Selasa, 07 Mei 2024

Ketika Anak Minta Sesuatu Apakah Harus Langsung Dikabulkan?

  

Aku maaau!

Pernahkah klean pusing karena anak merengek-rengek minta dibelikan jajan atau mainan? Ketika dia bertambah besar eh yang diinginkan berubah jadi HP atau tab terbaru. Kalau ada uangnya sih aman aja, tapi kalau terus-menerus mengiyakan permintaan anak, apa enggak takut anaknya jadi manja?

Efek Pemanjaan yang Berlebihan

Bener lhooo ini berdasarkan pengalamanku sendiri. Selama jadi anak papa (karena beliau yang manjain) rasanya agak menyesal, mengapa sih terlalu dituruti kemauannya? Bukannya enggak bersyukur atau enggak berterima kasih ya, memang ada yang bilang wajar karena daku (meski sulung) adalah anak perempuan sendiri.



Akan tetapi saat sudah nikah langsung shock berat ketika mengetahui dunia yang sebenarnya. Ketika anak sudah dimanja berlebihan maka dia bisa kaget, marah, atau sedih saat permintaannya ditolak. Saat berkali-kali gagal maka dia bisa nangis bahkan depresi, karena sejak kecil biasa hidup enak dan tidak pernah mengalami kesalahan atau kegagalan.

Anak Disuruh Sabar

Jadii setelah punya anak, daku bertekad untuk mendidik Saladin dengan seimbang. Saat dia minta suatu barang tidak otomatis dibelikan. Misalnya ketika kemarin malam ada tamu dan bawa anak kecil. Si anak makan sate seafood dan ibunya menawarkan apakah Saladin mau? Tapi dia diam saja.



Eh ketika tamunya sudah mau pulang Saladin malah bisik-bisik pengen makan sate juga, padahal sudah habis dimakan! Akhirnya kubujuk dia agar bersabar dan mau menunggu besok dan paginya baru kubelikan sate telur puyuh kesukaannya. Dengan cara ini maka kuharap Saladin bisa belajar sabar.

Dengan mengajarkan anak untuk bersabar apa tidak takut dia bakal ngamuk? Yaa karena Saladin adalah anak istimewa (dan kinestetik) daku sempat pusing bangeeet karena dia saat balita tuh marah dan gulung-gulung di lantai. Bahkan memukul kepalanya sendiri.



Akan tetapi Alhamdulillah Saladin makin besar makin bisa dinasehati (asal disayang dan dipeluk tiap hari – karena menurut MBTI dia tipe feeling). Saat mood-nya selalu baik maka dia akan nurut ke bunda dan ayahnya. Lantas mau bersabar dan menunggu 1 hingga 2 hari sebelum mendapatkan keinginannya.

Perjuangan Itu Indah

Kemudian, Saladin juga kuajari untuk berjuang sebelum mendapatkan keinginannya. Misalnya dengan menabung terlebih dahulu sebelum beli sesuatu. Atau, saat pengen beli jajan di warung, dia juga harus belikan barang dulu (biasanya keperluan dapur seperti kopi bubuk atau garam). Baru uang kembaliannya boleh dibelikan snack.



Namun dengan mengajarkan anak untuk berjuang dan sabar bukan berarti daku (dan ayahnya Saladin) tipe yang galak ya. Kami hanya berusaha mendidik agar dia tidak serta-merta mendapatkan apa yang dimaunya. Alias tidak manjain walau dia anak tunggal.

Read: Ceritaku MengasuhAnak Tunggal

Pertama, untuk mencegah agar Saladin terlalu berambisi. Kedua, kami tidak ingin dia memiliki nafsu makan yang keterlaluan sampai jadi anak rakus (karena rata-rata yang diminta adalah makanan).

                                      Samosa isi kentang dan daging sapi buatanku

Jadi gimana, klean setuju kalau anak tidak boleh dimanjakan terlalu berlebihan? Memberi sesuatu pada ananda boleh saja asal dia juga diajarkan untuk sabar dan berjuang. Akan tetapi jangan terlalu dimanja dan dituruti semua keinginannya.

Daku teringat ajaran dari seorang dosen. Beliau pernah bilang kalau manusia bisa punya sepeda motor maka dia akan ingin punya mobil. Sudah ada mobil ingin rumah, lalu ingin beli villa, kapal pesiar, helicopter, pesawat jet pribadi, dll. Keinginan memang tiada habisnya, oleh karena itu jangan terlalu memanjakan anak.

22 komentar:

  1. Sebagai orangtua kadang kita pengen manjain anak, tapi di satu sisi hal tersebut bisa jadi buah simalakama apalagi anak jaman sekarang responnya kadang suka diluar ekspektasi haha. Semoga kita sebagai orangtua selalu diberi kekuatan utk menghadapi tantangan dalam membesarkan anak2 kita. Cemunguut.

    BalasHapus
  2. kenapa ya, bapak-bapak itu mudah banget luluh kalau anaknya merengek sesuatu.
    padahal mamaknya sudah berusaha gitu, fufuuh.
    setuju banget Mbak, anak itu memang harus diajarkan untuk bersabar jika ingin sesuatu, duuh kalau semua-mua langsung diturutin dalam sekejap sih akan menjajah ortunya, belum lagi nanti dengan orang lain.

    BalasHapus
  3. Setuju banget daku, Vi. Anakku juga kalau misalnya mau sesuatu nggak langsung kubelikan kubilang tunggu sampai ada uangnya atau nabung dulu atau tunggu dia ulang tahun. Walau kadang jadinya nyebelin sih Soalnya ditanya melulu kapan beli ini heu

    BalasHapus
  4. Sangat sepakat mbak Vi. Di awal, pasti berat. Apalagi, manusiawinya seorang ibu, selalu ingin memberikan yang serba terbaik dan memastikan anak mendapatkan keinginannya.
    Masalahnya, dunia nyata ndak semudah itu. Anak juga harus belajar, bahwa akan banyak keinginannya yang tak bisa terpenuhi. Pembelajaran utama tsb, bisa dimulai dari oita sendiri sebagai ibunya.
    Salam pagi dari Lombok Timur ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Mbak. Saya gak mau Saladin nanti keprosot di dunia nyata gara2 terlalu dimanja.

      Hapus
  5. Komitmen bersama yaa..
    Kadang akutu kebawa pengasuhan masa kecil yang bener kata ka Avi, apa-apaaa diturutin. Jadi sama anak juga kadang kalo dia uda sabar, malah akunya yang maksa "Jadi, mau gak nih?"
    HUhuhu.. memang kudunya sama-sama saling mengerti makna dari menahan diri dan bersabar.

    Gak jarang juga ketika bersabar malah besokannya dapetnya jauuuh lebih baik.
    In syaa Allah selalu ada hikmahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener. Ortunya juga belajar untuk nahan diri.

      Hapus
  6. Ortuku sama cucunya masih yang manjain Bocah. Kalau minta, asal punya duit ya hayuk gas. Kalau sama aku, kusuruh sabar. Ngasih persyaratan ini itu. Mau nanges? Ya biarin aja sih. Cuma habis itu, aku yang diamuk, hahaha

    BalasHapus
  7. Saya typical yg tarik ulur kalau urusan memberikan permintaan anak. Biasaya utk mendapatkan sesuatu dia harus ada effort dulu. Misal dia harus belajar dulu. Bereskan buku, cuci piring, makan sendiri. Sambil kasih nasehat. Ketika kamu menghendaki sesuatu harus ada usaha yang kamu lakukan. Tidak bisa semua itu datang tnpa usaha.

    Itu saya didik dari masih batita. Jadi alhamdulillah sih.. Anak2 ga ada yg tantrum kalua minta sesuatu.

    BalasHapus
  8. Kalau terlalu dimanjakan kurang baik pastinya, terutama untuk tumbuh kembang si anak ya. Berarti harus pintar² nya orangtua ya dalam mendidiknya

    BalasHapus
  9. Setuju banget. Maaf ya saladin, ortumu itu sayang banget sama kamu. Tapi memang tdk semua keinginan bisa diberikan langsung. Efeknya akan dirasakan nanti. ;)

    BalasHapus
  10. kadang memang kita itu pengen ngasih semua yang diinginkan anak ya apalagi kalau memang ada uangnya tapi memang bagusnya anak juga diajarkan untuk tahu kalau ada hal-hal yang tidak bisa langsung ia dapatkan

    BalasHapus
  11. Memang nggak semua keinginan anak harus dipenuhi. Bisa diajak ngobrol dulu anaknya kalau seumpama orang tua belum bisa memenuhi keinginan anak. Memang anak harus diajarkan sabar dan belajar nabung karena nggak semua orang tua mampu dan yang diminta anak itu bener-bener dibutuhkan atau hanya keinginannya saja

    BalasHapus
  12. setuju, rasanya dengan cara seperti ini anak akan lebih menghargai barang, sesuatu yang dibelikan. Walau terkadang rasanya nggak tega juga. semua bisa disesuaikan sesuai kondisi

    BalasHapus
  13. Kita sebagai ibu udh disipilin nin ke anak. Eh diganggu sama gaya pengasuhan neneknya. Dibela, kadang ayahnya juga begitu. Capedeee

    BalasHapus
  14. Karena anakku tunggal jadi kita juga tidak memanjakan dia. Jadi kalau minta apapun itu kita selalu kasih pandangan dulu, bahkan ada jatahnya. Alhamdulillahnya anakku tuh gak pernah minta yang berlebihan.

    BalasHapus
  15. Ketegasan orangtua dalam menerapkan konsistensi sebuah rules ini penting banget yaah.. Aku keseringan gak enakan sama anak. Etapi untuk permintaan tertentu memang kudu bersabar.

    Anehnya, ada bedanya antara anak pertama dan anak kedua.
    Huhuhu.. akunya kudu banyak berlatih sabar lagi nih..

    BalasHapus
  16. Setuju, anak jangan selalu diturut ya keinginnannya. Selain memang nantinya merepotkan kita, terutama dalam hal uangnya. Juga untuk mendidik mereka supaya tahu dan sadar bahwa tidak semua keinginan harus dicapai dengan mudah. Ada yang memang tidak bisa, dan ada pula yang butuh waktu serta kesabaran untuk bisa mendapatkannya.

    BalasHapus
  17. Kalau saya pastinya minta anak nabung dulu
    Lalu bisa beli apa yang diinginkan
    Namun, selalu ditekankan yang diinginkan apakah benar benar dibutuhkan atau sekadar lapar mata

    BalasHapus