Pernah enggak sih klean yang berstatus ibu merasa capek karena…mengalah lagi dan lagi.



Bagaimana tidak capek kalau mau buka puasa aja eh malah digelendotin ama bocil. Baru minum, anak merengek-rengek. Akhirnya terpaksa gantian dengan ayahnya alias nunggu beliau selesai makan dulu, baru bisa berbuka.

Ibu yang Terus-Menerus Mengalah

Contoh lain adalah saat di rumah ada beberapa potong lauk. Ayah sebagai kepala keluarga biasanya milih dada ayam yang ukurannya paling besar. Anak-anak makan bagian sayap atau paha.



Sementara ibu? Lagi-lagi ibu dipaksa untuk mengalah dan hanya makan ceker atau brutu. Huaaa, padahal dia yang masak?

Situasi ini relatif ‘normal’ di keluarga yang hidup di tahun 1980-an atau sebelumnya. Amatlah ngenes kalau di tahun 2024 masih ada yang begini. Ibu adalah cahaya di keluarga, bukan pembantu yang Cuma dapat makanan sisa!

Suami Kudu Sadar Diri

Lalu bagaimana cara mengatasi situasi buruk alias ibu yang jadi sakit hati karena terus-menerus mengalah? Kuncinya ada di peranan suami. Oleh karena itu jangan sampai salah pilih pria untuk dijadikan suami yaa.



Seorang wanita butuh laki-laki yang mendukungnya, yang selalu menomorsatukannya. Suami yang sadar diri akan tanggap lalu gantian menjaga anak (yang masih kecil atau bayi) ketika istrinya akan makan. Suami yang waras tidak akan egois, misalnya makan sampai kenyang tetapi istrinya masih kelaparan.

Utamakan Kesehatan Ibu

Ketika ibu yang sudah mengorbankan tenaga, waktu, pikiran, dan segala kasih-sayangnya untuk keluarga, maka jangan sampai ia dipaksa untuk mengalah. Tolong lah, kalau enggak ada ibu, semua berantakan, bukan? Jadi ibu wajib diutamakan terutama untuk kesehatannya.



Kesehatan fisik ibu tentu sangat penting, oleh karena itu pastikan suami dan anak-anak paham dan mengutamakan sang ibu. Jika ibu lapar maka silakan makan, sementara anak-anak sudah terlatih untuk mengambil piring dan nasi sendiri. Jangan semuanya dikit-dikit minta dilayani.

Me Time Bukan Egois

Lalu bagaimana dengan kesehatan mental ibu? Salah satu cara menjaganya adalah dengan me time rutin. Yaa sebenernya versi me time seseorang itu beda-beda yaa.



Ada wanita yang suka nonton bioskop sendirian, ngopi sendirian, beli buku atau ke perpustakaan. Ada juga yang me time dengan perawatan di salon atau spa. Sebenarnya, me time cukup 1-2 jam dan setelah itu pikiran jadi segar.

Ibu Bahagia, Anak Juga Bahagia

Mengapa ibu harus bahagia dan dilarang untuk terus-menerus mengalah? Karena ibu yang bahagia akan membuat anak-anak juga bahagia. Begitu juga dengan ayahnya.



Jangan sampai ibu disuruh mengalahh terus dengan alasan ayah sudah capek mencari uang (padahal jadi ibu juga tak kalah capeknya). Kalau ibu stress dan sakit (secara fisik dan mental) maka akibatnya buruk. Ibu akan terus marah-marah dan akhirnya anak yang kena getahnya.

Oleh karena itu please deh, jadi suami yang aware akan kesehatan (fisik dan mental) istrinya. Istri adalah RATU RUMAH TANGGA bukan PRT gratisan yang bisa disuruh-suruh dan dipaksa ngalah terus. Kalau memang ada lelaki yang belum bisa mengalah dan memuliakan wanita, mending jangan nikah dulu.

 

16 komentar:

  1. Yup! Couldn't agree more bun!
    Alhamdulillah sejak awal aku - suami dan anak anak selalu komunikasi (walau kadang dengan nada tinggi ya)
    Nah baru-baru ini aku nemu artikel yang baguuus sekali tentang peran ibu dan seberapa jauh keikhlasan si ibu ini.

    Insya Allah apa pun yang "dikorbankan" Ibu - terutama me time- nya terbayar berlipat ganda, aku mengalaminya sendiri bun, kapan kapan aku share di tulisanku yaaa

    BalasHapus
  2. Waduh si ayah malah ambil potongan dada paling besar, hehe. Tapi memang kerasa sih, ibu seringkali mengalah untuk anak-anaknya, tapi itu dilakukan karena rasa kasih yang dimiliki sang ibu.

    Maka penting komunikasi antara ayah dan ibu, terutama soal peran masing-masing di dalam rumah tangga.

    Ya, kalau suatu saat aku nanti jadi ayah, semoga bisa menjadi ayah dan suami yang bijaksana.

    BalasHapus
  3. Iya nih kadang suka gimana gitu kalau lihat konten ibu yang selalu mengalah ini. Tapi jujur aku kalau soal makanan nggak mengalah sama anak-anakku. Kalau jam makan aku makan dulu baru ngurusin anak-anakku

    BalasHapus
  4. Di tahun 2024 kalau ada suami yang modelan gak ngertiin istri, kayaknya dia perlu belajar lagi deh.

    Pas kapan saya sempet denger kajian, yang intinya di zaman sekarang mending dikatakan telat bikah daripada menikah dg laki-laki yg salah. Menurut saya tepat nih, buat yg masih mencari jodoh, semoga mwnemukan pasangan yg tepat. Jadi, akan merakan Ibu Bahagia, anak dan keluarga juga bahagia.

    BalasHapus
  5. Happy Mom, Happy Family

    Kredo ini kudu menancap di kalbu kita semua, ya . Jangan sampai ibu pendam perasaan tdk nyaman

    BalasHapus
  6. Sangat sangat agree πŸ‘πŸ‘. Aku tipe yg ga mau ngalah begtu mbak . Apalagi dr awal aku sempet ga mau ngomong ga punya anak, dan akhirnya mau Krn cinta ke suami aja πŸ˜„. Itu ngalah sih, tp kan dia KSH balasan lain 😁.

    Makanya suamiku sadar, dia ga mau bikin aku stress, JD biasanya dia support banget, supaya anak2 ga tergantung Ama aku. Memang disini peranan suami sih yg paling penting.

    Me time pasti penting . Itu juga bukan egois kalo kubilang. Drpd ntr ibunya stress, trus lampiasin ke anak2. Dia harus bahagia dulu, supaya bisa bahagiain keluarga.

    BalasHapus
  7. setuju bangettt mbaaa!!
    tapi sptnya skrg suami juga dh mulai banyak ya memberi kebebasan kepada istri dalam artian bisa kerjasama agar gak semua2 dilakuin istri, anak juga harus diajarkan mandiri sedikit demi sedikit agar tidak tergantung kepada sang ibu...
    me time sptnya hal yg wajib utk menjaga kewarasan hehehe

    BalasHapus
  8. wah setuju banget. Ibu rumah tangga kesannya gak ngapa2in di rumah... Hadeh, padahal kerjaan rumah itu gak kelar2 loh. Ada aja yang harus diselesaikan setiap hari. Dan rutinitas yang sama berulang lagi besok dan besoknya lagi. Kudu atuh metime, supaya refresh, dan gak jd uring2an di rumah.

    BalasHapus
  9. Karena IBu Tiangnya kehidupan hehehehe, jadi butuh banget Me Time dan itu ga egois kok. Saya sangat salut sama ibu2 yang bisa tetap bekerja tapi rumah tangganya apik.

    BalasHapus
  10. Nah, setuju paks banget. Penting banget suami mesti aware dan care sama istri nya. Gantian jagain anak di jam makan terutama. Ku liat masih ada aja suami yang asyik makan sampe kenyang sedangkan istri nya repot jagain anak. Belum lagi terkait me time, banyak Ibu malah merasa bersalah saat mau me time padahal itu penting buat kewarasan si Ibu. Semoga para pria semakin care dengan "Ibu bahagia, keluarga bahagia" Ibu kaya jantung dan lentera rumah soalnya.

    BalasHapus
  11. Wahh postingan ini bagus ni dibaca para suami, hahaha. Aku ngerasain jg dulu banyak ngalah sm anak mbak, sampe akhirnya banyak insight utk aku jg ngutamakan diri sendiri, akhirnya aku coba dan itu ternyata sebagus itu dampaknya, aku jd lebih happy

    BalasHapus
  12. karena ibu memang harus menjadi penyeimbang dan mengatur gelombang yang menghadang. Semua harus stabil dan balance biar aman terkendali. Semoga semua ibu mampu menjadi penyeimbang dan tameng bagi keluarganya

    BalasHapus
  13. Setujuuu ibu bahagia, keluarga bahagia. Semua ibu pada dasarnya welas asih, mendahulukan kepentingan keluarganya drpd dirinya, jadi yang harus mengerti ya suami dan anak-anaknya kalau ibu juga butuh diperhatikan, kebutuhan dan kebahagiaannya sama-sama jd prioritas keluarga.

    BalasHapus
  14. Iyaa miris ya melihat konten medsos yang memperlihatkan istri dapat makanan sisa atau ngga bisa me time akhirnya jenuh dan mudah marah.. perlakukan ibu dengan baik dan sayang..

    BalasHapus
  15. Aku baru tau begini.. rasanya mengalah ini aku pikir hanya soal anak-anak yang batita yang lebih nempel ama ibuknya ketimbang bapaknya. Tapi setelah mereka tumbuh dewasa, aku jadi paham maksudnya sii..

    Karena kalau beli ayam gak pernah utuh, jadi di rumah dapetnya sama rata. Sukanya dada ya, masak dada semuaa.. hihihi, soalnya aku gasuka ceker dan kepala. Jadi, yang aku gak mau dan gasuka, gakkan aku hidangkan.

    Beda ama suamiku.
    Dia justru suka bagian leher, kepala. Tapi kan aku yang masak yaa.. hihihi.. jadi dia bisa dapetin previlege makan bagian itu kalo beli.

    BalasHapus